Sinopsis
Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh,
berbalut baju penuh noda. Apa yang lebih penting dari kehidupan keluarga
dibanding dengan kecantikan yang istimewa. Tak ada lagi kesempatan
berbalur wewangian.
Allahu akbar… Allahu akbar…
Azan subuh berkumandang dari ujung mushola kampungku. Aku baru
bangun setelah mama membangunkanku yang entah sudah berapa kali
membangunkan.
“Nada, Kana! Bangunnn!” teriak mamak membangunkanku dari arah
dapur. Mamak sudah berada di dapur jauh sebelum azan berkumandang.
Salat malam tak lepas ia tunaikan sebelum menghidupkan tungku di
dapur. Meski sudah ada kompor, mamak enggan meninggalkan warisan
leluhur, yang konon berakibat tidak baik. Mamak selalu bilang masakan
dari atas tungku lebih enak dibanding dengan masakan di atas kompor
maupun alat penanak nasi
Other Stories
Puzzle
Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
After Honeymoon (17+)
Dipaksa menikah demi ambisi keluarga, Kirana dan Rhea terjebak dalam pernikahan tanpa cint ...
Erase
Devi, seorang majikan santun yang selalu menghargai orang lain, menenangkan diri di ruang ...
Baca Tanpa Dieja
itulah cara jpload yang bener da baik ...
Di Luar Rencana
Hening yang tidak akur dengan Endaru, putrinya, harus pulang ke kampung halaman karena Ibu ...