Cinta Bukan Ramalan Bintang

Reads
961
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
cinta bukan ramalan bintang
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Penulis Nenny Makmun

The Truth Is ...

Martha gembira dengar cerita Niko kalau Narian sudah punya pacar lagi, siapa lagi kalau bukan Argi seperti yang diceritakan Valen sewaktu resah kalau Narian akan menerima Argi karena bintangnya Libra. Bintang dari cowok yang memang Narian tunggu untuk urusan asmara.
Martha WA Valen :
“Valen Van Guguk jalan yuk! Daripada bengong nggak jelas!”
Balasan WA Valen :
“Ayoo daripada bete nih mikirin Horoscope Girl yang jadi aneh.”
Martha tersenyum senang, kali ini dia akan tampil dengan memesona dan sudah berencana mengajak Valen ke salon untuk di-make over.
Kali ini Valen tidak bisa menghindari permintaan Martha, dulu Martha pernah memaksa dirinya ke salon tapi selalu gagal. Sekarang Valen memilih mengikuti kemauan Martha.
Salon Exsperince adalah salon langganan Martha, dengan waktu cepat salon mengubah Valen yang tadinya tampak culun menjadi cowok yang tampan.
Kacamata lup Valen dilepas dan diganti dengan softlens, rambut ikalnya dirapikan dan wajahnya juga sempat di-facial.
“Waaah Valen kamu sangat tampan deh!” Martha tersenyum puas dengan make over yang dilakukan Miss Nova yang memang bisa dihandalkan.
Valen juga hampir tidak percaya dengan perubahan sedikit tapi dampaknya luar biasa. Sore itu ternyata Martha mengajak dirinya ke ulang tahun sepupunya. Maka dirinya didandanin keren, sesuatu yang tidak pernah Valen pikirkan untuk mengubah penampilan dirinya yang terbiasa cupu apa adanya.
Semua saudara Martha menyambut Valen dengan hangat dan sepertinya mereka mengira kalau Valen adalah pacar Martha. Apalagi Martha memang bersikap sangat manis dalam memperlakukan dirinya, untuk pertama kalinya Valen merasa nyaman dengan Martha juga dengan keluarga besar Martha.
Di kesempatan Valen dan Martha bisa berduaan, Valen merasa terkejut karena tiba-tiba Martha menggenggam tangannya.
“Val aku... aku sebenarnya sudah suka kamu dari dulu... maukah kamu jadi pacarku?” Martha menatap tajam.
Valen kaget dengan permintaan Martha barusan dan memang diam-diam Valen merasa kesepian tanpa Narian satu setengah bulan ini.
Apalagi sudah pasti selamanya dirinya juga tidak akan bisa berubah bintang menjadi Aquarius atau Libra, syarat mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh Narian The Horoscope Girl.
“Eee… aku sebenarnya ...”
Belum sempat melanjutkan omongan, telepon genggam Valen berbunyi dan nama Horoscope Girl tertera di layar.
“Halo Narian! Iya ada apa?” Valen menjawab panggilan telepon dengan antusias.
“..............”
“Putus! Aku segera ke rumah kamu.Tunggu jangan berbuat nekat!” Valen mendadak pucat, suara Narian tadi tampak sangat putus asa.
“Ata maaf aku harus ke Narian, dia lagi syok! Barusan putus dengan Argi. Ata maaf tentang perasaan kamu ke aku... aku... aku...”
Belum selesai Valen menyelesaikan kalimatnya, Martha sudah menatapnya dengan sinis, seketika kelembutan dan kedewasaan yang dari sore tadi dijaga menjadi hilang. Martha sudah berwajah angker dan penuh dengan rasa kecewa.
Valen memilih segera pamit dengan berbagai pandangan wajah saudara-saudara Martha yang bingung, apalagi Martha tiba-tiba berlari meninggalkan pesta dan sepertinya mulai menangis.
***
Sebenarnya Valen tidak bermaksud sama sekali membuat Martha malu dan sedih di tengah kebahagiaan ulang tahun sepupunya, tapi Valen tidak bisa berbohong kalau hatinya masih sangat mengkhawatirkan Horoscope Girl yang kembali putus dengan cowok yang berbintang pujaan dalama asmara.
“Nariaaan... kamu kenapa lagi dengan Argi?” Valen to the point bertanya.
Jujur Valen merasa lega karena putus kedua ini tidak ada acara ke rumah sakit lagi, tapi Valen tetap khawatir karena Narina tampak lebih pucat dan kurus, apalagi sekarang dia duduk dengan wajah yang tak bersemangat sama sekali. Entah ke mana wajah ceria Narina yang membuat hari-hari Valen berwarna.
“Valen kamu kok jadi cakep! Kamu diapain? Ke mana kacamata lup kamu?” Narian tampak terkejut dengan perubahan Valen yang tampan ternyata.
Narian masih tampak sembap, jelas dia habis menangis dan pasti sudah tidak tahan untuk mengadu masalahnya pada Valen.
Hampir satu setengah bulan Narian jauh dengan Valen, sekarang Narian langsung memeluknya dan hanya menyisakan isakan tangis yang sudah habis.
“Aku nggak kuat menghadapi Argi, Val… dia tidak mengizinkan aku untuk bisa bersahabat dengan siapapun termasuk kamu. Awalnya aku merasa tersanjung dengan sifatnya yang sangat melindungi aku, tapi semakin kemari aku merasa nggak se- enjoy dulu bisa berbagi ramalan bintang dengan kamu dan teman-teman. Aku kangen terutama bisa berboncengan sambil ngobrol apa saja dengan kamu. Argi sangat cemburu dengan kamu... menurut dia kamu itu menyukai aku! Padahal gak mungkin juga aku jadian dengan kamu mengingat....”
Belum selseai Narian bicara, Valen memilih menutup bibir Narian dengan kecupan hangat. Seketika Narian terdiam, barusan sebuah ciuman yang tidak disangka akan didapat dari Valen.
Hati Narian bergetar, untuk pertama kalinya Narian memilih diam dan membiarkan Valen yang berbicara.
“Cukup Narian! Jangan kamu ingatkan lagi zodiak aku yang menurut ramalan bukan pasangan terbaik dalam urusan asmara sehingga kamu memvonis tidak mungkin aku jadi pacar kamu. Narian kebenarannya tak peduli apapun zodiak kamu dan juga zodiak aku. Cinta itu hadir bukan karena ramalan bintang Narian…” Kali ini Valen menatap lekat Narian dengan hangat, tangannya menggenggam Narian lembut.
Kali ini Narian tidak bisa berkutik, teori-teori horoscope-nya mendadak hilang. Hatinya masih menghangat dengan kecupan Valen barusan.
***
Tidak ada yang lebih membuat Valen bahagia karena sekarang Narian kembali berangkat dan pulang sekolah lagi bersamanya.
Si Horoscope Girl kembali ceria dengan kembali membacakan ramalan-ramalan bintang dirinya sendiri, Valen dan teman-teman lain. Tapi sepertinya Narian sudah tidak terlalu memercayai ramalan bintang lagi, dia sesekali membaca hanya untuk hiburan saja.
Narian sudah menjadi Narian yang sebenarnya, ceria! Tidak lagi menghilang dan menghindar demi hanya bersama Argi. Keceriaan wajah Horoscope Girl sudah kembali.
”Ternyata ramalan bintang aku berpasangan dengan zodiak Aquarius dan Libra berakhir malang!” Narian masih saja berteori ramalan cinta zodiak kalau Gemini bintangnya akan cocok berpasangan dengan Aquarius dan Libra.
“Dengan Kak Dito yang berbintang Aquarius berakhir di Juni alias putus pas ulang tahunku, sementara dengan Argi berzodiak Libra juga berakhir dengan putus karena aku enggak tahan sifat posesif Argi yang berlebihan, aku bisa mati kesepian sehari-hari tanpa kamu dan teman-teman. Argi juga selalu marah setiap aku membacakan ramalan bintang, dia bilang tidak mau pacarnya tampak bodoh dengan hobi membaca ramalan bintang itu sama saja menghina aku cewek bodoh!” kedua tangan Naria menyangga memegang pipinya seperti orang tengah melamun.
Valen sebenarnya kasihan tapi juga ingin sekali ngebodoh-bodohin Narian, tapi ah nggak tega, tunggu saat yang tepat saja. Apalagi dia habis putus dengan dua pacar sekaligus akibat pilihan ramalan zodiaknya.
***
“Nari kok kamu nggak bacain ramalan bintang aku lagi sih?” Valen iseng bertanya, sudah lama dia nggak dengar celotehan ramalan yang selalu Narian bacakan sebelum jadian dengan Argi.
\"Yee… katanya jangan percaya ramalan bintang, nih baca sendiri! Daripada kerjaan kamu ngelamun aja pagi-pagi!\" Narian menyerahkan majalah remaja favoritnya.
\"Nggak ah kalau nggak dibacain ama Horoscope Girl, gak seru!\" kata Valen beralasan.
\"Uuuuh dasar! Nih ramalan bintang Sagitarius dua minggu ini mengenai sekolah mengalami kemerosotan nilai, keuangan biasa-biasa saja, kesehatan demam rindu, asmara sepertinya cinta kamu tidak bertepuk sebelah tangan, hanya saja harus lebih berani mengungkapkan! Cie... cie... tuh ini saatnya kesempatan baik kamu nembak Martha, Val! Hayoo mumpung Dewa Cupid lagi menaungi asmaramu!” Narian menyemangati Valen.
\"Apaaan sih, heran deh cantik-cantik kaya cenayang, ramalan kok jadi pegangan terus! Yang jelas aku enggak akan pernah jadian hanya gara-gara ramalan bintang seperti kamu,\" Valen pura-pura mengelak.
“Padahal andai saja ramalan asmara itu benar. Cintaku itu buat bukan Martha, tapi buat kamu Narian my Horoscope Girl. Ah andai saja ini tidak bertepuk sebelah tangan.” Valen berharap Narian sadar.
\"Eh, tapi ramalan majalah ini memang tidak selalu benar sih?\" Santai aja Val, horoskop ini bagai intermezzo yang mengasyikkan. Setidaknya bila ada ramalan hal yang kurang baik itu buat pengingat agar kita hati-hati, termasuk kesehatan. Iya kan?\" Narian tersenyum manis.
Jujur senyum Narian inilah yang semakin dirindukan Valen akhir-akhir ini. Valen semakin yakin kalau dirinya telah seratus persen cinta dengan Horoscope Girl yang antik, lucu dan keras kepala karena tidak sadar juga kalau dirinya tanpa bicara jelas-jelas menyukainya.
“Intermezzo? sejak kapan kamu menganggap ramalan bintang hanya intermezzo? bukannya kamu sangat percaya dua ratus persen ramalan bintang?” tanya Valen curiga.
“Iya sih aku biasanya sangat percaya, tapi akhir-akhir ini beberapa teori perbintangan ada yang tidak pas juga. Lagian aku kena tegur guru agama, ternyata hanya Tuhan yang bisa menakdirkan semua, bukan ilmu perbintangan,” Narian bicara tenang dan lebih dewasa.
Wow Valen terpana dengan teori baru Si Horoscope Girl barusan.
Dalam hati Valen berbisik, tiba-tiba merasakan sebuah harapan dan semangat baru akan hubungan dirinya dan Narian.
“Ehem… Nari. kalau begitu teori Gemini dan Sagitarius yang hanya sekedar sahabat bisa juga berubah dong?” Valen bicara dengan serius kali ini.
“Kenapa tidak, Valen!!” Narian menjawab yakin, kecupan hangat Valen tempo lalu menyadarkan kalau dirinya terlalu bodoh untuk hanya menganggap Valen sekedar sahabat karena hatinya sekarang tak bisa dipungkiri terjerat segala kebaikan Valen.
Narian tersadar selama ini Valenlah cowok bukan berbintang Aquarius atau Libra yang membuat dirinya merasa nyaman dan hidupnya juga berwarna.
“Jadi… jadi… kita jadian dong Nari?” Valen langsung menembak Narian.
“Menurut kamu bagaimana kalau kita jadian? Yah meskipun kamu tidak berbintang Aquarius ataupun Libra?” Narian tersenyum menggoda.
“Aku sudah menunggu cukup lama Narian my Horoscope Girl… aku memang tidak berbintang Aquarius maupun Libra tapi aku selalu akan ada untukmu…” Valen tersenyum hangat.
“Janji! Kita jadian dan berarti aku harus memecat kamu dong!” tiba-tiba Narian kembali berwajah serius.
“Memecat apa lagi sih?” Valen mendadak lesu karena sepertinya Narian kembali lagi benar-benar tidak berperasaan terhadap hatinya.
“Hmmm memecat kamu jadi sahabat, menjadi pacarlah…” Narian tersenyum manis menatap Valen yang wajahnya memerah.
“Hiii dasar Horoscope Girl… aku sayang kamu. Dan ingat! Cinta bukan ramalan bintang, Narian… sekali ini coba dengarkan kata hatimu Horoscope Girl…” Valen tak ragu lagi untuk mengungkapkan perasaan hatinya yang terpendam lama.
“Iya Valen, aku mau jadian denganmu bukan karena ramalan bintang kok… aku mengikuti kata hatiku dan hmmmm iya cinta bukan ramalan bintang… ” Narian tersenyum manis untuk Valen.
Kalau dulu Valen disebut Si Cupu tapi sekarang berubah menjadi cowok tampan, kenapa juga Narian Si Horoscope Girl tidak bisa berubah untuk lebih realistis dan memilih untuk tidak mendahului takdir Tuhan dengan memercayai hidupnya dengan ramalan-ramalan bintang yang kerap kali juga meleset?

Other Stories
Free Mind

KITA j e d a .... sepertinya waktu tak akan pernah berpihak pada kita lagi setelah aku ...

Kau Bisa Bahagia

Airin Septiana terlahir sebagai wanita penyandang disabilitas. Meski keadaannya demikian, ...

Awan Favorit Mamah

Mamah sejak kecil sudah ditempa kehidupan yang keras, harus bekerja untuk bisa sekolah, tu ...

Kidung Vanili

Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...

Mereka Yang Tak Terlihat

Saras, anak indigo yang tak dipahami ibunya, hidup dalam pertentangan dan kehilangan. Saat ...

Bahagiakan Ibu

Ibu Faiz merasakan ketenteraman dan kebahagiaan mendalam ketika menyaksikan putranya mampu ...

Download Titik & Koma