Bisikan Lada

Reads
2.3K
Votes
0
Parts
16
Vote
Report
Penulis Imas Pupu

Teka-teki

      Sepulang dari rumah Nindya, aku mencoba browsing tentang gua yang dimaksud, tentang mitos yang beredar dan cara mengatasi kesialan dari mitos itu. Tapi ternyata nihil, hasil yang didapat hanya segelintir saja dan tidak menjawab sama sekali apa yang menjadi pertanyaan.
Sampai larut malam, aku masih saja browsing berharap dapat beberapa artikel yang dapat membantu memecahkan apa yang sedang keluarga Nindya rasakan. Ada satu artikel yang tiba-tiba saja muncul dibagian teratas. Artikel tentang penemuan tiga mayat di sekitaran gua tersebut. Di dalam artikel dikatakan, bahwa tidak ada tindak kekerasan pada ketiga mayat itu, bahkan hanya ada bercak hitam di sekitar lehernya. Aku memperbesar beberapa gambar mayat tersebut dan ternyata bercak itu sama dengan apa yang ada di leher Ragam. Tapi, ada yang sedikit janggal dengan artikel ini, gambarnya tidak ada yang disensor sama sekali. Entah dapat dari mana gambar-gambar ini.
Aku mencoba menelusuri pemilik blog. Ternyata yang kutemukan pemilik blog ini adalah salah satu dari ketiga pemuda yang meninggal di sekitaran gua. Tiba-tiba saja bulu kuduk berdiri. Bagaimana mungkin ada mayat yang bisa menulis sebuah artikel, terlebih blog ini sudah beberapa bulan tidak ada yang ngisi. Apa mungkin kerjaan hacker? Tapi rasanya tak mungkin, melihat hanya beberapa saja yang berkunjung ke blog nya.
Aku terus saja menelusuri blog itu. Ada beberapa artikel tentang gua dan mitos di daerah dia ditemukan meninggal. Aku kembali ke artikel yang pertama dibaca. Tapi, ternyata artikel itu tidak ada sama sekali. Beberapa kali mencari kembali, hasilnya tetap nihil. Artikel itu menghilang.
Ada beberapa informasi di artikel. Terlebih tentang kematian mereka yang ternyata dibunuh oleh roh. Ini benar-benar diluar perkiraan. Kukira di zaman sekarang mitos tak pernah benar-benar ada.
Aku kembali mencari pemilik artikel itu, ada artikel terakhir sebelum dia dan temannya ditemukan meninggal. Sebuah surat perpisahan yang berisi permintaan maaf atas apa yang pernah dia lakukan terhadap orang-orang terdekat, bahwa di artikel terakhirnya itu bilang bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju kematian. Ah, ini benar-benar Membuatku kehilangan akal.
Tiba-tiba saja lampu kamar mati, laptop juga mati dan jendela terbuka oleh angin yang berembus sangat kencang. Suasananya benar-benar menakutkan, terlebih ada suara pintu diketuk. Aku memberanikan diri untuk membuka pintu. Napas memburu, tak tahu apa yang sebenarnya ada di balik pintu itu.
Saat membuka pintu, tiba-tiba saja berdiri seorang lelaki sedang memegang cempor. Lelaki itu persis dengan seseorang diantara ketiga mayat tersebut. Aku tersentak kaget dan terjatuh. Beberapa kali mengucek mata, tapi tetap saja sosok itu masih ada. Sosok itu menunjuk ke arah laptop. Aku segera menengok dan di laptop terlihat ada beberapa tulisan. Aku tak mengerti dan hanya melihat ke arahnya dengan napas yang sudah tak teratur. Di belakang lelaki itu terdapat satu sosok yang lebih tinggi, lebih besar, wajahnya penuh sayatan, matanya melotot dan dia sepertinya marah, sangat marah.
“Jangan baca!” bentaknya. Saat dia membentak, darah mengalir di bekas sayatan pipinya, matanya juga mengeluarkan banyak darah. Sementara sosok yang membawa cempor menyuruhku untuk cepat-cepat membaca apa yang ada di laptop. Tanpa pikir panjang, aku segera berlari ke arah laptop itu. Aku mencari gadget dan segera memotret apa saja yang ada di laptop.
Saat aku melihat ke belakang, di mana sosok yang tadi ada. Ternyata sudah menghilang, meninggalkan sosok yang lebih besar dan dia mendekat, bahkan mencekik. Dia mengangkatku ke atas, napas sudah tidak bisa dikendalikan dan pandangan sudah mulai kabur. Tapi ternyata, ada tiga pemuda yang mencoba melepaskan cekikan dia.
Keadaan kamar sudah mulai berantakan. Sosok itu melepaskan cekikannya dan aku beberapa kali memegang leher. Suara kuda terdengar, bahkan di luar pun terdengar ada yang marah menggunakan bahasa sunda. Jika tak salah, dia memarahi sosok bertubuh besar itu. Katanya jangan sembarangan membunuh oranng, bahkan menjual namanya. Aku semakin tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sosok-sosok itu membuat takut sekaligus membuat penasaran. Apa sebenarnya hubungan antara keduanya.
Sosok bertubuh besar tadi melihat ke arahku, dia terbang sangat cepat melewati “Lihat saja siapa yang akan duluan. Menyelamatkan, atau membunuh!” setelah itu gema tawanya memenuhi seisi ruangan dan saat itu pula sosok tiga pemuda tadi menghilang dibarengi dengan lampu dan laptop yang kembali nyala.
“Kamu kenapa?” Ayah dan Ibu tiba-tiba membuka pintu, sementara kamarku sangat berantakan.
“Enggak, enggak ada apa-apa, kok,” jawabku gugup.
Ayah dan Ibu masuk, mereka memandangi kamar yang super berantakan ini.
“Ini kenapa, kok tumben kamu ngebiarin kamar berantakan seperti ini?” cecar Ibu.
“Eh itu loh, tadi … tadi tuh. Itu loh Bu, apa sih. Itu loh Yah …”
“Udah udah, sekarang kamu tidur saja dan besok kamarmu harus seperti biasanya. Ayo Bu kita tidur lagi, udah tengah malem. Kamu juga cepetan tidur dulu Xeon.” Ayah membawa ibu pergi dari kamarku.
“Ah untunglah,” gumamku.
Setelah kepergian ayah dan ibu aku segera membaca apa yang tadi sudah aku potret di gadget. Ternyata apa yang tadi ada di laptop bisa memberi jalan pada masalah keluarga Nindya. Semoga saja, apa yang tertulis di sini benar-benar menjadi solusi.
Besok kita pecahkan kejadian-kejadian aneh di rumahmu, aku sudah menemukan solusinya. Sebuah pesan aku kirim kepada Nindya.

Other Stories
7 Misteri Di Korea

Untuk membuat acara spesial di ulang tahun ke lima majalah pariwisata Arsha Magazine, Om D ...

Kita Pantas Kan?

Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...

Absolute Point

Sebuah sudut pandang mahasiswa semester 13 diambang Drop Out yang terlalu malu menceritaka ...

Seribu Wajah Venus

Kisah-kisah kehidupan manusia yang kuat, mandiri, dan tegar dalam menghadapi persoalan hid ...

After Meet You

kacamata hitam milik pria itu berkilat tertimpa cahaya keemasan, sang mata dewa nyaris t ...

Kucing Emas

Kara Swandara, siswi cerdas, mendadak terjebak di panggung istana Kerajaan Kucing, terikat ...

Download Titik & Koma