Sinopsis
Dalam liburan singkat di sebuah vila pegunungan, Jibon dan teman-temannya berniat menghidupkan kembali permainan masa kecil: petak umpet dengan mantra “Hompimpa alaium gambreng!” Tawa dan nostalgia mengiringi permainan itu, hingga Jibon yang terpilih menjadi penjaga pos menyusuri ladang berkabut demi menemukan para pemain yang bersembunyi.
Pencariannya membawanya semakin jauh, melewati batas area hingga ke jurang sunyi. Di sana, ia merasa melihat sesuatu yang tak seharusnya: sosok petani tergolek tak bernyawa di dasar jurang. Namun ketika ia kembali, semuanya tampak normal. Pria tua yang diyakininya sebagai sosok itu justru hadir, berbicara hangat seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Sejak malam itu, kegelisahan terus menghantui Jibon. Antara firasat dan kenyataan, ia mencoba meyakinkan diri bahwa apa yang dilihatnya hanyalah ilusi. Sampai sebuah kabar di televisi mengungkap fakta mengerikan dan membuatnya mempertanyakan kembali permainan yang mereka mulai. Sebab mungkin, ada permainan lain yang sedang berlangsung. Permainan yang taruhannya bukan sekadar kalah atau menang.
Other Stories
Akibat Salah Gaul
Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...
Cerella Flost
Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...
Rembulan Digenggam Malam
Pernah nggak kamu kamu membayangkan suatu hari kamu bangun di 1 Januari, terus kamu diberi ...
Cinta Di Ujung Asa
Alya mendapat beasiswa ke Leiden, namun dilema karena harus merawat bayi kembar peninggala ...
Menolak Jatuh Cinta
Maretha Agnia, novelis terkenal dengan nama pena sahabatnya, menjelajah dunia selama tiga ...
Kacamata Kematian
Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...