Turut Berduka Cinta

Reads
1.4K
Votes
0
Parts
13
Vote
Report
Penulis Sagara

Chapter 3: Meninggalkan Aku

Mereka membicarakan rencana pertemuan pertama, Faris sebagai perantara yang akan mendampingi Nayla, dan Reza bersama pamannya. Detail-detail logistik ini adalah rutinitas bagi Faris, sebuah tarian yang sudah ia hafal setiap gerakannya.

Pertemuan itu ditetapkan tiga hari kemudian di sebuah restoran bernuansa tradisional Jawa. Faris tiba lebih dulu, memastikan tata letak ruangan cukup privat dan nyaman. Ia mengatur dua cangkir teh hangat di meja, simbol kesiapan dan ketenangan. Tak lama kemudian, Nayla datang didampingi oleh tantenya yang berperan sebagai wali sementara, Nyonya Salimah.

Saat Nayla melangkah masuk, Faris merasakan lonceng kecil berdentang di dalam dirinya, sebuah sensasi deja vu yang kuat. Ia melihat Nayla.

Perempuan di hadapannya mengenakan gamis berwarna sage green, dengan jilbab yang tersampir rapi menutupi dada. Anggun, salehah, dan tenang—persis seperti deskripsi di profilnya. Ia tampak sedikit lebih kurus, matanya menyimpan jejak kelelahan yang tidak ada di foto. Faris merasa ia pernah melihat mata itu, atau setidaknya merasakan aura yang sama, tetapi ia tidak dapat mengingat di mana. Ia segera menekan perasaan itu, menganggapnya sebagai kelelahan. Fokus, Faris. Ini klienmu.

"Assalamu’alaikum, Mas Faris," Nayla menyapa, suaranya lembut, profesional, dan terkontrol.

"Wa’alaikumussalam, Nayla. Silakan," jawab Faris. Nyonya Salimah dan Nayla duduk.

Sambil menunggu Reza, Faris mengamati Nayla, mencari petunjuk dari rasa familier yang menusuk itu. Nayla menatapnya dengan sopan, senyum profesional yang menenangkan. Tidak ada gejolak atau pengakuan di matanya. Faris merasa bodoh. Tentu saja, Nayla hanyalah klien.

"Semoga proses ini berjalan lancar, Mas Faris," kata Nayla, suaranya tenang.

"Aamiin. Saya yakin, Nayla. Reza adalah pria yang baik," balas Faris, berhasil mengendalikan nada suaranya.

Reza tiba tak lama kemudian, ceria dan percaya diri, membawa energi yang langsung memenuhi ruangan. Faris memperkenalkan keduanya. Sepanjang proses perkenalan itu, Faris fokus pada perannya. Ia berbicara tentang Reza dan Nayla, tentang kriteria dan visi hidup, namun batinnya terusik oleh keanehan yang tak bisa ia jelaskan.

Taaruf pertama berjalan lancar, setidaknya dari kacamata Reza dan Nyonya Salimah. Reza terpesona. Nayla bersikap sangat tenang, elegan, dan menanggapi pertanyaan Reza dengan bijak.

Faris menyaksikan drama ini dari kursi samping, perannya sebagai sutradara yang kini merasa ada aktor yang salah kostum. Ia melihat cara Nayla tertawa, sedikit menunduk—gerakan yang terasa akrab. Ia melihat Nayla mengusap tepi jilbabnya—sebuah kebiasaan kecil yang menusuk ingatannya.

Setelah Reza dan pamannya pamit, Faris bertugas mengantar Nayla dan Nyonya Salimah pulang.

Di dalam mobil, Nyonya Salimah yang cerewet dan antusias segera terlibat dalam panggilan telepon, meninggalkan keheningan profesional di antara Faris dan Nayla.

“Reza adalah pria yang baik, Mas Faris,” Nayla memecah keheningan itu.

“Memang. Dia sahabat terbaik saya. Dia serius dengan proses ini,” balas Faris, menjaga nada suaranya tetap formal.

"Saya tahu. Dia terlihat seperti pria yang bisa saya percaya. Saya merasa beruntung mendapatkan perantara yang profesional seperti Anda."

Faris hanya mengangguk, namun batinnya berjuang melawan rasa familiar yang ia tidak tahu asalnya. Siapa kamu sebenarnya, Nayla?

Other Stories
Hujan Yang Tak Dirindukan

Perjalanan menuju kebun karet harus melalui jalan bertanah merah. Nyawa tak jarang banyak ...

Tukar Pasangan

Ratna, wanita dengan hiperseksualitas ekstrem, menyadari suaminya Ardi berselingkuh dengan ...

Cinta Di 7 Keajaiban Dunia

Malam yang sunyi aku duduk seorang diri. Duduk terdiam tanpa teman di hati. Kuterdiam me ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Hanya Ibu

Perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantung sej ...

Itsbat Cinta

Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...

Download Titik & Koma