Maaf Diterima
“Aku yang harusnya minta maaf.”
Sebenarnya aku sudah tak ingin ada lagi amarah di antara kita, sudah cukup melelahkan apa yang kita lewati, aku hanya ingin bersadar sejenak dan mengungkapkan betapa cinta itu selalu ada dan begitu ingin memilikinya.
Hanya saja aku tak akan pernah bisa memilikimu yang aku tahu dari awal aku jatuh hati dan membiarkan perasaan itu larut bersama kepahitan yang harus aku terima.
Tahukah kamu aku selalu menerimanya manis pahit yang ada?
Other Stories
Cahaya Dari Menara Camlica
Fatimah, seorang gadis sederhana asal Jakarta, tidak pernah menyangka bahwa sujud-sujud pa ...
Perjalanan Terakhir Bersama Bapak
Sepuluh tahun setelah kepergian ibunya saat melahirkan Ale, Khalil tumbuh dengan luka yang ...
Pintu Dunia Lain
Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...
Susan Ngesot
Reni yang akrab dipanggil Susan oleh teman-teman onlinenya tewas akibat sumpah serapah Nat ...
Rana Takdir
"Sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang hanya melihat. Sejarah ditulis oleh mereka ...
Haruskah Bertemu?
Aku bertemu dengan wanita di gerbong yang sama dengan satu kursi juga. Dia sangat riang se ...