Suara Cinta Gadis Bisu

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Suara Cinta Gadis Bisu
Suara Cinta Gadis Bisu
Penulis Moycha Zia

Chapter 8 Hadiah Dari Sebuah Kesabaran

Rumah nenek di desa. Sebulan kemudian. Syaira dan Mbok Minah tinggal bersama nenek, membantu pekerjaan di kebun dan belajar tentang tanaman obat. Syaira yang biasanya murung, kini lebih ceria. Punggungnya sudah sembuh total, dan luka di hatinya mulai memudar.

"Sekarang, coba ulangi lagi, Nak," kata nenek itu, menatap Syaira dengan penuh kesabaran, "Ayo, ucapkan A."

Syaira mengangguk, ia menutup matanya, mengambil napas dalam-dalam, dan mencoba mengeluarkan suara. Hanya ada hembusan napas yang terdengar. Ia membuka matanya, dan menatap nenek itu dengan mata sedih. Ia merasa putus asa.

"Jangan menyerah, Non," bisik Mbok Minah, "Nenek bilang proses ini butuh waktu."

"Benar," kata nenek itu, "Ramuan itu sudah membuka jalan. Sekarang, kau harus menemukan sendiri suaramu. Suara yang sudah lama terkunci itu ingin keluar. Kau hanya perlu membantunya."

Syaira mengangguk. Ia mencoba lagi dan lagi, setiap hari. Latihan vokal, latihan pernapasan. Setiap pagi, ia mencoba mengeluarkan suara, namun selalu gagal.

Suatu pagi, saat Syaira sedang menyiram bunga di kebun, ia melihat seekor kupu-kupu yang sangat indah, berwarna biru cerah, hinggap di tangannya. Kupu-kupu itu terasa begitu ringan, begitu rapuh, namun begitu indah. Hatinya tersentuh. Ia tiba-tiba merasakan sebuah keinginan yang kuat untuk mengatakan sesuatu pada kupu-kupu itu.

Ia menutup matanya, dan mengambil napas dalam-dalam. Ia mengingat semua penderitaannya, semua air matanya. Dan kemudian, ia mengingat semua kebaikan yang diterimanya. Kasih sayang Mbok Minah, kehangatan Rendra, dan kebaikan nenek tua ini.

Ia membuka mulutnya, dan mencoba mengeluarkan suara. Terdengar sebuah bisikan. Bisikan yang sangat pelan yang hampir tidak bisa didengar.

"S..."
Ia mencoba lagi.

"S... Sy..."

Air mata mengalir di pipinya. Itu adalah suara. Suara pertamanya.
Nenek dan Mbok Minah yang melihat dari jauh, terkejut. Mereka berjalan perlahan ke arah Syaira.

"Syaira..." Mbok Minah berbisik, "Non, coba lagi."

Syaira mengangguk. Ia melihat ke arah kupu-kupu itu, dan ia berbicara lagi, kali ini dengan suara yang sedikit lebih jelas.

"Sy... Syai..."
Suaranya masih parau, tapi itu nyata. Itu adalah suaranya.

"Non!" Mbok Minah tidak bisa menahan tangisnya. Ia memeluk Syaira dengan erat, "Non bisa bicara! Non bisa bicara!"

"Ini mukjizat," kata nenek itu, matanya berkaca-kaca, "Jiwa yang tulus akan selalu menemukan jalannya. Selamat Syaira. Kau sudah menemukan suaramu."

Syaira tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa menangis bahagia. Setelah bertahun-tahun dalam keheningan, ia akhirnya bisa mengeluarkan suara. Ia bisa menangis, tertawa, dan berbicara. Ia memeluk Mbok Minah erat-erat, dan mencoba mengucapkan kata yang sudah lama ingin ia katakan.

"Mbok..."

Suaranya parau, tapi penuh arti, "Mbok, terima kasih."

Mbok Minah tersenyum, air matanya membasahi pipi,."Tidak perlu terima kasih, Non. Ini semua karena kekuatan Non sendiri."

Syaira mengangguk. Ia tahu, perjalanan ini masih panjang. Tapi kini ia memiliki sebuah kekuatan. Ia memiliki sebuah suara. Dan ia akan menggunakannya untuk membuktikan siapa dirinya, dan untuk membela kebenaran.

Other Stories
November Kelabu

Veya hanya butuh pengakuan, sepercik perhatian, dan seulas senyum dari orang yang seharusn ...

Haura

Laki-laki itu teringat masa kecil Haura yang berbakat, berprestasi, dan gemar berpuisi, na ...

Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek s ...

Hati Yang Terbatas

Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...

Katamu Aku Cantik

Ratna adalah korban pelecehan seksual di masa kecil dan memilih untuk merahasiakannya samb ...

Test

Test ...

Download Titik & Koma