Pintu Dunia Lain

Reads
4.1K
Votes
0
Parts
25
Vote
Report
Penulis Vita Sari

Tersisih

Staf SCP Foundation berkumpul. Terlihat Agen Wira menopang dagu di barisan paling depan. Berkali-kali dia menatap ke seluruh rekan kerjanya. Barusan, Agen Wira mendapat kabar bahwa Marsella tewas dengan mengenaskan. Marsella adalah satu tim administrator terbaik yang dimiliki oleh yayasan.
“Ini ulah SCP-957.”
Semua terdiam. Agen Wira terdiam. Agen Liharson mengamati bagian tubuh Marsella yang hancur. Semua yang diperusahaan itu tentu saja tak terlalu sulit menebak bahwa itu adalah SCP-957. SCP kelas Euclid ini selalu meninggalkan jejak. Kali ini, jejak itu di buku harian yang dimiliki oleh si korban.
“Setiap yang tersisih adalah beda. Setiap yang beda adalah tersisih.”
Apa maksudnya?
Tersisih & beda. Beda & tersisih. Semua mulai menduga-duga. SCP Foundation gempar. Bagaimana mungkin mereka diserang? Bagaimana bisa SCP yang berbahaya itu datang tanpa seorang pun yang mampu menjadi saksi. SCP-957 memang SCP yang pemalu. SCP satu ini akan datang ke tempat yang sunyi dan hanya dihuni oleh seorang manusia saja. Jika saja Marsella sedikit berteriak, mungkin SCP si pemalu yang ganas itu akan segera kabur.
“Wir...”
Agen Wira mendongak. Madistra, asitennya sejak lima tahun terakhir sedang menyapanya.
“Saya menduga, Marsella berniat lebih jauh melangkah dari kita.”
Agen Wira terdiam. Tak banyak waktu mereka untuk bertanya lalu tak menemu jawaban. Hari itu, mereka bubar setelah menyimpan jasad Marsella untuk bahan eksperimen selanjutnya. Desas-desus, pro dan kontra, bisik-bisik tak menentu, perkumpulan orang-orang sepaham mulai berkembang.
***
Nadiva menerima chat dari Agen Wira tentang Marsella.
“Turut berduka,” ujar gadis itu dengan pelan. Dia sadar, teror ini terlalu hebat. Sebelum dengan pasti Nadiva meminta kerja sama dengan SCP Foundation, dia mencari tahu tentang yayasan itu dan menarik kesimpulan hanya yayasan itu yang sangggup membantu mereka sejauh ini.
Bedanya Tuhan dengan manusia, Tuhan bekerja sambil menonton manusia, sedangkan manusia bekerja di bawah tangan Tuhan. Mungkin itu sebabnya SCP harus butuh strategi yang ekstra dan Adhar Inc. harus selalu siap membantu mereka. Itu namanya kerja sama.
Lima menit berlalu saat Adhar menelepon Nadiva.
“Marsella, tim tata usaha yayasan SCP meninggal akibat teror,” ujar Adhar saat Nadiva belum mengucapkan salam. Akhir-akhir ini, Adhar Irfandi sangat sensitif. Meski tak banyak yang tahu, tapi Nadiva paham dengan tekanan yang dialami direktur. Tak jarang Adhar memaki setiap karyawan yang menemui mereka untuk membicarakan urusan perusahaan. Bahkan, beberapa orang dipecat tanpa tedeng aling-aling.
Adhar mematikan telepon tanpa arah pembicaraan yang jelas. Nadiva sudah cukup tahu, itu adalah bagian dari tekanan.
***
Sudah tiga minggu berlalu. Setiap hari, suasana kantor tidak sedetik pun mengalami ketenangan.Teror demi teror, ketidaknyamanan menguasai seluruh pikiran. Andai bukan karena Vitria dan cerita pahit masa lalunya, ini bisa menjadi tombak bagi Nadiva untuk segera minggat seperti yang dilakukan oleh beberapa karyawan lain.
Vitria bertahan di sini untuk melunasi utang masa lalu ayahnya. Entah berapa jumlah utang ayah Vitria, Nadiva enggan untuk bertanya tentang itu. Takut Vitria jadi sedih dengan kenangan buruk itu.
“Bahkan, tubuhmu pun tak pernah sanggup melunasi utang-utang ayahmu.” Nadiva pernah mendengar pembicaraan Vitria dan Adhar Irfandi, saat tak sengaja melintas. Sejak hari itu, Nadiva paham, seorang Adhar Irfandi harus mendapat hukumnya, suatu hari nanti.

Other Stories
Losmen Kembang Kuning

Rumah bordil berkedok losmen, mau tak mau Winarti tinggal di sana. Bapaknya gay, ibunya pe ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita ge ...

Blek Metal

Cerita ini telah pindah lapak. ...

Sebelum Ya ( Ketika Hidup Butuh Diperjuangkan )

(Diangkat dari kisah nyata. Kisah-kisah penuh hikmah bagi tokoh utama, yang diharapkan bis ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

Download Titik & Koma