Destiny
“I think you now how I am feeling for you, but let me take my destiny ....”
aku tak pernah menghalangi kepergian dan juga kedatanganmu yang tiba-tiba dan tak terduga, entah yang ke berapa kali ...
sementara aku cukup sekali meninggalkan mu di waktu lalu dan meninggalkan rasa pedih yang teramat sangat.
tapi tahukah kamu, aku terluka untuk beberapa kali dengan datang dan pergi kamu setelahnya dengan sesuka hati.
jika kamu tau ini, tak seharusnya kamu datang lagi untuk kesekian kali hanya akan menorehkan luka-luka lagi yang semakin banyak.
aku ingin menyembuhkan luka-luka ini, sudahlah kita jalani takdir kita masing-masing dan sudahlah jangan lagi mengenang semuanya.
anggap semua adalah kesalahan dan kita sudah sepakat untuk saling memaafkan, tak ada beban lagi dan tak ada rasa untuk yang lebih akan sebuah hubungan.
Other Stories
Jaki & Centong Nasi Mamak
Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...
Desa Di Ujung Senja
Namaku Anin, aku hanya ingin berlibur ke rumah oma untuk mengisi liburanku seperti biasany ...
315 Kilometer [end]
Yatra, seorang pegawai kantoran di Surabaya, yang merasa jenuh dengan kehidupan serba hedo ...
Di Bawah Panji Dipenogoro
Damar, adalah seorang petani yang terpanggil untuk berjuang bersama mengusir penjajah Bela ...
Tirmo Ghar
Saat Nepal sedang mengalami huru-hara akibat perang sipil melawan komunis pada periode tah ...
Ibu, Kuizinkan Engkau Jadi Egois Malam Ini
Setiap akhir tahun, ia pulang dengan harapan ibunya ada di rumah. Yang berulang justru dap ...