Chapter 6: Apakah Aku
Satu sore, Faris dan Nayla harus bertemu tanpa Reza untuk membahas detail proposal pernikahan (yang Reza minta Faris bantu susun). Mereka memilih sebuah kedai kopi di pinggiran kota. Faris memutuskan, ini adalah saatnya. Ia harus mengakhiri sandiwara ini sebelum Reza terluka.
“Proposal Reza ini sangat detail, ya,” kata Nayla sambil membolak-balik kertas di tangannya. “Dia benar-benar tipe perencana yang matang. Dia memikirkan dana pendidikan anak-anak kami nanti, bahkan asuransi kesehatan orang tuaku. Hal-hal yang dulu Nisa anggap remeh.”
“Reza selalu begitu. Sejak kuliah, dia tidak pernah melakukan sesuatu tanpa rencana A sampai Z,” Faris menimpali.
Nayla tersenyum. “Dan kamu?”
“Saya?”
“Kamu tipe yang seperti apa, Faris? Kamu adalah Faris yang paling berprinsip yang pernah saya kenal,” Nayla berkata, tulus.
Faris tertawa getir. "Saya belajar bahwa cinta tidak cukup. Iman, akal sehat, dan kepastianlah yang seharusnya menjadi fondasi. Itu sebabnya saya memilih profesi ini, Nayla. Saya membangun benteng dari kesalahan masa lalu saya."
“Benteng itu... untuk melindungi orang lain atau untuk melindungi dirimu sendiri?”
Pertanyaan itu menusuk Faris. Ia meletakkan cangkir kopinya, menatap Nayla lurus-lurus. Ia tidak bisa lagi menahan kata itu.
"Dinding itu saya bangun untuk tidak lagi merasa hancur ketika seseorang yang saya cintai tiba-tiba menghilang hanya karena masalah utang. Saya ingin memastikan semua orang yang saya fasilitasi ini tidak akan merasakan sakit yang saya rasakan, Nayla. Termasuk Reza," Faris menjeda, lalu menjatuhkan bom itu. "Nisa."
Mendengar nama itu, Nayla tidak terkejut. Ia hanya menghela napas panjang, tatapan matanya kini penuh rasa lelah dan kesedihan yang ia sembunyikan selama ini. Ia tidak perlu bertanya bagaimana Faris tahu. Ia tahu Faris akan mencari.
“Kamu tahu…” Nayla berbisik, suaranya kembali formal, tetapi makna di baliknya jauh lebih dalam. “Dulu sekali, ada seorang gadis bernama Nisa. Dia meninggalkan semua yang dia kenal, Faris. Dia lari, bukan karena dia tidak mencintai. Tapi karena harga diri keluarganya hancur. Utang-utang itu… membuat kami harus pindah kota, ganti nama, memulai hidup dari nol. Kami harus jadi orang lain agar bisa bernapas lagi. Nisa adalah orang yang gagal dan lemah. Nayla… Nayla adalah seseorang yang berhasil melewati itu semua. Nayla adalah penebusan Nisa.”
Faris menahan emosinya. Ia mengingat malam Nisa menghilang. Rasa sakit masa lalu itu menyengat kembali, bercampur dengan kemarahan pada takdir.
“Kenapa kamu tidak mencari saya? Kenapa kamu tidak biarkan saya tahu kamu baik-baik saja?” tanya Faris, lirih.
Nayla menatap Faris, kali ini dengan air mata yang mulai menggenang. “Apa yang harus aku berikan padamu, Faris? Cinta yang terlilit utang? Identitas yang dipertanyakan? Kamu terlalu baik, Faris. Kamu pantas mendapatkan yang tenang, yang pasti. Bukan kegelapan dan bayangan yang Nisa bawa. Kamu harus tahu, Faris, rasa malu itu lebih menyakitkan daripada kerinduan.”
“Apakah menebusnya berarti kamu harus menikah dengan sahabatku?” Faris bertanya, suaranya kini sedikit lebih keras.
Other Stories
Bukan Cinta Sempurna
Pesona kepintarannya terpancar dengan jelas, rambut sebahunya yang biasanya dikucir ekor ...
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...
Akibat Salah Gaul
Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...
Horor
horor ...
Hafidz Cerdik
Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...
Testing
testing ...