Pintu Dunia Lain

Reads
4.1K
Votes
0
Parts
25
Vote
Report
Penulis Vita Sari

Misi Bersama

“Kita adalah bagian yayasan yang menangani masalah yang ada di masyarakat dengan niat tulus. Tujuan mulia kita adalah membantu orang banyak. Kita jangan sampai lupa, yang kita tolong adalah masyarakat keseluruhannya.”
Agen Wira melangkah di sekitar tempat duduknya. Menjadi kebiasaan baginya tak bisa duduk kalau sedang memimpin rapat. Antusiasme yang dimiliki seolah lekang jika dia hanya berdiam diri di sana.
“Kita anggap kematian rekan kita, Marsella, adalah sebuah kecelakaan.”
“Bagaimana bisa itu hanya sebuah kecelakaan? Bukankah SCP Foundation selalu tahu motif sebuah tindakan sampai ke akar-akarnya?” Seseorang menyeletuk dari belakang. Agen Wira menanggapi.
“Benar. Sampai saat ini tentu kita sedang menyelidiki, sayangnya, bukti tak cukup kuat.”
“Bukti? Apakah kamu sudah mendapat motif kematian itu, Wir? Atau praduga awal mungkin?”
“Ya. Tapi, belum ada bukti yang valid tentang itu.”
“Apakah kata-kata dalam buku catatan Marsella tidak bisa kita artikan kali ini? Setiap yang tersisih adalah beda, setiap yang beda adalah tersisih.”
Agen Wira terdiam. Dia tahu, bukan hal ini yang seharusnya mereka perbincangkan untuk saat ini, melainkan masalah pelik yang sedang terjadi di perusahaan Adhar Inc.
“Baik. Saya luruskan kembali, kita akan membahas ini dan pasti akan membahasnya jika seandainya kita sudah mendapatkan bukti yang pasti. Kita – seluruhnya – rekan SCP Foundation bekerja sama untuk mencari motif kematian Marsella. Namun, kita jangan lupa, Adhar Inc. sedang membutuhkan kita. Teror untuk mereka butuh dihentikan kalau bisa hari ini juga.”
“Wir, kamu lupa siapa yang memulai semua ini?” Agen Liharson yang sedari tadi tak bersuara tiba-tiba angkat bicara.
“Tentu saja saya tak lupa, Li. Justru karena saya tak lupa, saya mengingatkan teman-teman bahwa tugas kita adalah untuk menghentikan teror ini sebelum semua berakhir tanpa sisa.”
Cahaya bulan purnama terpancar di sudut ruangan. Angin malam mendesah sedangkan makhluk SCP yang berhasil ditahan oleh SCP Foundation mengeluarkan taring. Malam seperti ini, makhluk itu merasa sangat hidup dan merdeka. Bebas berteriak, bebas melakukan apa yang mereka inginkan, menghancurkan bangunan di sekitarnya. Beruntung, mereka belum keluar untuk menantang para penakluknya – SCP Foundation.
Staf SCP Foundation melakukan rapat setiap malam jumat. Diprediksi di malam seperti inilah ilham itu mendatangi mereka sehingga mereka bisa memikirkan apa yang sedang mengganggu pikiran mereka.
Masalah Marsella dan motif kematiannya, Agen Wira sudah mendapat beberapa bukti namun dia merasa belum saatnya untuk membukanya ke forum karena ada hal pelik dan meluruskan niat yang harus dikerjakannya saat ini. Tak boleh terlambat karena SCP Foundation punya masa daluarsa menjalankan tugas tergantung sulit tidaknya masalah itu.
Untuk membantu Adhar Inc., SCP Foundation butuh waktu tiga bulan tiga hari. Tak boleh lebih dan tak boleh kurang. Hari ketiga bulan ketiga, hari itulah menjadi hari penentu dan penguak segala apa yang mereka selidiki. Ilham itu akan datang sendiri,
“Sama seperti ilham yang kita terima di hari ketiga puluh tiga setelah kita kerja sama dengan Adhar Inc, kita tak boleh membiarkan semua staf menjadi korban. Namun, untuk Adhar Irfandi, kita...”
“Bukankah beberapa yang lain mendapat ilham berbeda? Yang lain justru mengatakan bahwa Adhar Inc. akan musnah dan semuanya akan hangus.”
“Bukan berarti semua karyawan,kan?” agen Wira menangkis pernyataan itu dengan segera.
“Semua karyawan.”
“Bukan... Bukan... Pasti ada sesuatu yang salah dengan itu.”
“Tapi...”
“Tujuan awal kita hanya satu. Ingat?”
Diam.
“Jangan kita keburu emosi semata. SCP Foundation itu lembaga yang suci yang membantu mengeluarkan setiap pribadi dari masalah. Kita akan menjadi kelompok pembunuh jika kita tak berhasil mengamankan Adhar Inc. dari makhluk SCP. Oleh karena itu, mari bekerja. Tolong bantu saya dengan pemahaman yang satu tentang visi misi SCP Foundation yang sebenarnya.”
Agen Wira menatap teman-temannya. Dia tahu, perbedaan pola pikir sedang merambat di hati masing-masing. Ada yang berpikir bahwa hanya direkturlah yang seharusnya menjadi korban, namun yang lain berfirasat, sudah menjadi keharusan setiap orang yang ada di sana, mahkluk SCP akan melahap habis darah mereka, sebelum makhluk berbahaya itu berhenti melakukan teror.
Ada sesuatu yang berubah sejak kematian Marsella, seolah kematian itu mengubah niat awal mereka. Pro dan kontra pun terjadi di tengah perjalanan misi mereka. Pihak pro berusaha meyakinkan bahwa Adhar adalah satu-satunya orang yang harusnya menjadi korban dari makhluk SCP itu, sedangkan yang kontra justru sebaliknya.
“Tak akan ada penyelesaian jika saja kita yang satu visi menjadi tak sepaham,” beberapa yang lain menjadi pendamai yang berusaha mendinginkan situasi.
“Mari bekerja,untuk misi bersama.”

Other Stories
Luka

LUKA Tiga sahabat. Tiga jalan hidup. Tiga luka yang tak kasatmata. Moana, pejuang garis ...

Nestapa

Masa kecil Zaskia kurang bahagia, karena kedua orangtua memilih bercerai. Ayahnya langsung ...

Melepasmu Untuk Sementara

Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...

Bad Close Friend

Denta, siswa SMA 91 Cirebon yang urakan dan suka tawuran, tak pernah merasa cocok berteman ...

Dua Mata Saya ( Halusinada )

Raihan berendam di bak mandi yang sudah terisi air hangat itu, dikelilingi busa berlimpah. ...

Akibat Salah Gaul

Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...

Download Titik & Koma