Pintu Dunia Lain

Reads
4.1K
Votes
0
Parts
25
Vote
Report
Penulis Vita Sari

Darah Hitam

SCP foundation adalah hal yang ditawarkan Gihon untuk membantu Nadiva dan perusahaannya sekaligus kekesalan tertinggi yang pernah dirasakan oleh Nadiva kepada Gihon yang pada akhirnya usul itu diterimanya juga. Seperti Nadiva, tentu saja orang besar seperti Adhar Irfandi tak semudah itu menerima hal tak masuk akal.
SCP Foundation merupakan sebuah yayasan yang telah dipercayakan oleh pemerintah untuk mengendalikan penyerangan. SCP berasal dari singkatan secure (amankan), contain (tahan), dan protect (lindungi). Yayasan ini bertugas untuk mengamankan benda-benda aneh dan fenomena-fenomena yang tersebar di seluruh dunia. Tujuan SCP Foundation mulia, yakni meminimalisir ketakutan manusia dan membuat mereka bisa bekerja secara normal tanpa dihantui rasa takut oleh keberadaan makhluk ekstradimensional. Makhluk yang ditahan untuk dilindungi oleh yayasan ini pada akhirnya disebut sebagai makhluk SCP.
Gihon bercerita panjang kali lebar tentang apa yang diketahuinya sedangkan Nadiva bercerita tentang bagimana Adhar Irfandi merespon dingin penawaran tersebut. Nadiva terlihat muram bukan karena ajuannya ditolak, tapi lebih karena menganggap dia gagal memberikan solusi untuk pertama kalinya.
Lagu I Give You My Heartmemenuhi ruang tempat Gihon dan Nadiva duduk. Telepon dari Adhar Irfandi. Nadiva mengangkat.
“Halo, Pak.”
“Kamu boleh datang ke rumah?”Nadiva mengiyakan.
Di dalam kantor, Adhar Irfandi adalah atasan Nadiva, namun di luar, bos besar itu menjadi ayah angkatnya. Ayah angkat yang – sekali lagi – hanya mengharapkan dirinya menjadi pewaris supaya perusahaan tidak hancur karena ‘pendatang’ yang salah. Pendatang, pendamping putra tunggal satu-satunya.
***
Nadiva ada di sini. Sebuah gedung putih yang dilapisi warna emas di bagian tiang gedung. Tentu saja, gedung ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan tempat Nadiva bekerja. Dihadapannya tersuguh makanan ringan, jus jeruk yang dicampur es, sedangkan di luar, cahaya matahari terasa sangat panas. Lebih dari itu, Nadiva tak bisa menolak kharisma yang begitu mengaura dari lelaki di depannya.
“Agen Wira,” ujar pria itu sambil berjabat tangan. Pria di sebelah kanan dan kiri Agen Wira terdiam. Barangkali merasa tak perlu memperkenalkan diri. Nadiva juga tak lupa menyebut namanya. Tak ada rasa kaku dalam pertemuan itu karena Nadiva sudah terbiasa melakukan hal yang sama. Kerja sama dengan perusahaan lain, kerja sama dengan perusahaan yang bahkan lebih besar dari sebatas yayasan seperti ini.
“Saya Nadiva. Oleh perusahaan diberi tugas untuk menyampaikannya kepada Anda. Ini...” Nadiva berhenti sejenak. “Ini masalah perusahaan yang seharusnya menjadi rahasia,” ada nada penyesalan di dalam perkataan Nadiva. Agen Wira tersenyum. Perusahaan besar mana pun pasti akan mengatakan hal yang sama.
“Kami tahu. SCP dan Adhar Inc. tentu saja akan membuat kontrak kerja terkait ini. Kami tak pernah berniat untuk membeberkan rahasia dan kecacatan yang dimiliki oleh perusahaan yang kami bantu.”
Nadiva terkesan atas kepercayaan diri laki-laki di depannya. Lembar berwarna abu kehitaman diberikan oleh salah seorang yang diduga Nadiva sebagai salah satu staf SCP. Lembaran itu berisi beberapa persyaratan yang harus disepakati bersama sebelum adanya kerja sama.
“Ini kontrak kerja antara perusahaan saudari dengan SCP Foundation.”
Nadiva mengangguk. Membaca kontrak itu dengan teliti. Raut wajah Nadiva perlahan berubah.
“Setengah dari keuntungan perusahaan?” Gadis itu memicingkan mata.
Agen Wira mengangguk. “Benar. Itu adalah hal yang tak bisa ditolak, kecuali ketika kami juga akan berani menolak membantu perusahaan Anda.”
Nadiva menghela napas pelan, takut pihak SCP Foundation mengetahui keresahannya yang tiba-tiba sedangkan Agen Wira duduk tenang di hadapannya. Dua orang laki-laki yang barangkali adalah rekan kerjanya ikut menatap Nadiva dengan pandangan yang hampir sama. Menunggu.
Suasana ruangan begitu tenang kecuali saat tiba-tiba Nadiva dikejutkan oleh suara debum dari lantai atas. Nadiva terperanjat dan hampir berdiri dari tempat duduknya ketika bahkan tangannya tiba-tiba terasa beku. Ini hal yang pernah dirasakan ketika berada di dalam mobil sendirian beberapa hari yang lalu. Wajah gadis itu pucat pasi.
“Itu salah satu makhluk SCP yang kami tahan supaya tak mengganggu kehidupan manusia.” Agen Wira menatap mata gadis itu dengan lekat namun datar.
Nadiva terdiam. Tubuh kakunya mulai kembali normal, namun segera dia berteriak saat melihat ke arah jendela yang terbuka. Wajahnya kembali pasi saat melihat di depan jendela itu ada hewan langka yang sebelumnya tak pernah dilihat.
“Ini hewan purba. Tentu tak hidup lagi. Hanya sebuah patung,” ujar Agen Wira menjelaskan. Nadiva seperti tak yakin dengan apa yang dikatakan lelaki itu. Dia melihat hewan purba itu begitu nyata. Bagaimana bisa patung hewan itu didesain sedemikian rupa sehingga kelihatan hidup dan menakutkan?
“Barangkali kantor ini menyimpan banyak mistis.”
“Lebih tepatnya mengamankan hal-hal mistis itu,” ujar Agen Wira membetulkan perkataan Nadiva. Nadiva mengangguk sekalipun dia tak yakin dengan rasa percayanya sendiri.
“Apakah SCP Foundation bisa memastikan akan mengamankan seluruh hal mistis yang tiba-tiba saja menyerang perusahaan?”
“Tentu saja. SCP membantu setiap hal yang butuh dibantu dan memberantas segala yang ingin diberantas.”
Nadiva memandang sekilas ke arah Agen Wira.
“Sebelum saya menandatangani kontrak kerja ini, bolehkah saya bertanya?”
“Silakan.”
“Anda sebagai apa? Di mana direktur yayasan Anda?”
“SCP hanya memiliki rekan. Mereka tak butuh pemimpin karena pemimpin tak butuh dipimpin.”
Agen Wira mengambil cangkir kecil berisi darah hitam yang diberikan kepada Nadiva. Lalu, gadis itu memberi cap pada kontrak itu dengan jarinya sendiri. Darah hitam yang kemudian mengaliri sekujur tubuhnya.

Other Stories
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )

pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...

Way Back To Love

Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan  datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...

Blind

Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...

Balada Cinta Kamaliah

Badannya jungkir balik di udara dan akhirnya menyentuh tanah. Sebuah bambu ukuran satu m ...

Hold Me Closer

Karena tekanan menikah, Sapna menerima lamaran Fatih demi menepati sumpahnya. Namun pernik ...

Cinta Di Balik Rasa

memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...

Download Titik & Koma