Epilog
Dua belas tahun kemudian ....
Seorang guru laki-laki muda memandangi sekumpulan siswa yang sedang berkumpul di depan gerbang sekolah. Sebentar lagi jam pelajaran pertama baru akan dimulai. Salah seorang siswa laki-laki di antara mereka tampak membagikan sesuatu dengan wajah berbinar: buah keramunting. Pemadangan itu tentu saja menjadi hal yang tidak asing bagi Ikal, guru muda tadi. Sebab, dulu, belasan tahun yang lalu, ia pun melakukan hal yang sama. Bedanya saat ini, buah keramunting sudah semakin sulit didapatkan. Banyak lahan-lahan liar yang semula ditumbuhi semak keramunting, kini telah beralih menjadi lahan pemukiman serta perkebunan kelapa sawit.
Masih sambil mengenang masa lalu, seorang guru perempuan paruh baya dengan jilbab panjang mendekati Ikal. Perempuan itu berdiri menyejajari posisi Ikal sembari mengikuti arah pandang laki-laki tersebut.
"Melihat mereka, Ibu seperti lihat ka dulu, Kal." Ikal menoleh sesaat pada Bu Esti yang beberapa tahun lagi akan segera pensiun dari tugasnya mengajar setelah puluhan tahun mengabdi. Laki-laki berseragam kuning khaki itu dapat menemukan binar hangat dari sepasang manik mata ibu angkatnya tersebut. "Ibu dak nyangka kalau waktu rupanya sudah sedemikian cepat berlalu. Kau sudah besar sekarang, Kal," ujarnya lagi.
"Makasih, Bu, buat semuanya. Kalau dak de Ibu, ku dak tau bakal jadi apa."
Bu Esti menoleh ke arah Ikal. Ia lalu mengusap lembut bahu laki-laki yang kini jauh lebih tinggi darinya. Jika menatap sejajar pada anak angkat di sampingnya itu, Bu Esti hanya bisa mendapati sebatas dada Ikal saja. Padahal dulu, saat memutuskan untuk merawat Ikal pasca kepergian Liana, tinggi Ikal tidak lebih dari ketiaknya saja.
Perempuan itu selalu bersyukur bahwa keputusannya untuk merawat anak dari keluarga nelayan dan pembuat rusip itu adalah keputusan yang tepat. Pasalnya, rumah yang semula sepi setelah insiden kecelakaan yang menewaskan suami dan putra semata wayangnya dulu, pelan-pelan Bu Esti jadi bisa berdamai dengan masa lalu yang kelam. Ikal yang semula hadir atas dasar iba serta kemanusiaan, kini berhasil menggantikan ikatan darah yang sempat hilang di dada Bu Esti.
Dulu, anak laki-laki semata wayang Bu Esti juga meninggal di usia Ikal. Sehingga dengan datangnya Ikal ke dalam rumahnya, mau tidak mau Bu Esti kembali mengeluarkan barang-barang almarhum putranya yang penuh kenangan dari dalam kardus dan memberikannya pada Ikal: pakaian, sepatu, mainan, juga perlengkapan lainnya.
“Ingat selalu pesan Ibu, Nak. Di balik setiap masalah, pasti ada jalan. Di balik kegelapan yang menyesatkan, pasti ada secercah cahaya harapan. Jangan pernah menyerah pada keadaan, sebab Tuhan selalu menyayangi umatnya yang selalu berjuang,” ucap Bu Esti masih sambil memandangi sekumpulan siswa yang berkerumun di depan gerbang sekolah.
Bel masuk berbunyi. Sekumpulan anak-anak tadi segera membubarkan diri dan berlari ke kelasnya masing-masing. Begitu pun Bu Esti yang kemudian melangkahkan kaki menuju ruang guru.
Baru saja Ikal akan mengikuti langkah senior sekaligus ibu angkatnya itu, pemuda berambut ikal tersebut terpaku. Ia mendapati sesuatu yang tak asing di ujung pandangannya. Di depan gerbang sekolah yang tengah ditutup seorang satpam, Ikal seolah-olah sedang melihat sosok Liana berdiri di sana sembari tersenyum ke arahnya. Tanpa bisa dicegah, Ikal segera membalas senyum ibu kandung yang seakan-akan menjelma nyata itu.
“Mak, Ikal lah berhasil mewujudkan cita-cita mak kek pak[1] jadi pegawai negeri. Makasih untuk semuanya. Bahagia selalu di sana, Mak.”
Ikal berpaling, dadanya menghangat, seiring bayangan Liana yang turut lenyap bersamanya.
***
Tamat!
[1] Ibu dan bapak
Other Stories
Boneka Sempurna
Bagi Abrian, hidup adalah penjara tanpa jeruji. Selama bertahun-tahun, ia adalah korbam ta ...
Bad Close Friend
Denta, siswa SMA 91 Cirebon yang urakan dan suka tawuran, tak pernah merasa cocok berteman ...
Kala Kisah Tentang Cahaya
Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...
Hidup Sebatang Rokok
Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...
Dream Analyst
Dream Analyst. Begitu teman-temannya menyebut dirinya. Frisky dapat menganalisa mimpi sese ...
Melodi Nada
Dua gadis kakak beradik dari sebuah desa yang memiliki mimpi tampil dipanggung impian. Mer ...