Broken Wings

Reads
634
Votes
0
Parts
7
Vote
Report
Broken wings
Broken Wings
Penulis Diahputri

Bab 1. Panggung Terakhir

Suara gemuruh tepuk tangan dan sorak Sorai terdengar nyaring di dalam ruangan,sorot lampu yang sejak tadi mencuat menciptakan suasana indah yang memenuhi panggung akhirnya dimatikan hanya meninggalkan dua lampu yang cukup menyinari panggung,para ballerina berpose dan tersenyum setelah pertunjukan berakhir, mereka bow setelah nya, lalu para penggemar ikut berfoto ria, pengunjung ada yang excited ada juga yang memilih keluar setelah pertunjukan selesai, kelompok pertunjukan ini digadang gadang memiliki banyak penggemar, prestasi dan hampir setiap hari memiliki job,salah satu ballerina cantik menghampiri gurunya, "Pertunjukan kalian hari ini lebih indah dari bintang bintang yang menari dilangit malam." Ucap guru itu seraya membalas jabatan tangan gadis itu yang bernama rhea.

"Terimakasih miss,ini juga berkat Miss Intan." Responnya tersenyum lalu kembali bergabung dengan teman temannya.

" Ehh girls,aku balik dulu ya,ada perlu penting." Ujarnya berlalu ke ruang ganti, selesai ganti baju ia langsung berpamitan untuk pulang.

Sampai dirumah,ia langsung masuk dengan penuh ceria, "selamat malam dunia." Tukasnya semangat, menghampiri ibunya yang sedang menonton televisi sinetron kesukaannya.
Matanya mengerjap pelan melihat ibunya yang memangku camilan manis sembari memakannya, "ibu... sudah ku bilang jangan terlalu banyak makan manis manis,kata dokter kadar gula ibu kemarin sudah terlalu tinggi." Pintanya sambil mengambil paksa Snack yang asik ibunya cemilin, respon ibu ibu paruh baya itu hanya menurut.

" Rhea...ibu cuma makan satu loh,janji nggak banyak banyak." Keluhnya memasang muka melas.

"Tidak...ayo ikut aku sekarang,ajak Diandra dan Roni juga." Ajaknya seraya berjalan Lalu mematikan tv.
"Kemana?"

" Ke pasar malam, sesuai janji ku Minggu lalu setelah aku gajian aku akan ajak kalian belanja dan melihat lihat di pasar malam." Lalu ia kembali ke kamarnya sementara Diandra dan Roni dipanggil ibunya.

"Dimana kak rhea?" Tanya Diandra yang sudah berdiri didepan kamar rhea,ia adalah adik rhea yang sekarang sedang bersekolah di sekolah menengah,dan juga Roni adik bungsu nya rhea yang kini masih kelas lima SD,ia sudah siap menunggu kakak kakaknya dan ibunya didepan rumah.

"Ayo kita berangkat..." Seru rhea, mereka memang hanya berjalan kaki karena jarak tempat pasar malam nya dengan rumahnya hanya terpaut tujuh rumah.

Suasana ramai pengunjung di pasar malam membuat mereka semakin semangat,sorak bahagia Diandra dan Roni yang sedang menikmati permainannya pasar malam membuat rhea bahagia, terlebih melihat ibunya yang sejak tadi tertawa lepas.

Rhea menjadi tulang punggung keluarga nya sejak bapaknya yang berprofesi sebagai tukang becak itu meninggal dunia,berat? Pasti,tapi rhea tidak menganggap itu sebagai beban melainkan tabungan rasa cinta dan kebahagiaan dari orang yang ia sayangi saat ia melihat nya, Dulunya ia bekerja sebagai tukang fotocopy didekat rumahnya tapi karena kegemarannya menari ballet membuatnya masuk ke nasib beruntung nya, beberapa kali ia merekam dirinya sedang menari ballet dan mengupload ke medsosnya,berkat kelihaiannya itu ada agency yang melirik nya dan ada guru yang mau mengajarinya secara cuma cuma tapi karena kegigihannya dan semangat nya juga kini berhasil menjadi seorang ballerina yang terkenal, yang dikenal banyak orang, yang di undang di acara orang orang penting.

Setelah dua jam mereka asik main di pasar malam, mereka kembali ke rumah dengan sisa sisa kebahagiaan di malam Minggu dan menambah kenangan indah di pasar malam.
Sampai di rumah,rhea mengumpulkan ibunya dan adik adiknya di ruang tamu,ia mengeluarkan segepok uang dari tasnya ia mulai membagi uangnya menjadi tiga bagian, "ini untuk ibu, juga untuk biaya rumah tangga." Ujarnya seraya menyodorkan uang nya ke ibunya.

"Yang ini untuk biaya sehari hari kamu anak manis." Sambungnya lagi menunjukkan uang nya ke Diandra.

"Dan yang ini untuk adikku yang paling ganteng seantero galaksi Bima sakti." Sahutnya memberikan uang ke tangan Roni.

Setelah menerima semua itu mereka mengucapkan terimakasih kepada rhea, mereka saling berpelukan,momen ini yang tidak akan pernah bisa dibayar dengan apapun, sekalipun harus dirinya yang berjuang mencari nafkah, mengantarkan adik adiknya sampai bisa sukses merupakan salah satu mimpinya.

Baru saja ia menerima kiriman foto dari temannya,foto dari saat mereka perform,rhea memperhatikan nya cukup lama lalu meng zoom fotonya,ia tampak tersenyum ceria di foto itu, melihat fotonya itu ia lantas berdoa, semoga karirnya akan terus merekah seperti bunga mawar kesukaannya, terlebih mimpi kecilnya itu yang menopangnya menjadi tulang punggung keluarga.

Ia mengambil sebuah foto seorang bayi yakni miliknya,lalu menyandingkan dengan foto nya yang sekarang ia menatap itu dengan tatapan yang bangga, "lihat...gadis kecil yang dulu suka bermain di ladang itu kini sudah berhasil menggenggam keinginan nya, terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini." Gumamnya tersenyum masih menatap kedua foto itu.

Ia menaruh kembali foto masa kecilnya di meja, kemudian ia merebahkan tubuh lelahnya itu seraya menarik selimut favorit nya sampai ke batas leher,ia harus memejamkan matanya untuk bermimpi lagi sebelum pagi hari menyapa.


Other Stories
Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...

Melepasmu Untuk Sementara

Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

DI BAWAH PANJI DIPONEGORO

Damar, seorang petani terpanggil jiwanya untuk berjuang mengusir penjajah Belanda di bawah ...

Download Titik & Koma