Cinta Bukan Ramalan Bintang

Reads
961
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
cinta bukan ramalan bintang
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Penulis Nenny Makmun

Nggak Berubah

Dan waktu berjalan setelah sembilan bulan jadian dengan Kak Dito sekarang harus jomblo, Narian tetap tidak berubah dengan ramalan bintangnya.
Valen sempat bangku hantam dengan Kak Dito, rasa amarahnya terlampiaskan. Walau bibirnya harus berdarah-darah akibat pukulan balasan yang dilayangkan Kak Dito membuat Valen tidak merasa sakit, malah sebaliknya merasa bahagia karena Narian jadi sempat merawatnya.
Untuk pertama kalinya tampak Narian sangat mengkhawatirkan dirinya yang babak belur wajahnya.
“Kak Dito sialan beraninya menghajar kamu Val! Harus aku labrak!” Narian tampak emosi.
“Ah nggak usah! Tadi aku yang memulainya. Aku nggak terima kamu diperlakukan seenaknya! Aku yang memukul dia pertama kali dan yaah… dia hanya membela diri kok. Aduh pelan-pelan dong Nari...” Valen mengaduh saat Narian mengusap bibirnya dengan kompres air es.
Narian kali ini menuruti dan mengompres dengan lembut, sesaat berdua saling bertatapan, tapi Narian memilih membuang muka sementara Valen memilih menatap dekat wajah Narian sepuasnya, mumpung dirinya lagi berwajah hancur lebur, mana tahu Narian kalau sedang ditatap utuh.
Valen merasa ada yang berubah dengan Narian sejak dirinya babak belur berkelahi dengan Kak Dito untuk membelanya. Sepertinya Narian lebih perhatian.
Valen tersadar saat Narian mengobati luka akibat berkelahi dengan Kak Dito, Si Horoscope Girl sepertinya juga menyayanginya. Tampak Narian sangat perhatian merawat dirinya, sangat berbeda perlakuannya.
Valen bahagia karena Narian tidak merasa terpuruk dengan pemutusan sepihak Kak Dito, apalagi setelah Valen menghajarnya. Rasanya impas, sakit hatinya juga terlampiaskan.
***
Hari terlewati seperti biasa, Narian tetap saja berangkat dan pulang sekolah dengan Valen dan tak ada gosip mereka jadian juga, karena semua anak-anak di SMU Seroja sudah tahu kalau bintang Gemini tidak berjodoh dengan bintang Aquarius, seperti yang diinfo-info oleh Narian setiap ada anak yang mempertanyakan kedekatan mereka berdua.
Dan semua anak di sekolah juga sudah tahu Narian tidak akan pernah mengubah kepercayaannya akan ramalan bintang majalah Felia kesayangannya. Mau diapain tetap saja Valen hanyalah sahabat merangkap kacung kampret Narian.
Inilah yang sekarang membuat Valen merasa mulai terasa pedih. Jujur semakin hari hati Valen semakin menyayangi Narian. Tiga bulan menemani Narian yang putus dengan Kak Dito rasa sayangnya tumbuh semakin besar saja.
Valen juga terus memompa semangat Narian yang akhirnya bisa masuk ke jurusan IPA yang didambakan, karena cita-citanya ingin masuk Fakultas Kedokteran. Tetap menjadi penjaga Narian berangkat dan pulang sekolah dan pastinya tetap menjadi pendengar setia akan ramalan-ramalan bintang yang selalu dibaca Narian tiap dua pekan sekali.
***
Seperinya Narian tidak belajar dari pengalaman kemarin, buktinya masih saja setelah putus dengan Kak Dito dirinya tidak lepas dari ramalan- ramalan bintang di majalah yang tetap saja lanjut berlangganan.
Sudah jelas banyak sekali yang meleset dari ramalan bintangnya, tidak hanya soal asmara tapi pendidikan, keuangan, pertemanan. Sayangnya Narian masih berharap akan bertemu dengan cowok berbintang Libra yang dianggap satu-satunya cowok paling cocok untuk menjadi pacarnya.
Valen sekarang tidak bisa lagi menganggap enteng hatinya. Tiga bulan memulihkan menghibur hati Narian yang putus dengan Kak Dito telah menumbuhkan bukan hanya sahabat dalam lubuk hatinya. Ya, semakin dalam rasa sayang yang bersemayam di hatinya. Valen memang sangat menyayangi Narian apa adanya cewek itu.
Apa adanya Narian yang lebay dengan ramalan bintangnya, manis, sikap bossy-nya tapi sekaligus akan sangat sepi bila Narian tidak bersamanya.
Terasa bila ada hari libur tanggal merah di luar hari Sabtu dan Minggu yang menyebabkan Valen tidak bertemu beberapa hari rasanya ada yang hilang. Valen kangen dengan celotehannya meskipun itu kembali celotehan seputar ramalan bintang.
Cinta hadir karena terbiasa, sepertinya itulah kalimat yang paling tepat mengapa Valen menjadi jatuh hati dengan Si Horoscope Girl.
Valen sudah sangat terbiasa dengan ramalan-ramalan bintang yang Narian bacakan, bahkan kadang sesekali menimpalinya.
Ternyata memang Narian tidak berubah! Beberapa kali ramalan itu meleset, tapi tidak mengubah sedikit pun pendirian untuk sekali saja tidak memercayai ramalan bintang.
“Narian, sampai kapan kamu akan terus memuja horoskop, sayang sekali kamu tidak sadar ada satu hati yang tidak berbintang Libra atau Aquarius tapi Sagitarius dan itu aku selalu memujamu dan aku akan menunggu kamu Narian My Horoscope Girl...”

Other Stories
Akibat Salah Gaul

Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...

Just Open Your Heart

Terkutuk cinta itu! Rasanya menyakitkan bukan karena ditolak, tapi mencintai sepihak dan d ...

Jodoh Nyasar Alina

Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...

Ayudiah Dan Kantini

Waktu terasa lambat karena pahitnya hidup, namun rasa syukur atas persahabatan Ayudyah dan ...

Cahaya Dalam Ketidakmungkinan

Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...

Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Download Titik & Koma