Bab 6. Aku Bisa
Setelah semua murid pulang,Miss tiya segera menghampiri rhea yang baru saja memutar posisinya untuk kembali pulang,"Tunggu rhea..." Ucap Miss Tiya membuat rhea berhenti dan menoleh ke belakang dengan ekspresi nya yang sedikit tidak enak.
"Kamu mau kemana?" Sahut lagi Miss Tiya menghampiri rhea, sementara Lian melihat mereka dari jauh.
"Mmm...maaf Miss,aku hanya...jalan jalan tadi." Ucapnya berusaha mengelak.
"Jangan terus bersembunyi rhea,aku tahu kalau kamu selalu mengikuti kelas ku selama ini." Respon rhea diam dan menundukkan kepalanya.
"Ma...maaf Miss,aku tidak berusaha mencuri materi yang Miss ajarkan,aku cu cuma...maaf." jelasnya masih menunduk.
"Tidak...kamu diam diam sudah mencuri ilmu yang aku berikan kepada murid ku,kamu sudah membuatku sedih rhea." Merasa tidak enak,rhea berusaha terus meminta maaf.
" Kamu sangat bersalah rhea...kamu bersalah sampai sampai membuatku bangga terharu." Sahutnya sontak membuat rhea menatap Miss tiya.
"Terharu? Maksudnya?" Tanyanya terbata bata.
"Julian sudah menunjukkan karyamu kepadaku,aku bangga padamu rhea, meskipun keadaan mu seperti ini,kamu masih punya tekat untuk belajar,tapi tidak lagi sekarang...ayo ikut aku."
Pintanya seraya mendorong kursi rodanya rhea.
Miss Tiya membawa rhea kedalam kelas, begitu masuk kelas...rhea tidak menyangka bahwa dirinya akan bisa melihat secara gamblang desain Desian kostum yang terpajang indah itu," Miss..." Lirihnya terharu.
"Sudah kamu disini,aku akan memberikan mu materi lagi,agar kamu bisa lebih leluasa, oke." Kemudian Miss tiya mulai menjelaskan memberikan materi kepada rhea,ia tampak excited dan bahagia bisa secara langsung belajar tanpa terhalang dinding lagi.
"Jadi rhea... buatlah desain kostum sesuai apa yang ada dibayangan kamu,Miss beri waktu kamu selama setengah jam, setelah itu kumpulkan dan kita akan membedah membuat pola nya." Jelas Miss tiya.
Rhea langsung memikirkan beberapa konsep yang ada dikepala nya sekarang, hmm...aku akan tambahkan detail kupu kupu di bagian rok nya... gumamnya dalam hati sambil membuat sketsanya.
Setelah setengah jam bergelut dalam desain itu, akhirnya rhea selesai juga, gambarannya begitu indah,ia membuat Desian yang tidak biasa,ada beberapa layer dibagian rok nya,juga ada bustier yang indah,ia akan membuat kostumnya berwarna, Rosegold.
"Wow...rhea,ini indah sekali." Miss Tiya terpesona melihat hasil tangan rhea.
"Oke, sekarang mari kita bikin polanya." Bagian terpenting dan ter susah adalah ada di bagian pembuatan pola,jika salah sedikit saja maka akan merubah banyak desainnya,rhea harus hati hati kali ini,meskipun ia tampak kesusahan tapi tidak akan membuatnya menyerah begitu saja, seperti yang lian lihat rhea adalah gadis yang gigih dan pantang menyerah.
"Ayo semangat rhea...kamu pasti bisa." Ujar Miss tiya memberikan semangat untuk rhea yang mulai bingung.
Beberapa saat kemudian,ia selesai membuat pola nya,ia menunjukkan kepada Miss Tiya.
"Hmm...cukup baik rhea, setelah ini aku akan memberikan masukan,tapi menurut ku ini sudah bisa dipakai,ayo kita mulai ke proses pemotong setelah itu menjahit." Jelasnya lalu rhea mulai memotong kain yang sudah diberikan Miss tiya.ia memotong kainnya dengan sungguh sungguh dan pelan, karena ia tetap mau hasilnya konsisten.
"Bagus rhea...ayo sekarang silahkan dijahit." Rhea mulai membuka kotak peralatannya,ia mengeluarkan satu jarum dan benang yang berwarna hampir mirip dengan kain nya,ia mulai menjahitnya,mulai dari atas ia satukan setiap bagian dengan tulus,tapi disaat memasuki bagian rok nya yang ada beberapa lapis ia mulai kehilangan keseimbangan nya,ia beberapa kali tertusuk jarum, sesekali ia meringis kesakitan tapi itu tidak akan membuatnya goyah,
Miss Tiya yang melihat itu merasa bangga dan sedih karena ia teringat kepada masa lalunya yang dulu juga kondisinya hampir sama dengan rhea,ia belajar saat tidak punya apa apa, ayahnya Miss tiya rela memberikan kedua pundaknya untuk diberikan kepada miss Tiya untuk mengikuti pembelajaran secara diam diam karena keterbatasan ekonomi, meskipun begitu lihatlah Miss Tiya sekarang bisa sesukses itu dan menjadi guru untuk murid muridnya.
Setelah tiga jam bertarung dengan tajamnya jarum dan ribetnya kain kain itu, akhirnya rhea selesai juga,miss Tiya mengambilnya dan menaruh ke manekin, "wow..rhea ini sangat sangat indah." Ucapnya seraya bertepuk tangan,rhea yang melihat hasil kerjanya itu merasa bangga.
"Terimakasih Miss." Lalu Lian masuk membawa kamera nya.
"Baiklah... sekarang,biar aku potret." Ucapnya lalu memotret beberapa foto kostum itu.
"Rhea... sekarang kamu yang akan foto bersama karyamu." Ucapnya sembari mendorong kursi roda rhea, membawanya ke samping manekin,Lian memfoto rhea dengan berbagai gaya, senyuman tulus dan bangga rhea membuat Lian terharu bisa menemani proses gadis didepannya itu bisa sampai di titik ini,
setelah Miss Tiya keluar,Lian sedikit bicara dengan rhea.
"Kamu seneng?" Tanyanya sambil duduk.
"Tentu saja."
"Aku juga ikut seneng, akhirnya kamu bisa sampai dititik ini." Mendengar itu rhea tersenyum.
Beberapa hari kemudian setelah Lian memposting karya rhea di medsos banyak yang me notice nya,hingga sekarang ada tujuh orang yang memesan kostum ballet di rhea,ia merasa senang tapi juga kewalahan mengingat kondisinya yang juga menjahit secara manual,ia kerjakan 1 kostum itu satu Minggu dengan biaya yang tidak murah.
Lian selalu mendampinginya saat rhea membutuhkan apapun itu,ia juga sedikit membantu rhea kadang memegang menyatukan setiap bagiannya,rhea yang menjahit, sungguh perjalanan mereka dari hari ke hari penuh makna dan arti, apalagi sekarang mulai tumbuh benih benih cinta di antara mereka karena seringnya berdua.momen kecil yang manis selalu ada disetiap mereka bertemu itu yang membuat Lian semakin dekat dengan rhea,"terimakasih Lian...kamu sudah membantuku selama ini,aku tidak tahu lagi cara berterima kasih kepada mu." Ucapnya tersenyum.
"Mmm..biar ku pikirkan caranya." Setelah mendengar itu, mereka langsung tertawa, tatapan mereka saling bertemu, tatapan yang dalam itu memunculkan getaran getaran yang semakin menderu.
"Kamu mau kemana?" Sahut lagi Miss Tiya menghampiri rhea, sementara Lian melihat mereka dari jauh.
"Mmm...maaf Miss,aku hanya...jalan jalan tadi." Ucapnya berusaha mengelak.
"Jangan terus bersembunyi rhea,aku tahu kalau kamu selalu mengikuti kelas ku selama ini." Respon rhea diam dan menundukkan kepalanya.
"Ma...maaf Miss,aku tidak berusaha mencuri materi yang Miss ajarkan,aku cu cuma...maaf." jelasnya masih menunduk.
"Tidak...kamu diam diam sudah mencuri ilmu yang aku berikan kepada murid ku,kamu sudah membuatku sedih rhea." Merasa tidak enak,rhea berusaha terus meminta maaf.
" Kamu sangat bersalah rhea...kamu bersalah sampai sampai membuatku bangga terharu." Sahutnya sontak membuat rhea menatap Miss tiya.
"Terharu? Maksudnya?" Tanyanya terbata bata.
"Julian sudah menunjukkan karyamu kepadaku,aku bangga padamu rhea, meskipun keadaan mu seperti ini,kamu masih punya tekat untuk belajar,tapi tidak lagi sekarang...ayo ikut aku."
Pintanya seraya mendorong kursi rodanya rhea.
Miss Tiya membawa rhea kedalam kelas, begitu masuk kelas...rhea tidak menyangka bahwa dirinya akan bisa melihat secara gamblang desain Desian kostum yang terpajang indah itu," Miss..." Lirihnya terharu.
"Sudah kamu disini,aku akan memberikan mu materi lagi,agar kamu bisa lebih leluasa, oke." Kemudian Miss tiya mulai menjelaskan memberikan materi kepada rhea,ia tampak excited dan bahagia bisa secara langsung belajar tanpa terhalang dinding lagi.
"Jadi rhea... buatlah desain kostum sesuai apa yang ada dibayangan kamu,Miss beri waktu kamu selama setengah jam, setelah itu kumpulkan dan kita akan membedah membuat pola nya." Jelas Miss tiya.
Rhea langsung memikirkan beberapa konsep yang ada dikepala nya sekarang, hmm...aku akan tambahkan detail kupu kupu di bagian rok nya... gumamnya dalam hati sambil membuat sketsanya.
Setelah setengah jam bergelut dalam desain itu, akhirnya rhea selesai juga, gambarannya begitu indah,ia membuat Desian yang tidak biasa,ada beberapa layer dibagian rok nya,juga ada bustier yang indah,ia akan membuat kostumnya berwarna, Rosegold.
"Wow...rhea,ini indah sekali." Miss Tiya terpesona melihat hasil tangan rhea.
"Oke, sekarang mari kita bikin polanya." Bagian terpenting dan ter susah adalah ada di bagian pembuatan pola,jika salah sedikit saja maka akan merubah banyak desainnya,rhea harus hati hati kali ini,meskipun ia tampak kesusahan tapi tidak akan membuatnya menyerah begitu saja, seperti yang lian lihat rhea adalah gadis yang gigih dan pantang menyerah.
"Ayo semangat rhea...kamu pasti bisa." Ujar Miss tiya memberikan semangat untuk rhea yang mulai bingung.
Beberapa saat kemudian,ia selesai membuat pola nya,ia menunjukkan kepada Miss Tiya.
"Hmm...cukup baik rhea, setelah ini aku akan memberikan masukan,tapi menurut ku ini sudah bisa dipakai,ayo kita mulai ke proses pemotong setelah itu menjahit." Jelasnya lalu rhea mulai memotong kain yang sudah diberikan Miss tiya.ia memotong kainnya dengan sungguh sungguh dan pelan, karena ia tetap mau hasilnya konsisten.
"Bagus rhea...ayo sekarang silahkan dijahit." Rhea mulai membuka kotak peralatannya,ia mengeluarkan satu jarum dan benang yang berwarna hampir mirip dengan kain nya,ia mulai menjahitnya,mulai dari atas ia satukan setiap bagian dengan tulus,tapi disaat memasuki bagian rok nya yang ada beberapa lapis ia mulai kehilangan keseimbangan nya,ia beberapa kali tertusuk jarum, sesekali ia meringis kesakitan tapi itu tidak akan membuatnya goyah,
Miss Tiya yang melihat itu merasa bangga dan sedih karena ia teringat kepada masa lalunya yang dulu juga kondisinya hampir sama dengan rhea,ia belajar saat tidak punya apa apa, ayahnya Miss tiya rela memberikan kedua pundaknya untuk diberikan kepada miss Tiya untuk mengikuti pembelajaran secara diam diam karena keterbatasan ekonomi, meskipun begitu lihatlah Miss Tiya sekarang bisa sesukses itu dan menjadi guru untuk murid muridnya.
Setelah tiga jam bertarung dengan tajamnya jarum dan ribetnya kain kain itu, akhirnya rhea selesai juga,miss Tiya mengambilnya dan menaruh ke manekin, "wow..rhea ini sangat sangat indah." Ucapnya seraya bertepuk tangan,rhea yang melihat hasil kerjanya itu merasa bangga.
"Terimakasih Miss." Lalu Lian masuk membawa kamera nya.
"Baiklah... sekarang,biar aku potret." Ucapnya lalu memotret beberapa foto kostum itu.
"Rhea... sekarang kamu yang akan foto bersama karyamu." Ucapnya sembari mendorong kursi roda rhea, membawanya ke samping manekin,Lian memfoto rhea dengan berbagai gaya, senyuman tulus dan bangga rhea membuat Lian terharu bisa menemani proses gadis didepannya itu bisa sampai di titik ini,
setelah Miss Tiya keluar,Lian sedikit bicara dengan rhea.
"Kamu seneng?" Tanyanya sambil duduk.
"Tentu saja."
"Aku juga ikut seneng, akhirnya kamu bisa sampai dititik ini." Mendengar itu rhea tersenyum.
Beberapa hari kemudian setelah Lian memposting karya rhea di medsos banyak yang me notice nya,hingga sekarang ada tujuh orang yang memesan kostum ballet di rhea,ia merasa senang tapi juga kewalahan mengingat kondisinya yang juga menjahit secara manual,ia kerjakan 1 kostum itu satu Minggu dengan biaya yang tidak murah.
Lian selalu mendampinginya saat rhea membutuhkan apapun itu,ia juga sedikit membantu rhea kadang memegang menyatukan setiap bagiannya,rhea yang menjahit, sungguh perjalanan mereka dari hari ke hari penuh makna dan arti, apalagi sekarang mulai tumbuh benih benih cinta di antara mereka karena seringnya berdua.momen kecil yang manis selalu ada disetiap mereka bertemu itu yang membuat Lian semakin dekat dengan rhea,"terimakasih Lian...kamu sudah membantuku selama ini,aku tidak tahu lagi cara berterima kasih kepada mu." Ucapnya tersenyum.
"Mmm..biar ku pikirkan caranya." Setelah mendengar itu, mereka langsung tertawa, tatapan mereka saling bertemu, tatapan yang dalam itu memunculkan getaran getaran yang semakin menderu.
Other Stories
Akibat Salah Gaul
Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...
Perahu Kertas
Satu tahun lalu, Rehan terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Sekarang ...
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Cahaya Menembus Senesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...
Cinta Koma
Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...