Prolog
Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. Aku adalah penikmat kopi juga pencandu hal yang manis seperti dirimu. Iya, dirimu yang selalu menjadi bayang-bayang di dalam pikiranku. Bila timbul pertanyaan sejak kapan bayanganmu menjadi kuat, aku tidak tahu, aku tidak menyadarinya, tiba-tiba saja ia seperti virus yang menyebar menjangkiti pikiranku. Hampir setiap Jumat aku datang ke café yang selalu ramai dipenuhi generasi millennial saat ini. Maklum, lokasinya sangat strategis di tengah lingkungan masyarakat hedon bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Namun, selalu saja pramusajinya lupa memberikan gula pada kopi hitamku, mungkin hanya aku pengunjung yang menikmati kopi dengan gula pikirnya. Seperti dua sendok gula untuk kopiku itu, entah sejak kapan hariku tak lagi lengkap dan manis tanpa kehadiranmu. Canda tawa, wajah khasmu merekat kuat di ingatanku.
Mohon maaf, jika aku hanya memendam malu tak mengakui ini padamu. Aku memang terlahir pemalu, apalagi dengan urusan seperti ini. Tapi, sungguh aku sangat membutuhkanmu. Memang butuh waktu sekian lama untuk menyadari ini, dibutuhkan keheningan dan kesadaran yang mendalam untuk meyakinkannya. Tapi sekarang aku benar-benar yakin. Hanya kau yang mampu membuatku jatuh pada kubangan rasa cinta ini, hanya kau yang mampu membuatku diam terhening, hanya kau yang mampu membuatku merindu.
Katakan padaku, harus seberapa lama lagi diri ini terdiam karena menahan diri membisikkan cinta untukmu?
Haruskah aku menjadi seorang yang mencintai tanpa sepengetahuan orang yang dicintai?
Other Stories
Rest Area
Hidup bukan tentang menemukan tempat tanpa luka, tetapi bagaimana tetap hidup untuk esok d ...
Pasti Ada Jalan
Sebagai ibu tunggal di usia muda, Sari, perempuan cerdas yang bernasib malang itu, selalu ...
Breast Beneath The Spotlight
Di tengah mimpi menjadi idol K-Pop yang semakin langka dan brutal, delapan gadis muda dari ...
Hantu Dan Hati
Zaki yang baru saja pindah kesebuah rumah yang ditinggalkan, menemukan fakta bahwa terdapa ...
Mr. Boros Vs Mrs. Perhitungan
Rani berjuang demi adiknya yang depresi hingga akhirnya terpaksa bekerja sama dengan Radit ...
Liburan Yang Menelanjangi Kami
Tujuh mahasiswa BAKOR-UNAS memilih merayakan kebebasan selepas UAS dengan cara yang tampak ...