Chapter 10: Tapi Kini Aku Mengerti
Faris menarik napas. “Karena sentuhan ini adalah milik Faris yang dulu, Nisa. Faris yang sekarang harus memastikan sentuhan itu tidak merusak janji suci yang akan kamu buat dengan Reza. Ini bukan lagi tentang kita. Ini tentang amanah. Amanah persahabatan, amanah profesionalitas, dan amanah pada dirimu sendiri, Nayla.”
Ia melanjutkan, suaranya bergetar karena emosi yang ia tahan. "Dengarkan aku, Nayla. Kamu tidak perlu mencintai Reza secepat kamu mencintai Nisa dulu. Cinta yang matang tidak meledak seperti kembang api, tapi tumbuh pelan, seperti akar yang menancap dalam. Reza mencintai Nayla yang sekarang, Nayla yang berhasil. Dan itu lebih penting dari Nisa yang Faris cintai dulu."
"Aku tidak tahu bagaimana harus menatapnya setelah ini. Setelah dia tahu segalanya," Nayla tersedu.
"Kamu harus jujur. Bukan hanya tentang nama dan masa lalumu, tapi tentang hatimu saat ini. Bilang padanya bahwa Faris adalah bab yang sudah kamu tutup. Bahwa kamu memilih dia karena kamu yakin dia yang terbaik untuk masa depanmu, untuk perjuanganmu. Katakan padanya, Nayla, bahwa Faris telah merelakan Nisa, dan Nisa harus merelakan Faris. Kalau kita tidak merelakan satu sama lain, kita akan menjadi bayangan di pernikahanmu. Kamu harus membunuh bayangan itu."
Nayla menatap Faris, air matanya kini bercampur dengan rasa tak percaya dan haru. "Kamu sungguh-sungguh? Kamu merelakan segalanya, hanya untuk melihat aku bahagia?"
"Aku sungguh-sungguh," Faris mengangguk. Matanya, di balik kacamata, memancarkan kesungguhan yang tak terduga. "Cinta itu bukan tentang memiliki, Nayla. Cinta sejati adalah tentang memberi yang terbaik untuk orang yang kamu cintai, meskipun yang terbaik itu bukan dirimu sendiri. Kebahagiaanmu, Nayla, adalah kebahagiaanku. Dan kebahagiaanmu ada bersama Reza. Dia adalah kepastian yang kamu cari. Saya akan menjadi saksi bahwa kamu memilih yang benar."
Faris berdiri, menjauhkan dirinya secara fisik dan emosional. Ia tidak menoleh ke belakang. Ia meninggalkan Nayla di bawah pohon rindang itu, dengan hati yang terasa berat namun lapang. Ia baru saja mengubur cintanya sendiri, sebuah upacara pemakaman yang ia pimpin sendiri, demi menjaga persahabatan dan kebahagiaan masa depan Nayla. Ia baru saja mencapai tingkat ikhlas tertinggi yang ia kenal.
Other Stories
Rembulan Di Mata Syua
Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek sep ...
Hidup Sebatang Rokok
Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...
Perjalanan Terakhir Bersama Bapak
Sepuluh tahun setelah kepergian ibunya saat melahirkan Ale, Khalil tumbuh dengan luka yang ...
Romance Reloaded
Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Dengan membaca ramalan bintang seakan menentukan hidup seorang Narian akan bahagia atau ti ...
Ilusi Yang Sama
Jatuh cinta pada wanita yang selalu tersakiti, Rian bertekad menjadi pria yang berbeda. Na ...