Epilog
Aku masih memperhatikan anak itu. Anak yang ternyata jiwanya telah diambil oleh sosok yang jahat, sehingga dia harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Di rumah sakit jiwa, aku lebih sering melihat dia menangis ketakutan, lantas menutup telinganya dan setelah itu memeluk lutut. Sesekali dia tertawa, tapi tidak lama. Paling sekitar 2 menit saja.
Aku sengaja berkunjung ke kamarnya dan saat itu dia sedang menutup telinga sambil menangis, sejak saat itu kuketahui bisikan-bisikan lada masih mengerubungi dirinya.
“Jangan coba melanggar mitos, karena mitos bisa menjadi sebab kematianmu.”
Other Stories
Dante Fairy Tale
“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita ge ...
Melepasmu Dalam Senja
Cinta pertama yang melukis warna Namun, mengapa ada warna-warna kelabu yang mengikuti? M ...
Sudut Pandang
Hidup terasa sempit?Mungkin bukan masalahnya yang terlalu besar,tapi carapandangmu yang te ...
.
. ...
Aru Dan Memoar Yang Hilang
Manusia bisa lebih berbahaya dari makhluk apa pun di alam ini. Bertahun-tahun lalu, manusi ...
Jogja With You
Tertinggal kereta mungkin tidak selamanya menjadi hal buruk. Mungkin Tuhan mau kamu bertem ...