Bab 26 Streaming Terlarang
Hari baru dimulai dengan cukup damai. Luna bangun pagi, membuka jendela, dan menghirup udara segar. Ia baru saja selesai sarapan sederhana ketika ponselnya bergetar tanpa henti. Notifikasi masuk begitu deras seperti hujan deras yang tidak berhenti. Dengan dahi mengernyit ia membuka salah satu pesan.
Isi pesan itu membuatnya langsung pucat. Ada tautan menuju sebuah siaran langsung yang sedang viral. Seorang akun anonim menyiarkan video dengan judul mengejutkan. Rahasia gamer cantik terbongkar. Di layar muncul wajah samar samar yang sengaja disamarkan dan digabungkan dengan foto Luna. Suara yang diputar terdengar palsu namun dibuat mirip sekali dengan suara Luna.
Dalam video itu disebutkan bahwa Luna menerima sponsor gelap dari seorang politisi muda untuk menukar hubungan pribadi. Bahkan diperlihatkan potongan gambar editan seolah olah Luna dan Adrian sedang berada di kamar hotel.
Luna menjatuhkan ponselnya. Tangannya gemetar. Dadanya terasa sesak. Ia tahu bahwa itu fitnah tapi dunia maya tidak selalu peduli pada kebenaran.
Tak lama kemudian pintu rumahnya diketuk keras. Adrian datang dengan wajah tegang. Kamu sudah lihat tanyanya. Luna hanya mengangguk pelan. Air mata hampir jatuh dari matanya.
Adrian masuk dan duduk di sampingnya. Tenang ini hanya kerjaan orang yang iri. Kita bisa bongkar semua.
Tapi komentar netizen sudah menyebar luas. Beberapa sponsor yang selama ini mendukung tim Luna mulai menghubungi manajernya. Mereka mengatakan ingin menunda kerja sama sampai isu ini jelas. Kevin yang menerima telepon langsung menutup wajah dengan kedua tangan. Kalau begini terus kita bisa kehabisan dana katanya frustasi.
Luna merasa dunianya runtuh. Semua kerja keras yang ia bangun selama bertahun tahun seakan hancur dalam semalam. Ia menatap Adrian dengan mata berkaca kaca. Aku sudah berusaha jujur. Aku tidak pernah melakukan hal yang mereka tuduhkan. Kenapa orang tetap percaya pada kebohongan.
Adrian menggenggam tangannya erat. Karena kebohongan lebih enak ditonton daripada kebenaran. Tapi aku tidak akan biarkan kebohongan itu menang.
Kevin mencoba menenangkan suasana. Oke kita harus berpikir logis. Kalau kita panik mereka yang bikin fitnah malah senang. Riko menambahkan ide. Bagaimana kalau kita bikin klarifikasi lewat live stream kita sendiri. Luna bisa cerita langsung dari hatinya.
Luna menggeleng lemah. Aku takut kalau aku bicara orang justru makin mengejek. Adrian menatapnya serius. Justru dengan bicara kamu bisa menunjukkan bahwa kamu tidak takut. Aku akan ada di sampingmu.
Akhirnya mereka sepakat membuat live stream klarifikasi. Malam harinya Luna duduk di depan kamera. Wajahnya pucat tapi ia berusaha tersenyum. Adrian duduk di belakang layar memberi semangat.
Halo semua. Aku tahu sejak tadi pagi banyak video aneh beredar tentangku. Aku ingin bilang satu hal. Itu semua tidak benar. Aku tidak pernah menjual diriku demi sponsor. Aku gamer yang hanya ingin bermain dengan jujur dan meraih mimpi.
Suara Luna bergetar tapi matanya bersinar. Ia melanjutkan. Aku tahu tidak semua orang percaya padaku. Tapi aku punya orang yang selalu berdiri di sisiku. Dia membuatku kuat. Tanpa menyebut nama Adrian ia menoleh sebentar ke arah kamera lalu tersenyum kecil.
Komentar bermunculan. Ada yang mendukung ada pula yang masih mengejek. Namun jumlah dukungan mulai meningkat. Hashtag save Luna masuk trending.
Setelah stream berakhir Luna menghela napas panjang lalu menutup wajah dengan kedua tangan. Aku seperti habis berlari marathon. Adrian menepuk pundaknya. Kamu hebat. Kalau aku yang diserang mungkin aku sudah ngamuk ngamuk di panggung.
Kevin menyeringai. Kamu sudah ngamuk kok tapi dengan cara yang manis. Riko menimpali. Iya ngamuknya kayak kucing imut.
Semua tertawa kecil. Ketegangan sedikit mencair.
Namun masalah belum selesai. Keesokan harinya salah satu sponsor besar resmi mengumumkan penangguhan kontrak. Media memberitakan dengan judul mencolok. Sponsor tinggalkan gamer cantik.
Luna kembali merasa hancur. Ia duduk di sofa menatap kosong. Aku tidak sanggup lagi katanya lirih. Adrian langsung jongkok di depannya. Dengarkan aku. Kamu jauh lebih kuat dari yang kamu kira. Aku akan buktikan kalau semua ini hanya fitnah.
Luna menatapnya dengan mata basah. Kenapa kamu begitu keras kepala membelaku. Adrian tersenyum tipis. Karena aku tidak bisa membiarkan orang yang aku cintai diinjak injak.
Kata kata itu membuat suasana mendadak canggung. Kevin pura pura batuk keras lalu berkata. Wah wah aku merasa harus keluar sebentar beli gorengan. Riko langsung berdiri. Aku ikut deh. Bagas dan Tasha menyusul. Dalam sekejap hanya tinggal Luna dan Adrian berdua di ruang tamu.
Luna menunduk wajahnya panas. Aku tidak tahu harus jawab apa. Adrian mendekat sedikit. Kamu tidak perlu jawab sekarang. Yang penting kamu percaya aku tidak akan meninggalkanmu.
Keheningan berlangsung beberapa detik. Lalu tiba tiba suara ponsel berdering kencang memecah suasana. Kevin berteriak dari luar. Gorengannya habis jadi aku balik lagi.
Luna dan Adrian saling menatap lalu tertawa keras. Tegangan yang sempat menjerat mereka pecah menjadi tawa lega.
Malam itu Adrian tidak pulang. Ia duduk di ruang tamu bersama tim Luna merencanakan langkah berikutnya. Mereka harus menemukan siapa di balik live stream fitnah itu. Kevin menyebut kemungkinan ada mantan pro player yang dendam. Riko mengusulkan melacak alamat IP siaran.
Luna mendengar semua rencana itu sambil bersandar di kursi. Meski hatinya masih sakit ia merasa tidak sendirian. Ada orang orang yang peduli padanya. Ada Adrian yang selalu ada meski reputasi politiknya sendiri bisa terancam.
Sebelum tidur Luna menulis di buku catatannya. Hari ini mungkin hari terburuk dalam hidupku. Tapi juga hari ketika aku sadar betapa berharganya orang orang di sekitarku.
Ia menutup buku itu dan tersenyum tipis. Di luar kamar Adrian masih berbincang dengan Kevin dan Riko. Suaranya terdengar jelas penuh keyakinan. Aku akan pastikan nama Luna bersih. Aku tidak peduli berapa banyak orang yang mencoba menjatuhkan.
Luna memejamkan mata. Untuk pertama kalinya sejak video fitnah itu muncul ia merasa sedikit tenang. Karena ia tahu besok ia tidak akan menghadapi semuanya sendirian.
Isi pesan itu membuatnya langsung pucat. Ada tautan menuju sebuah siaran langsung yang sedang viral. Seorang akun anonim menyiarkan video dengan judul mengejutkan. Rahasia gamer cantik terbongkar. Di layar muncul wajah samar samar yang sengaja disamarkan dan digabungkan dengan foto Luna. Suara yang diputar terdengar palsu namun dibuat mirip sekali dengan suara Luna.
Dalam video itu disebutkan bahwa Luna menerima sponsor gelap dari seorang politisi muda untuk menukar hubungan pribadi. Bahkan diperlihatkan potongan gambar editan seolah olah Luna dan Adrian sedang berada di kamar hotel.
Luna menjatuhkan ponselnya. Tangannya gemetar. Dadanya terasa sesak. Ia tahu bahwa itu fitnah tapi dunia maya tidak selalu peduli pada kebenaran.
Tak lama kemudian pintu rumahnya diketuk keras. Adrian datang dengan wajah tegang. Kamu sudah lihat tanyanya. Luna hanya mengangguk pelan. Air mata hampir jatuh dari matanya.
Adrian masuk dan duduk di sampingnya. Tenang ini hanya kerjaan orang yang iri. Kita bisa bongkar semua.
Tapi komentar netizen sudah menyebar luas. Beberapa sponsor yang selama ini mendukung tim Luna mulai menghubungi manajernya. Mereka mengatakan ingin menunda kerja sama sampai isu ini jelas. Kevin yang menerima telepon langsung menutup wajah dengan kedua tangan. Kalau begini terus kita bisa kehabisan dana katanya frustasi.
Luna merasa dunianya runtuh. Semua kerja keras yang ia bangun selama bertahun tahun seakan hancur dalam semalam. Ia menatap Adrian dengan mata berkaca kaca. Aku sudah berusaha jujur. Aku tidak pernah melakukan hal yang mereka tuduhkan. Kenapa orang tetap percaya pada kebohongan.
Adrian menggenggam tangannya erat. Karena kebohongan lebih enak ditonton daripada kebenaran. Tapi aku tidak akan biarkan kebohongan itu menang.
Kevin mencoba menenangkan suasana. Oke kita harus berpikir logis. Kalau kita panik mereka yang bikin fitnah malah senang. Riko menambahkan ide. Bagaimana kalau kita bikin klarifikasi lewat live stream kita sendiri. Luna bisa cerita langsung dari hatinya.
Luna menggeleng lemah. Aku takut kalau aku bicara orang justru makin mengejek. Adrian menatapnya serius. Justru dengan bicara kamu bisa menunjukkan bahwa kamu tidak takut. Aku akan ada di sampingmu.
Akhirnya mereka sepakat membuat live stream klarifikasi. Malam harinya Luna duduk di depan kamera. Wajahnya pucat tapi ia berusaha tersenyum. Adrian duduk di belakang layar memberi semangat.
Halo semua. Aku tahu sejak tadi pagi banyak video aneh beredar tentangku. Aku ingin bilang satu hal. Itu semua tidak benar. Aku tidak pernah menjual diriku demi sponsor. Aku gamer yang hanya ingin bermain dengan jujur dan meraih mimpi.
Suara Luna bergetar tapi matanya bersinar. Ia melanjutkan. Aku tahu tidak semua orang percaya padaku. Tapi aku punya orang yang selalu berdiri di sisiku. Dia membuatku kuat. Tanpa menyebut nama Adrian ia menoleh sebentar ke arah kamera lalu tersenyum kecil.
Komentar bermunculan. Ada yang mendukung ada pula yang masih mengejek. Namun jumlah dukungan mulai meningkat. Hashtag save Luna masuk trending.
Setelah stream berakhir Luna menghela napas panjang lalu menutup wajah dengan kedua tangan. Aku seperti habis berlari marathon. Adrian menepuk pundaknya. Kamu hebat. Kalau aku yang diserang mungkin aku sudah ngamuk ngamuk di panggung.
Kevin menyeringai. Kamu sudah ngamuk kok tapi dengan cara yang manis. Riko menimpali. Iya ngamuknya kayak kucing imut.
Semua tertawa kecil. Ketegangan sedikit mencair.
Namun masalah belum selesai. Keesokan harinya salah satu sponsor besar resmi mengumumkan penangguhan kontrak. Media memberitakan dengan judul mencolok. Sponsor tinggalkan gamer cantik.
Luna kembali merasa hancur. Ia duduk di sofa menatap kosong. Aku tidak sanggup lagi katanya lirih. Adrian langsung jongkok di depannya. Dengarkan aku. Kamu jauh lebih kuat dari yang kamu kira. Aku akan buktikan kalau semua ini hanya fitnah.
Luna menatapnya dengan mata basah. Kenapa kamu begitu keras kepala membelaku. Adrian tersenyum tipis. Karena aku tidak bisa membiarkan orang yang aku cintai diinjak injak.
Kata kata itu membuat suasana mendadak canggung. Kevin pura pura batuk keras lalu berkata. Wah wah aku merasa harus keluar sebentar beli gorengan. Riko langsung berdiri. Aku ikut deh. Bagas dan Tasha menyusul. Dalam sekejap hanya tinggal Luna dan Adrian berdua di ruang tamu.
Luna menunduk wajahnya panas. Aku tidak tahu harus jawab apa. Adrian mendekat sedikit. Kamu tidak perlu jawab sekarang. Yang penting kamu percaya aku tidak akan meninggalkanmu.
Keheningan berlangsung beberapa detik. Lalu tiba tiba suara ponsel berdering kencang memecah suasana. Kevin berteriak dari luar. Gorengannya habis jadi aku balik lagi.
Luna dan Adrian saling menatap lalu tertawa keras. Tegangan yang sempat menjerat mereka pecah menjadi tawa lega.
Malam itu Adrian tidak pulang. Ia duduk di ruang tamu bersama tim Luna merencanakan langkah berikutnya. Mereka harus menemukan siapa di balik live stream fitnah itu. Kevin menyebut kemungkinan ada mantan pro player yang dendam. Riko mengusulkan melacak alamat IP siaran.
Luna mendengar semua rencana itu sambil bersandar di kursi. Meski hatinya masih sakit ia merasa tidak sendirian. Ada orang orang yang peduli padanya. Ada Adrian yang selalu ada meski reputasi politiknya sendiri bisa terancam.
Sebelum tidur Luna menulis di buku catatannya. Hari ini mungkin hari terburuk dalam hidupku. Tapi juga hari ketika aku sadar betapa berharganya orang orang di sekitarku.
Ia menutup buku itu dan tersenyum tipis. Di luar kamar Adrian masih berbincang dengan Kevin dan Riko. Suaranya terdengar jelas penuh keyakinan. Aku akan pastikan nama Luna bersih. Aku tidak peduli berapa banyak orang yang mencoba menjatuhkan.
Luna memejamkan mata. Untuk pertama kalinya sejak video fitnah itu muncul ia merasa sedikit tenang. Karena ia tahu besok ia tidak akan menghadapi semuanya sendirian.
Other Stories
Cinta Dibalik Rasa
Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. A ...
Osaka Meet You
Buat Nara, mama adalah segalanya.Sebagai anak tunggal, dirinya dekat dengan mama dibanding ...
Langit Ungu
Cerita tentang Oc dari Penulis. karakter utama - Moon Light "Hidup cuma sekali? Lalu be ...
Namaku May
Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...
DI BAWAH PANJI DIPONEGORO
Damar, seorang petani terpanggil jiwanya untuk berjuang mengusir penjajah Belanda di bawah ...
Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster
Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...