Cinta Bukan Ramalan Bintang

Reads
960
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
cinta bukan ramalan bintang
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Penulis Nenny Makmun

Sebuah Cinta Lama

“Val, kamu ingin tahu nggak ramalan bintang asmara Aquarius?” Narian mulai dengan acara ramalan bintangnya.
“Nggak ah, nggak pernah tepat juga!” Valen langsung menolak.
“Eits, ramalan bintang Aquarius untuk asmara nih, aku berbaik hati membacakan lho, dengerin ya… ada cinta lama akan menghampiri kamu dan tidak ada salahnya untuk dicoba daripada menunggu cinta yang nggak jelas dari seseorang yang kamu taksir! Hmmm gimana tuh Val? Ramalan bintang asmara kamu seru kan? Kamu pernah punya cinta lama nggak?” Narian langsung bertanya pada Valen.
“Ya Nggaklah! Aku nggak pernah jatuh cinta! Mana ada cinta lama! Ngaco tuh ramalan bintangnya,” Valen menjawab sengit.
Eentah kenapa pagi ini dia agak bosan dengan ramalan-ramalan bintang yang membuat hatinya sebal! Karena setiap bicara ramalan bintang seperti tidak langsung mengingatkan dirinya untuk tidak semakin jatuh cinta pada Narian. Apalagi Narian nggak pernah menganggap dirinya lebih dari sahabat. Sial!
“Kasihan deh! Ya sudah kalau nggak punya cinta lama... hmmm tapi bisa juga lho Val kamu memang nggak punya cinta lama tapi ada sosok cewek nih yang sebenarnya suka kamu! Tapi kamunya nggak tahu atau nggak suka! Kira-kira ada nggak Val?” entah feeling dari mana bisa-bisanya Narian bertanya seperti itu.
Tiba-tiba wajah Martha melintas begitu saja. Tapi Valen memilih menggelengkan kepalanya sambil setengah menunduk dan terpejam.
“Eee nggak ada tuh! Nggak ada yang suka aku dan enggak ada yang aku suka!” Valen bersikeras menjawab tidak ada, karena Valen teringat Martha yang langsung marah tiga bulan lalu saat dia membatalkan ketemu dirinya sepihak tanpa kabar apapun.
Ya, waktu itu mereka janjian akan bertemu di Minggu pagi untuk menemani Martha ke acara paduan suara di sekolahnya. Tapi gara-gara membaca WA-WA Narian yang masuk Rumah Sakit Persahabatan gara-gara Kak Dito memutuskan asmara mereka di ulang tahun Narian, semua rencana Valen dan Martha gagal total. Parahnya Valen lupa sama sekali tidak menelepon atau meminta maaf sampai sekarang.
Saat Valen sadar untuk meminta maaf, Martha sudah tidak mau sama sekali mengangkat telepon dan membalas SMS-nya.
Semakin kemari Valen semakin sibuk untuk memulihkan kondisi Narian pasca putus dengan Kak Dito yang terkadang suka sedih lebay nggak jelas. Padahal katanya sudah bisa move on, ternyata tidak segampang membalikkan telapak tangan untuk move on.
Sialnya selama tiga bulan ini semakin terus menghibur Narian, semakin Valen tidak bisa berbohong kalau dirinya benar-benar mencintai Narian. Tepatnya masih cinta bertepuk sebelah tangan karena Valen tidak pernah berani mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Valen takut Narian malah akan jadi antipati dengan dirinya, jadi biarkan saja waktu yang menuntunnya.
Baru saja Valen teringat Martha yang sudah tidak mau lagi mengenal dirinya, sebuah WA masuk dan ternyata dari Martha Maharani.
WA Martha Maharani :
Valen Van Guguk meskipun aku sakit hati banget! Tapi aku nggak bisa ngelupain kamu! Sial!
Entah kenapa Valen langsung tersenyum merekah, terselip rasa kangen juga dengan julukan yang hanya berasal dari Martha, sebuah nama, Valen Van Guguk!
Tanpa pikir panjang Valen membalasnya…
WA Valen:
Itu berarti kamu ada apa-apa dengan aku. What’s wrong with you Ata?
Jawaban WA Martha :
Aku suka kamu Val dari duluuuuuuu.
WA Valen:
Gombal! Martha Maharani, show me
Jawaban WA Martha :
I’ll do!
“Val! Val… ngapain kamu senyum-senyum sendiri. Udah ah aku mau ke kursiku! Awas kamu liatin aku terus lagi kaya waktu lalu dan kamu buat aku malu lagi! Kali ini nggak ada maaf buat kamu!” Narian melotot ke wajah Valen, mengingatkan Valen jangan melakukan kesalahan yang sama dengan memandangi wajah dirinya sepanjang jam pelajaran berlangsung.
Tapi saat Valen lengah, Narian usil ngerebut handphone Valen dan lari ke toilet cewek dengan cepat lalu membaca semua WA Valen dan Martha.
Dengan tanpa dosa Narian mengembalikan handphone ke Valen yang sudah merah padam menunggu di luar toilet cewek.
“Huuuuuu Martha ni ye....” Narian memasang wajah menggoda Valen yang tampak mati kutu.
“Benar kan ramalan bintang asmara kamu, cinta lama hadiiiiir. Cihuuuuy!” Narian berlari kencang menuju kelas IPA Satu duluan, sementara Valen mengekor di belakang. Untung Pak Derajat tidak marah pada mereka berdua yang dianggap terlambat beberapa menit memasuki kelas.
***
Dan pulang sekolah ini baik Valen dan Narian memilih diam-diaman. Valen dengan pikirannya akan Martha yang mengungkapkan rasa sukanya tapi juga merasakan hatinya antara malu dan khawatir kalau Narian tahu ada sesuatu antara dirinya dengan Martha.
Jujur Valen tidak ingin Narian tahu akan Martha yang hanya cerita lalu dan nggak ada artinya dalam hati.
Tapi tiga bulan lalu saat bertemu dengan Martha, Valen mengoreksi perubahan akan sosok Martha. Martha banyak berubah dan tampak dia sudah berusaha keras untuk menjadi sosok yang lebih dewasa.
Martha memang sesekali masih menggodanya, tapi hanya menggoda mengubah nama Valen saja, dulu saat SMP tidak hanya nama saja yang di-bully, tapi segala sikap Valen selalu dikomentari dan diejek-ejek oleh Martha yang waktu lalu menurut pandangan Valen sangat menyebalkan.
Sementara Narian tengah berpikir dengan otaknya dan sesekali berbicara dengan hatinya.
“Kalau Valen jadian dengan Martha apakah dirinya masih bisa sedekat ini? Ahhh kenapa juga aku kepo banget! Usil sekali tadi aku baca semua WA mereka!” Narian tengah merutuki kelakuannya yang minus tadi pagi di hatinya.
“Nari sudah nyampe, sampai besok ya!” Valen tersenyum sesaat dan memilih untuk cepat berlalu setelah mengantar Narian pulang sekolah.
Tadi Martha mengabari akan mampir ke rumahnya sepulang sekolah.
“Hmmm makasih ya Val! Eh Val kenapa kamu tidak mau cerita tentang Martha? Kita tetap sahabatan kan walau kamu misalnya ehem... jadian dengan Martha nih?” Narian menatap sambil mengerucutkan bibirnya.
“Nariii aku belum jadian kok, hmm lagian... Nggaklah! Nggak ada apa-apa kok antara aku dan Ata,” Valen berusaha tersenyum manis.
“Lagian cewek yang aku suka dan aku sayangi sebenarnya kamu...” lagi-lagi Valen hanya berani meneruskan dalam hati.
Wajah Martha menari-nari di otak Valen, tiba-tiba memang ingin sekali Valen bertemu dengan Martha dan mungkin akan berbagi cerita tentang Narian yang tengah membuat hatinya tak karuan.
Sama sekali belum terlintas kalau Martha benar-benar serius menyukainya. Baginya setiap perkataan Martha walau sudah berubah lebih dewasa masih sama di waktu lalu hanya mau menggodanya, membuat marah dan hanya mencari perhatiannya. Martha tidak pernah serius apapun terhadap dirinya.
***
Kedatangan Martha memang ditunggu Valen, setidaknya Martha mungkin bisa menjadi teman curhat seperti waktu di Kedai Coffe Cossy.
Saat itu Valen dengan ringan banyak bercerita tentang Narian. Tanpa mungkin Valen sadari hati Martha menahan untuk sangat bersabar.
Valen begitu berapi-api, bersemangat dan matanya penuh binar setiap menyebut Si Horoscope Girl, hal yang ingin Martha juga harapkan dan inginkan bila Valen juga menyanjung dirinya seperti terhadap Narian.
Ternyata kedatangan Martha kali ini juga hanya sebagai pelepas segala curahan hati Valen yang tengah kembali resah karena Narian yang tengah menemukan sosok cowok Libra dari kelas Bahasa.
Argi, nama cowok Libra yang sekarang tengah membuat Narian resah untuk memulai sebuah pacaran lagi. Beberapa hari ini ada nama Argi sempat-sempat disebut oleh Narian.
Perasaan Valen berkata kalau Narian bakalan menerima cowok yang bernama Argi, karena karakter bintang yang memang pas dicari Narian.
Sudah satu jam Martha bertamu di rumah Valen, tapi tidak ada kesempatan dirinya untuk bicara tentang rasa hatinya. Valen sangat mendominasi pembicaraan dengan topik Narian. Valen tak menyadari sedikit pun perasaan Martha yang ingin bertemu untuk lebih membicarakan tentang dirinya dan Valen, bukan Si Horoscope Girl!
“Ehem… jadi Val, kamu sekarang tengah resah ya kalau Narian yang kamu suka akan menerima cinta Argi hanya gara-gara zodiaknya dia anggap paling cocok soal asmara?” Martha memastikan kesimpulan yang sejujurnya membuat hatinya kecewa.
Niat Martha sampai ke rumah Valen adalah membuktikan kalau hatinya memang menyukai Valen dan berharap Valen sadar akan rasa itu, tapi tampaknya cowok yang sekarang tengah resah ini jelas sudah tidak bisa diharapkan apapun.
Cinta Valen terhadap Narian sangat besar, padahal Narian sudah banyak menyia-nyiakan dirinya dengan menganggapnya hanya teman biasa.
“Val! Kalau Narian tetap menerima cinta Argi karena zodiak yang ditunggu memang tinggal Libra gimana? Apa kamu tidak bisa membuka hati kamu buat orang lain?” Martha bertanya pelan.
“Hmmm memang siapa yang mau juga dengan aku Ata? Aku sulit suka dengan cewek kecuali Narian, karena setahun lebih ini kami terbiasa bersama jadi memang aku merasakan cinta yang sebenarnya. Aku menyukai Narian apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan, itu tidak aku temukan pada cewek manapun.”
Saat Valen berkata jujur, sepertinya air mata Martha semakin menggenang dan sudah tinggal meleleh.
“Ata kok kamu menangis sih? Kamu sangat terharu dengan kisah kami?” Valen mendekati Martha dan menyodorkan sapu tangannya.
“Iyaaa aku sangat terharu, Valen Van Guguk oon!” tak urung Martha berusaha menutupi hatinya yang sangat sakit hati dengan bercanda.
Tak sedikitpun Valen peka akan dirinya, akan kehadirannya yang ingin menegaskan kalau dirinya menyukai Valen dari dulu dan sekarang dia sudah boleh pacaran oleh mama papanya.
Kedatangannya kali ini ingin membuktikan kalau dirinya tidak mau kehilangan Valen, terlebih untuk dimiliki Narian, Si Horoscope Girl yang sangat narsis dengan ramalan-ramalan perbintangan.
Martha sudah menyebut dalam hati kalau Narian cewek terbodoh yang tidak bisa melihat semua kebaikan sekaligus ketampanan Valen yang sesungguhnya.
“Hmmm Val, saranku sebagai teman baik kalau kamu suka dengan Narian kamu harus bicara! Speak up that’s you really love her no matter your zodiac is different!” Martha kembali tampak dewasa di mata Valen.
“Begitu ya Ata? Eh dari tadi maaf aku hanya curhat tentang hatiku saja. By the way gimana dengan kamu Ata, kamu jadian ya sama Niko?”
Valen mengira Martha jadian dengan Niko karena sesekali Niko suka menyampaikan salam kembali dengan senyum penuh arti pada Valen kalau pas Martha titip salam buat Niko.
“Niko?” Martha terbelalak.
“Iya! Niko suka menyampaikan salam kembali buat kamu Ata,” jawab Valen tenang.
Martha menggelengkan kepala, “Nggak! Aku hanya sobatan aja dengan Niko. Dari Nikolah aku tahu cerita kamu dan kedekatan kamu dengan Si Horoscope Girl.”
“Oh I see… eh Ata, kamu belum punya pacar?” Valen jadi kepo.
“Belum, aku suka cowok tapi sayangnya dia yaahh... gitu deh! Suka dengan cewek lain,” Martha mencoba menatap dengan tatapan jenaka dan membatalkan mengungkapkan perasaan hatinya.
“Yah gitu? Cowok yang bodoh ya! Padahal kamu tuh cantik dan pintar, tapi...” Valen tersenyum menggoda.
“Tapi apa?” bentak Martha galak.
“Hehehe… tapi jahil dan kepo,” jawab Valen cuek.
“Sialan, kamu tuh yang kepo dan bodoh! Penakut juga! Kalau cinta Si Horoscope Girl, dikejar dong jangan bisanya diam!” Martha balik mengejek.
Sejenak mereka berdua terdiam.
Dalam hati Martha berbisik, “Valeeen… Valeeen… yang bodoh aku atau kamu sih? Nggak nyadar juga kamu kalau hatiku hanya untuk kamu. Sayang aku bukan cewek yang kamu harapkan.”
“Val aku balik dulu ya, takut kesorean, lagi pula kuping aku udah panas nih dengar curhatan kamu tentang Si Horoscope Girl mulu!” Martha kembali menjadi cewek yang menyebalkan, baginya sudah gak perlu lagi bersikap dewasa karena Valen hanya terkesima sejenak pada perubahan sikapnya yang sedikit sok dewasa tapi tidak dengan hatinya.
Hati Valen telah tercuri keseluruhan hanya untuk Narian. Dan ini membuat hati Martha nelangsa.

Other Stories
Pahlawan Revolusi

tes upload cerita jgn di publish ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Aku Bukan Pilihan

Cukup lama Rama menyendiri selepas hubungannya dengan Santi kandas, kini rasa cinta itu da ...

Titik Nol

Gunung purba bernama Gunung Ardhana konon menyimpan Titik Nol, sebuah lokasi mistis di man ...

Metafora Diri

Cerita ini berkisah tentang seorang wanita yang mengalami metafora sejenak ia masih kanak- ...

Gm.

menakutkan. ...

Download Titik & Koma