Sinopsis
Saat sekolah kita berharap nantinya setelah lulus akan dapat kerjaan yang
bagus. Kerjaan yang bisa menopang sehari-hari dalam kehidupan kita.
Ini ceritaku dan pasti bukan cerita kamu... apa yang aku tulis ini kisahku
dan bukan kisah kamu jadi kalau berbeda sudah pasti! Tapi kalau ada
kesamaan anggap saja kita pernah melewati atau mengalami kejadian
yang hampir sama dalam hidup kita.
Aku Cemplon Mulya sosok orang berlabel ‘Sersan’ Serius tapi Santai, jujur
kalau bukan itu urusan akademis atau pekerjaan pada nantinya, aku itu
pembawaannya sangat santai. Mau tahu yang aku maksud ‘santai’ di sini?
Aku santai dalam berteman tidak suka pilih-pilih dan tidak harus dari
kasta tertentu, semua oarng bisa menjadi teman bagiku, asik-asik aja asal
dia juga tidak merugikan kita untuk kepentingan-kepentingan yang hanya
mengenakan sepihak.
Aku tidak terlalu ribet dengan penampilan, cukup baju kaos oblong dan
celana jeans udah membuat aku merasa nyaman. Ber-jeans tiga perempat
dan berkaos tanpa kerah adalah baju favorit aku kemana-mana.
Dalam hal makanan aku juga termasuk jenis omnivora alias pemakan
segala. Loh segala? Maksudnya mau itu sayuran ataupun daging aku
santap, jadi santai saja kalau mau ngajak aku makan-makan di manapun
hayo aku berangkat. Ha ha ha ngarep.com ada yang ajak-ajak aku traktir.
Oh ya panggil saja namaku Cemplon lengkapnya sih Cemplon Mulya, aku
nggak tahu juga apakah yang aku tulis ini nanti bakalan jadi satu buku
terus selesai atau malah masih bersambung.
Other Stories
Kidung Vanili
Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...
Jodoh Nyasar Alina
Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
Membabi Buta
Mariatin dan putrinya tinggal di rumah dua kakak beradik tua yang makin menunjukkan perila ...
Pahlawan Revolusi
tes upload cerita jgn di publish ...
Pintu Dunia Lain
Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...