Kita Pantas Kan?

Reads
1.2K
Votes
4
Parts
12
Vote
Report
Penulis Diahputri

10. Post Traumatic Stress Disorder

Mereka bersantai menikmati udara segar malam ini, kemudian Diah teringat dengan rencananya dan belum mengatakan kepada mereka. "Ehh gengs ... sebenarnya dari kemarin gue pengen bicara sesuatu." Ujar Diah, mereka duduk melingkar didepan rumah kia.

"Apaan tuh?" Jawab kia.
"Cerita yang gue tulis akhirnya dipinang salah satu pihak penayangan series." Pernyataan nya itu membuat mereka semangat dan excited.

"Diah... akhirnya setelah sekian lama Lo nulis bikin karya dilirik juga,itu pasti penuh perjuangan, apalagi disisi lain Lo juga harus berjuang untuk menggapai mimpi yang orangtua Lo mau itu,gue tahu ini nggak mudah dan tentu jatuh bangun yang udah Lo alamin." Sahut shreya semangat.

"Iya gue seneng banget,tapi tetap saja orangtua gue nggak akan mau terima itu." Mendengar keluhan Diah, mereka langsung merangkul Diah.

"Mari kita buat sadar mereka,.." sambung askia.
"Nggak semudah itu Weh, orangtua gue bener bener keras dua duanya." Jelas Diah lalu menekuk muka nya lagi,sesaat mereka diam lalu shreya kepikiran ide.

"Lo harus pergi ke kantornya kan? Kalau itu nggak di ijinin,gue punya rencana." Tukas shreya excited.

"Akhirnya...beban gue berkurang, shreya sudah memikulnya untuk bikin rencana baru." Celetuk Ita membuat mereka mengacak acak rambut Ita, yang disambut ketawa mereka.

"Gimana kalau...ada peran pengganti.." mendengar ucapan nya shreya itu,Ita langsung mengerti.
"Maksud Lo kek di sinetron sinetron gitu kan?"

"Iya yang orang aslinya kabur orang pengganti diam dikamarnya pura pura saja sedang sakit."

"Oke,gue paham sekarang,tapi bukankah itu beresiko ya?" Sahut diah.

"walaupun nantinya akan ketahuan setidaknya lo udah datang untuk tanda tangan Diah." Lalu Diah berpikir sejenak kemudian menyetujui itu.

"Ya...bisalah,tapi yang jadi gue dirumah siapa dong?" Tanpa banyak aba aba,askia dan shreya langsung menunjuk Parinita.

"Lahh...gue? Udah udah,gue mah udah ketebak kalau gue yang kalian suruh, karena disini gue yang paling berani,iya kan?" Ucap Ita menaikkan sebelah alisnya.

"Kok Lo tau sih ta." Jawab shreya.
"Hehe...tuh Lo tahu."

"Oke fine,demi kesejahteraan sahabat sahabat gue yang cantik cantik membahana ini,gue rela deh lakuin apapun, sekalipun itu gue serahin nyawa gue " celetuknya disambut tertawa kencang.

"Ita.... ngomongnya yang bener dong, nyawa jangan di bercandain." Tegas Diah menepuk pundak Ita.

"Oiya iya sorry,saking gue senengnya misi kali ini berhasil,semoga misi Diah juga berhasil."

"Oke,hand..." Teriak shreya lalu mereka menyatukan tangan.
"Kita akan selalu menjadi sahabat yang ada, yang hadir full, untuk melengkapi kisah kita." Ucap mereka bersama an.

"Ehh Ita, jangan lupa ya besok jam setengah tujuh malam,kita harus anter Lo ke psikolog,gue udah bikin janji, gimanapun caranya Lo harus Dateng." Ucap Diah.

"Apa apaan sih,gue kan udah bilang gue baik baik saja,orang gue masih waras kok."kekehnya.

"Bukan masalah waras nggak warasnya ta, sebaiknya Lo diskusikan apa yang lo alami itu ke psikolog,catet baik baik," sambung askia.

Malam ini menjadi makan penuh semangat untuk mereka yang masih utuh saking berpegangan sampai sekarang.
...

Pagi pagi sekali, shreya menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya,kali ini ia memasak sup ayam dan bakwan jagung,ia masak bersama mamanya, "sup udah siap..." Ucapnya seraya membawa semangkuk sup ke meja makan.

"Lauk nya juga siap..." Sahut mamanya juga membawa lauk lauk ke meja, mereka berdua terlihat ceria setelah hampir satu jam memasak bareng akhirnya selesai, mereka saling tos untuk merayakannya. Lalu papanya mendekat ke meja makan.

Shreya memberikan se centong nasi ke piring papanya, namanya yang melihat itu merasa hangat.
"Terimakasih sayang." Ujar papanya setelah shreya membentuk nasi nya, responnya hanya tersenyum.

Mereka sarapan bersama,momen pagi yang sangat dirindukan banyak anak diluaran sana. "Terimakasih ma,pa...kalian sudah selalu ada di belakang shreya saat shreya butuh." Desis nya setelah mengunyah makanan.

"Iya Itu harus nak ." Jawab mamanya tersenyum.

"Papa dan mama selalu bilang sama kamu, jangan lihat kebelakang jangan lihat apa yang membuat kamu menjadi lemah, lihat saja kita yang selalu ada untuk mu nak, biarkan saja jika mereka pengen ngoceh atau apapun itu, mereka punya pikiran punya mulut,setiap orang pasti tidak memiliki pemikiran yang sama, yang baik untukmu berterimakasih lah, yang buruk maka doa kan saja semoga bisa menjadi lebih baik." Jelas papanya membuat shreya semakin tersentuh,ia sangat bersyukur karena memiliki orangtua yang selalu ada saat ia butuh maupun tidak, karena tidak semua anak bisa merasakan hal seperti ini, tidak jauh dan bukan orang lain melainkan sahabat sahabatnya sendiri yang sempat mengalami itu.

"Rasa terimakasih ku tidak akan pernah cukup untuk selalu diutarakan kepada kalian,aku selalu sayang kalian." Desisnya,momen hangat seperti ini bisa semakin menguatkan hubungan mereka antara orangtua dan anak.
...

Waktu yang mereka tunggu tunggu akhirnya tiba untuk membawa Parinita ke psikolog ,mereka sudah terlihat rapi naik taxi online, setelah sampai mereka segera masuk,Ita terlihat cukup tidak semangat tapi apapun alasannya ia harus menuruti keinginan sahabat sahabatnya itu. "Permisi dok, selamat malam." Ucap Diah, mereka sudah berdiri didepan ruangan dokter Viska, yaitu dokter spesialis psikologi.

"Malam...ayo silahkan masuk." Responnya ramah, kemudian mereka masuk.

"Maaf dok sebelumnya, apakah kita bisa masuk ber empat?"
"Tapi sebaiknya maksimal ditemani hanya satu orang." Jelas dokter Viska.

"Tolong ijinin mereka masuk semua dok,saya tidak akan mau jika mereka semua tidak menemani saya."

"Baik tidak apa apa kalau kamu tidak merasa terganggu." Titah nya lalu mereka lanjut duduk dengan Ita yang ada di tengah,

sementara dokter Viska duduk berhadapan dengan Ita.
"Siapa nama kamu?" Tanya dokter Viska ramah.
"Saya Parinita dok."

"Baik...apa yang kamu rasakan sekarang?..." Setelah cukup lama mereka deep talk, sampai Ita menangis ia mengeluarkan semua keluh kesahnya apa yang ia rasakan,dan apa yang selama ini dirinya terima,ia disuruh menulis apa yang ia rasakan,di gali yang paling sakit. Dokter viska ikut berkaca kaca mendengar cerita Ita,lalu dokter viska membaca tulisan Ita itu sejenak.

Dokter viska menghela pelan nafasnya sebelum lanjut berbicara,"Baik,saya mengerti apa yang kamu rasakan,dan dari cerita kamu itu,mental kamu memang tidak sehat, disini yang paling mendekati dengan kondisi mu itu bisa disebut sebagai Post traumatic stress disorder atau sebutan yang paling populer itu PTSD. Ini merupakan gangguan mental, yang dipicu oleh pengalaman atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan bahkan mengancam jiwa, sehingga menimbulkan trauma.
Peristiwa atau kejadian traumatis yang bisa memicu gejala PTSD antara lain seperti kekerasan fisik dan perundungan, pelecehan seksual, atau penyakit yang mengancam jiwa seperti serangan jantung." Jelas dokter viska membuat mereka melongo, ternyata penyakit mental yang sedang diderita sahabat nya itu tidak main main berbahaya nya.

"Bukan hanya itu, karena penyakit ini,kadang reaksi nya berbeda beda setiap orang, karena kamu baru awal banget maka pikiran mu bisa juga tidak sinkron dengan apa yang kamu rasakan sehingga yang kamu alami dengan adanya luka luka ini,bisa disebut Self harm,kamu sering melukai diri sendiri,dan selalu merasa bersalah." Sambung dokter viska.

"Terus... gimana cara nyembuhin nya dok?' sahut diah.

"Ada caranya setelah ini saya akan jelaskan lebih dalam lagi ya, biarkan Ita sejenak mencerna dan bernafas rileks dulu." Lalu Ita berusaha mengontrol dirinya dibantu dokter viska, setelah cukup tenang dokter viska kembali menjelaskan, mereka berkonsultasi cukup lama.



Other Stories
Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek sep ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia berpik ...

Buah Mangga

buah mangga enak rasanya ...

315 Kilometer [end]

Yatra, seorang pegawai kantoran di Surabaya, yang merasa jenuh dengan kehidupan serba hedo ...

Hotel De Rio

Di balik kemewahan Hotel De Rio, Bianca terjebak dalam pengkhianatan saat Dante, pria dari ...

Curahan Hati Seorang Kacung

Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...

Download Titik & Koma