Hantu Kos Receh

Reads
1.4K
Votes
1
Parts
10
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 9 Pertarungan Di Kosan

Mahera dan Maizena sedang duduk di kamar, Mahera menjelaskan semua yang ia baca dari jurnal. Maizena mendengarkan dengan serius, ia tidak lagi ketakutan. Mereka berdua berencana untuk mengumpulkan bakso urat sebanyak-banyaknya untuk pertahanan kosan.

Tok! Tok!

Tiba-tiba, pintu kamar Mahera diketuk dengan kencang. Rehan, wajahnya pucat, berdiri di depan pintu.

Rehan, "Tolong gue! Hantu Kelaparan itu datang! Mereka mau makan energi semua orang di sini!"

Rehan menunjuk ke arah gerbang. Di sana, terlihat beberapa sosok bayangan hitam, lalu bergerak cepat dan tanpa suara, seperti asap yang merayap.

Mereka adalah Hantu Kelaparan yang disebutkan di jurnal. Bu Haji Romlah berdiri di teras, tangannya gemetar. Hantu-hantu anak-anaknya bersembunyi di belakangnya, ketakutan.

Mahera, "Ini dia. Jurnal itu benar. Mereka bukan hantu biasa. Mereka musuh kita."

Hantu Kelaparan itu menyerang. Mereka merayap mencoba menyentuh Bu Haji Romlah dan anak-anaknya.

Maizena menjerit, tapi kali ini bukan karena takut. Ia mengambil sapu, wajahnya terlihat serius, "Jangan ganggu teman-teman gue! Sana lo!"

Maizena mengayunkan sapu ke arah Hantu Kelaparan. Sapu itu tidak menyentuh mereka, tapi sapu itu mengeluarkan energi yang membuat hantu kelaparan mundur. Pertarungan dimulai.

Hantu-hantu kosan, Mahera, Maizena, dan Rehan bekerja sama. Hantu-hantu anak-anak mengalihkan perhatian, melempar barang-barang, dan berlarian.

Byuur!

Mahera mengambil seember air dan menyiram hantu kelaparan itu. Hantu-hantu itu menjerit, tapi tidak menghilang.

Tiba-tiba, Bu Haji Romlah melihat kesempatan. Ia mengisyaratkan Mahera untuk mengubur bakso urat. Mahera mengangguk, ia mengerti. Ia berbisik pada Rehan, "Kita harus mengubur bakso urat! Cepat!"

Mahera dan Rehan berlari ke dapur, kemudian mengambil beberapa mangkuk bakso urat yang tersisa, lalu menguburnya di taman.

Saat bakso urat itu dikubur, energi yang tersimpan di dalamnya menyebar. Hantu Kelaparan menjerit kesakitan, lalu menghilang. Kosan Azzahra kembali tenang.

Other Stories
Dengan Ini, Saya Terima Nikahnya

Penulis pernah menuntut Tuhan memenuhi keinginannya, namun akhirnya sadar bahwa ketetapan- ...

Cowok Hujan

Ia selalu terlihat tenang. Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang ...

Suara Cinta Gadis Bisu

Suara cambukan menggema di mansion mewah itu, menusuk hingga ke relung hati seorang gadis ...

KEDUNG

aku adalah dia yang tertutup ...

Bangkit Dari Luka

Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...

Devils Bait

Berawal dari permainan kartu tarot, Lanasha meramal kalau Adara, Emily, Alody, Kwan Min He ...

Download Titik & Koma