Broken Wings

Reads
634
Votes
0
Parts
7
Vote
Report
Penulis Diahputri

Bab 5. Langkah Baru

Rhea kembali mengawali harinya dengan pergi ke tempat latihan,hari ini dengan suasana hatinya yang masih sama seperti kemarin,hingga dirinya menuju ke tempat pembuatan kostum ballet,ia kembali mengintip seperti apa yang ia lakukan saat ia melihat latihan ballet, kedua mata sayu nya melihat dengan seksama Miss tiya sedang menjelaskan pelajaran nya, yang kebetulan ada murid baru,ia mulai kepikiran, bahwa ia harus mulai belajar bagaimana pun caranya, "aku memang sudah kehilangan panggung tari ku,tapi tidak dengan panggung kreativitas ini." Gumamnya semangat,ia mengeluarkan sebuah buku dari tas nya dan mulai mencatat materi materi dasar yang harus ia pelajari mulai dari membuat desain, membuat pola,
sampai menjahit,dan finishing, dirinya begitu excited. Lian yang selalu mencarinya akhirnya bertemu juga,ia melihat semangat kegigihan didalam mata dan goresan tangan rhea.

"Hai... sampai mana?" Tanyanya seraya menghampiri rhea, respon rhea mengarahkan jari telunjuknya ke bibirnya bermaksud mengajak diam,tapi Lian hanya tersenyum.

"Seharusnya kamu tidak perlu seperti ini rhea..."

"Aku tidak punya pilihan lain." Jawabnya sambil terus menulis.

Keesokan harinya,ia kembali lagi untuk mengikuti pembelajaran secara diam diam,ia masih mengintip dibalik jendela belakang,hingga sampai sekitar empat hari an,rhea masih seperti itu,dan saat ini praktik pertamanya,ia membawa seutas benang jarum dan kain perca sisa dirumahnya,ia mulai belajar macam macam tusuk, beberapa kali tangannya berdarah karena terkena tusukan jarum tapi ia tetap semangat tanpa merasakan lukanya sebagai kelemahan tapi sebagai kekuatan, Lian mendatangi rhea lagi dengan membawa segepok kain perca yang katanya ia ambil dari tempat sampah ruangan jahit itu, "dengan semua ini,kamu akan bisa lebih mengenal nya." Ucap Lian tersenyum.

Rhea lanjut mencoba menggabungkan beberapa elemen setelah membuat pola nya,ia kelihatan kesusahan karena menjahit manual sementara yang didalam memakai mesin jahit, meskipun begitu,itu tidak akan membuat nya mundur atau merasa tidak pantas lagi,ia terus melakukan segenap kekuatannya.

Satu kostum sudah jadi,Lian terpesona melihat hasilnya,yaa... meskipun itu tidak sempurna tapi sudah cukup bagus,"Pegang kostumnya,aku akan memotret nya." Pintanya, kemudian rhea memegang kostum yang berwarna ungu itu dan Lian memotretnya,rhea merasa bangga bisa menyelesaikan praktik pertamanya...

"Aku tidak menyangka,kamu akan menyerap ilmunya secepat itu, walaupun caramu belajar itu berbeda." Ujarnya kepada rhea,ia masih melihat hasil potret an nya. Dia...gadis yang kuat dan tangguh...dia selalu berusaha untuk menjadi lebih baik setiap harinya... Lian mematikan kameranya dan sejenak tersenyum menatap rhea yang masih memperhatikan hasil karyanya itu.
Rhea pulang dengan hati yang cukup berbinar binar meskipun saat dirumah ia dihadapkan dengan kenyataan hidup nya pada keluarga nya.
...

Dapat satu Minggu,rhea mulai lihai membuat kostum ballet nya,tapi yang simpel, kemudian tantangan sekarang adalah membuat kostum dengan berbagai tema,ia ikut belajar lagi dengan cara yang sebelumnya,ia merasa kesulitan karena memang keterbatasan alat nya juga, seharian ia masih disana berusaha terus mencoba tapi tetap gagal,ia mulai menangis kembali down ketika belum bisa melakukan tantangan kedua,dan iya...ia pulang dengan kegagalan sementara.

Malam harinya,lian berniat pergi ke rumah Miss tiya, "apa yang membawamu kemari malam malam,kamu fotografer grup ballet kami kan?" Ujar Miss tiya.

"Iya Miss betul,saya kemari bermaksud untuk meminta sesuatu dari Miss." Jelasnya santai setelah menyeruput air putih, kemudian ia membuka kameranya,ia menunjukkan foto rhea yang kemarin difotonya bersama kostum buatan rhea.

"Rhea..." Ucap Miss tiya.

"Iya Miss, lihat lah ...dia adalah gadis yang manis dan tangguh,dia betul betul semangat mengikuti pembelajaran Miss tiya." Mendengar ucapan Lian,tentu Miss tiya terkejut.

"Pembelajaran? Tapi aku tidak pernah melihatnya."

"Miss tidak pernah melihatnya,tapi aku melihatnya dengan kegigihan nya itu,di balik jendela belakang ruangan Miss mengajar." Jelasnya semakin membuat Miss tiya tidak menyangka.

"Benarkah itu?"

"Iya,maka dengan mata tegas aku meminta Miss untuk mengajarinya dengan layak didalam kelas, masalah biaya jangan khawatir aku akan menanggung nya." Ucap Lian,ia merasa harus melakukan itu karena melihat rhea yang memang butuh dikelas secara leluasa, yang bisa bertanya Langsung,bisa praktik dengan mudah, kemudian Miss tiya kembali melihat kostum karya rhea."apakah dia benar benar menjahit nya dengan tangan?"

"Iya Miss." Miss tiya begitu kagum dengan hasil karya rhea, meskipun ia awalnya di grup tari tapi siapa sangka jika seseorang mau belajar dan yakin akan keberhasilan nya maka itu akan terjadi.

"Baiklah biar aku pikirkan dulu."

"Baik Miss,tapi segera lah berikan kabar baik." Lalu Lian pergi dari rumah Miss tiya.
...
Seperti biasanya rhea selalu datang sebelum Miss tiya datang,ia sudah siap dengan buku dan peralatan praktiknya,lalu Lian menghampiri rhea, "jangan khawatir,hal baik itu akan segera tiba." Lirih Lian pelan.

"Maksudnya?"

"Aku tidak akan bicarakan sekarang, yang penting kamu fokus dengan apa yang ada didepan kamu." Ucapnya,rhea merasa tidak enak dengan Lian, karena Lian selalu ada dan selalu membantunya saat ia butuh.

Miss tiya memasuki ruangan dengan sapaan pagi nya, setelah ia mengetahui bahwa rhea akan selalu ada di balik jendela itu,ia selalu berusaha melirik pelan ke arah jendela itu,dan benar,ia melihat ada seseorang dari celah,rhea terlihat begitu semangat menyambut kedatangan Miss tiya meskipun terhalang dinding.
Miss Tiya merasa terketuk,ia ingin menghampiri rhea sekarang tapi waktunya yang belum pas, aku akan segera membawamu ke hadapan ku rhea..., lalu Miss tiya kembali mengajar untuk praktik kedua yang kemarin belum selesai.

Other Stories
Senja Terakhir Bunda

Sejak suaminya pergi merantau, Siska harus bertahan sendiri. Surat dan kiriman uang sempat ...

Dari 0 Hingga 0

Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...

Mother & Son

Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...

Kuraih Mimpiku

Edo, Denny,Ringo,Sonny,Dito adalah sekumpulan anak band yang digandrungi kawula muda. Kema ...

Testing

testing ...

Download Titik & Koma