Mentari Menjelma Bagai Duri
Kau yang pernah ku anggap mentari, kini sirna begitu saja. Hadir mu seakan sangat berharga kala itu. Tak rela rasanya bila harus kehilangan. Mentari yang dibanggakan, kini membawa luka mendalam bagi yang rapuh.
Ucapannya yang manis, membuat raga sempat berpaling. Perhatiannya yang lebih, seakan memberi tanda tersendiri. Tapi semua itu lenyap begiyu saja. Hadirnta kini bagai duri. Menusuk sangat dalam hingga menembus relung hati.
Ketika di depan kau berkata manis, namun di belakang kau berkata pahit. Kau menjelma bagai orang tak bersalah. Percaya akan omongnya yang manis, adalah sebuah hal tak terpuji. Kau menghilang begitu saja seolah tak terjadi apa-apa.
Mentari... tak akan ku harapkan lagi kehadirannya. Pergilah kau terbang tinggi di langit. Cukup sudah hati ini kecewa karnanya. Kini kau bagai duri yang tak berfisik.
13 September 2025
Ucapannya yang manis, membuat raga sempat berpaling. Perhatiannya yang lebih, seakan memberi tanda tersendiri. Tapi semua itu lenyap begiyu saja. Hadirnta kini bagai duri. Menusuk sangat dalam hingga menembus relung hati.
Ketika di depan kau berkata manis, namun di belakang kau berkata pahit. Kau menjelma bagai orang tak bersalah. Percaya akan omongnya yang manis, adalah sebuah hal tak terpuji. Kau menghilang begitu saja seolah tak terjadi apa-apa.
Mentari... tak akan ku harapkan lagi kehadirannya. Pergilah kau terbang tinggi di langit. Cukup sudah hati ini kecewa karnanya. Kini kau bagai duri yang tak berfisik.
13 September 2025
Other Stories
Curahan Hati Seorang Kacung
Saat sekolah kita berharap nantinya setelah lulus akan dapat kerjaan yang bagus. Kerjaan ...
Institut Tambal Sains
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...
Dua Mata Saya ( Halusinada )
Raihan berendam di bak mandi yang sudah terisi air hangat itu, dikelilingi busa berlimpah. ...
Cerita Guru Sarita
Sarita merasa berbeda dari keluarganya karena mata cokelatnya yang dianggap mirip serigala ...
Rahasia Ikal
Ikal, bocah yang lahir dari sebuah keluarga nelayan miskin di pesisir Pulau Bangka. Ia tin ...
Final Call
Aku masih hidup dalam kemewahan—rumah, mobil, pakaian, dan layanan asisten—semua berka ...