Prolog
Sore hari,
di dalam gedung tua belakang sekolah yang terbuat dari asbes dan seng berkarat itu,
aku cuma bisa menangis keras.
Sambil terduduk, kedua tanganku berusaha menutupi wajahku agar tak terlihat meskipun ruangan ini sangat gelap. Aku tidak bisa lihat wajahnya, tapi sepertinya ada tiga orang dan dari suaranya mereka semua perempuan. Sepertinya ada teman sekelas, tapi juga teman kelas sebelah. Itupun kalau mereka bisa disebut teman.
Aku dijambak. Kepalaku sakit. Aku dipukul entah dengan tangan atau dengan tongkat. Aku juga diludahi. Wajahku tak karuan. Seragam putih dan rok merahku juga sudah berantakan.
Entah kenapa tidak ada guru atau pak satpam yang datang mendengar suaraku. Apa mereka sudah pulang? Atau jangan-jangan mereka disuap supaya tidak datang? Atau mereka juga ingin aku disiksa?
Apakah aku memang tidak pantas bahagia?
di dalam gedung tua belakang sekolah yang terbuat dari asbes dan seng berkarat itu,
aku cuma bisa menangis keras.
Sambil terduduk, kedua tanganku berusaha menutupi wajahku agar tak terlihat meskipun ruangan ini sangat gelap. Aku tidak bisa lihat wajahnya, tapi sepertinya ada tiga orang dan dari suaranya mereka semua perempuan. Sepertinya ada teman sekelas, tapi juga teman kelas sebelah. Itupun kalau mereka bisa disebut teman.
Aku dijambak. Kepalaku sakit. Aku dipukul entah dengan tangan atau dengan tongkat. Aku juga diludahi. Wajahku tak karuan. Seragam putih dan rok merahku juga sudah berantakan.
Entah kenapa tidak ada guru atau pak satpam yang datang mendengar suaraku. Apa mereka sudah pulang? Atau jangan-jangan mereka disuap supaya tidak datang? Atau mereka juga ingin aku disiksa?
Apakah aku memang tidak pantas bahagia?
Other Stories
Reuni Mantan
Arif datang ke vila terpencil bersama para mantan Sarah lainnya. Ketika seorang pembunuh m ...
Cinta Di Balik Rasa
memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...
Hompimpa Alaium Gambreng!
Dalam liburan singkat di sebuah vila pegunungan, Jibon dan teman-temannya berniat menghidu ...
Relung
Edna kehilangan suaminya, Nugraha, secara tiba-tiba. Demi ketenangan hati, ia meninggalkan ...
Dua Tanda Baca
Di sebuah persimpangan kota yang ramai, Rafi bertemu Alyaperempuan yang selalu tersenyum l ...
Kelabu
Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...