Epilog
Cinta selalu sulit didefinisikan, karena setiap hati dan kepala kerap kali berbeda pendapat. Pada dasarnya cinta adalah pengejawantahan rasa yang hanya bisa diterima oleh hati si pemberi dan sang penerima.
Dalam cinta selalu menawarkan banyak rasa, tak melulu bahagia. Luka sering kali menjadi tema yang paling banyak mengajarkan perjuangan, bahwasanya cinta memang satu paket dengan pengorbanan.
Untuk bisa menembus makna cinta, tidak perlu kemewahan keadaan. Cukup saja ada saat dibutuhkan meski sederhana. Cinta selalu butuh kesederhanaan, tidak terlalu perlu hal yang terlalu tinggi untuk diberikan.
Ketinggian harapan selalu menuntut langkah lebih banyak lagi, ada masa-masa terjatuh yang seharusnya menjadi hikmah, terkadang justru membuat lemah. Hingga akhirnya terlalu banyak manusia yang tersadarkan dengan kehilangan dan berujung penyesalan.
*****
Other Stories
Kelabu
Cinta? Apakah aku mencintai Samuel? Pertanyaan yang sulit kujawab. Perasaanku padanya sepe ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...
Egler
Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...
Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap
Hidup Arka runtuh dalam sekejap. Pekerjaan yang ia banggakan hilang, ayahnya jatuh sakit p ...
Institut Tambal Sains
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...
Yang Dekat Itu Belum Tentu Lekat
Dua puluh tahun sudah aku berkarya disini. Di setiap sudut tempat ini begitu hangat, penuh ...