Sang Maestro

Reads
993
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Sang maestro
Sang Maestro
Penulis Queena Adhelia

Bab 8. Kebangkitan Seorang Maestro

Zara tidak suka mendengar nama Maya yang semakin naik. Mereka yang sebelumnya mengikuti Zara, sekarang mulai menghindari dia, berbisik, dan menertawakan dia. Pada awalnya memang yang bersimpati dengannya adalah orang-orang yang iri dengan Kemampuan Maya yang sempurna itu. Zara lah yang membuat nama-nama mereka menjadi lebih terkenal daripada sebelumnya. Tetapi sayangnya hanya itulah tujuan mereka. Mereka tetap berteman dengan Zara tetapi mereka pun juga menusuk dari belakang pula.

Maya pun mulai menyadari sisi ini. Tetapi mau bagaimanapun Maya bertindak pastinya akan banyak orang iri dengan kita. Banyak orang yang ingin mencapai diatas tetapi jika sudah memiliki pencapaian sebesar apapun pasti akan ada orang yang akan menghancurkan itu semua. Seperti yang dialaminya dan juga apa yang dialami oleh Zara. Dari sang pembully menjadi orang yang dibully.

Mungkin itu adalah karma dari Zara. Aku tidak perlu ikut campur kan?
Dari lubuk hatinya, dia ingin membantu Zara. Tetapi hal yang terpenting bagi Maya saat ini adalah bagaimana dia bisa bangkit dan bersinar kembali. Menikmati bagian dari membuat sebuah karya. Berbagi pengalaman dia kepada orang-orang. Maya mulai fokus pada dirinya sendiri dahulu. Selain itu, Maya masih perlu mengurus orang-orang yang merusak karyanya. Jadi dia tidak bisa membantu Zara terlebih dahulu.

Akhirnya ada hari dimana kampus mereka mencari seorang pelukis hebat selanjutnya. Itulah rencana terakhir dari Maya. Dia mengikuti perlombaan itu dan membalas orang-orang yang menghancurkan karyanya. Dia akan membuktikan bahwa karyanya juga berharga. Jika kali ini menang maka ini adalah kemenangan Maya yang baru kembali.

Tema lomba kali ini adalah keramaian pasar tradisional. Karya yang dikumpulkan adalah kanvas dengan bebas memakai teknik cat apapun. Pengerjaan dari lomba ini adalah sebulan. Waktu pengerjaan yang lama tetapi itu juga masuk akal. Mereka masih ada perkuliahan. Lamanya waktu ini pengerjaan membuat Maya bisa mempersiapkan dengan baik. Semua rencana dia akan dituangkan pada lomba kali ini. Dia yakin bisa menjadi juara satu kembali. Inilah pembuktian julukan sang Maestro cocok untuk diri sang Maya.

Seperti biasanya dia melakukan sepenuh hati seperti memberi riasan di wajah anaknya. Lukisan yang dibuat olehnya sempurna seperti biasanya. Walaupun tidak sebagus sebelumnya tapi cukup untuk memenangkan lomba itu. Dia tetap mengingat anak kecil yang tetap merasa pede walaupun gambarnya masih canggung. Ini adalah revolusi dari Maya. Dia tidak lagi mengejar kesempurnaan karyanya. Gambar yang tidak sempurna pun juga lah sebuah karyanya yang sempurna. Persiapan pertama Maya sudah selesai. Dia mulai ke langkah selanjutnya. Pada saat pengumpulan karyanya.

Maya mengumpulkan karyanya seperti biasanya. Menunggu si tikus yang akan menghampiri karyanya. Seperti dugaan Maya, si tikus pun datang dengan tenang dalam penyimpanan karyanya. Pelaku yang hampir saja merusak karyanya.

“Halo tikus perusak karya.” Kata Maya dengan pede.

Si tikus terkejut dan berusaha untuk kabur. Tetapi naas para penyelenggara lomba menahannya.

“Mau kabur kemana? Sang penggosip yang pura-pura nggak terlibat. Eva.” Kata Maya dengan percaya diri.
“Hih padahal bentar lagi.” Kata Eva.
“Aku sudah tau polamu. Kamu memanfaatkan temanmu agar bisa mendapatkan kunci ruang pengumpulan karya. Yah butuh waktu lama sih untuk menyadarinya sih.”
“Lo sih menang mulu gw yang nggak se jago lo juga pengen juara.”
“Kuakui sih banyak orang yang berjuang banget ingin memenangkan lomba. Tapi bukan berarti merusak karya orang lain. Selama aku nggak mengikuti lomba pun kamu jadi memenangkan perlombaannya.”
“Terus? Kamu mau memberi selamat ke aku?”
“Haha… tapi caramu salah. Banyak karya yang dirusak pula oleh kamu. Aku mendengar banyak gosip masalah pengrusakan karya. Yah selamat kamu juga akan mengulang mata kuliah yang ada.”

Mendengar itu mata Eva terbelalak tidak percaya. Dia pun dipanggil oleh dosen untuk permasalahan ini. Seperti kata Maya sebagai gantinya karena merusak banyak karya orang lain dialah yang menanggung pengulangan mata kuliah yang ada. Maya yang sebelumnya harus mengulang mata kuliah kini tidak perlu. Dia mendapatkan kompensasi dari pihak kampus.

“Mari kita sambut pemenang dari lomba melukis dengan tema keramaian pasar tradisional. Apa kalian penasaran ” Kata pembawa acara.
“PENASARAN” Sorakan dari para penonton.
“Pemenang kali ini menarik loh. Ayo kita sambut juara ketiga terlebih dahulu. Pemenang juara ketiga JOSH!” Kata pembawa acara dengan semangat.

Josh pun berjalan ke panggung dengan sorakan dari para penonton yang bersemangat. Panitia pun juga membawa karya dari josh.

“Pemenang dari juara kedua adalah ZARA”

Mendengar Zara memenangkan lomba. Orang-orang pun terdiam mengingat apa yang terjadi selama satu semester. Zara pun berjalan ke panggung dalam keadaan yang sangat tenang.

“Apakah kalian penasaran sang juara pertama!” Kata sang pembawa acara.

Penonton pun bersemangat kembali. Mereka sangat penasaran dengan juara satu kali ini.

“Mari kita sambut sang Maestro kita. MAYA” Kata pembawa acara.

Kedatangan Maya yang elegan dan kembali memenangkan lomba. Sorakan yang luar biasa dari penonton menyambut kembalinya sang Maestro kita yaitu Maya. Itulah Maya sang Maestro yang pantang menyerah dalam keadaan yang mempersulit dia. Dia yang bangkit kembali setelah mengalami banyak kejadian. Sangat cocok bagi Maya mendapatkan julukan itu. Itulah Maya sang Maestro.



Other Stories
Dari Luka Menjadi Cahaya

Azzam adalah seorang pemuda sederhana dengan mimpi besar. Ia percaya bahwa cinta dan kerja ...

Melepasmu Untuk Sementara

Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...

Seoul Harem

Raka Aditya, pemuda tangguh dari Indonesia, memimpin keluarganya memulai hidup baru di gem ...

DI BAWAH PANJI DIPONEGORO

Damar, seorang petani terpanggil jiwanya untuk berjuang mengusir penjajah Belanda di bawah ...

Ngidam

Clara mengira ngidam anehnya—memegang milik pria lain—akan membuat suaminya murka. Nam ...

Cinta Kadang Kidding

Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta kepada teman sekelas saat sedang menempuh pendidika ...

Download Titik & Koma