Jaki & Centong Nasi Mamak

Reads
852
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Jaki & centong nasi mamak
Jaki & Centong Nasi Mamak
Penulis Indira Isvandiary

Jaki Dua

“Heleh, alasan aja! Lagian, gimana mau nggak susah? Kamu aja baru bangun jam segini! Rejeki udah dipatok ayam duluan, tau!” Nyokap terlihat menarik napas kasar, lalu akhirnya mencentong nasi ke piringku. “Mamak tuh udah tua, Jaki! Mau sampai kapan kamu Mamak suapin terus? Umur udah 27 tahun. Kerja, enggak. Nikah, enggak. Malah nongkrong-nongkrong nggak jelas seharian sampe malem!”

Tak bisa melawan, aku cuman diam saja. Mumet kepalaku diomeli setiap hari kayak gini.

Nyokap melanjutkan. “Abah udah nggak ada tuh, maksud Mamak, supaya kamu gantiin dia. Mamak udah sering encok, ngambilin getah karet di kebunnya Pak Kades. Duitnya juga nggak seberapa.”

“Ya, Mamak tinggal balik jadi pembantunya Bu Maria lagi. Susah amat.”

TOENG!

Nyokap kembali melayangkan centong nasinya, kali ini ke pipiku.

“Aduh!” Aku meringis dikit.

“Enteng aja kalo ngomong!” seru Nyokap.

Bu Maria adalah satu-satunya orang kaya di kampung ini. Nyokap pernah kerja di sana, tetapi gara-gara encoknya sering kambuh, terpaksa diberhentikan. Dilihat dari segi usia, Nyokap memang pembantu tertua di sana. Seniorlah.

Aku melangkah ke meja makan, mengambil satu tempe goreng dan mulai menyantap sarapan merangkap makan siang ini. Kulihat nyokap beralih ke pekerjaan berikutnya, menyapu lantai.

“Pokoknya Mamak nggak mau tau, Jak. Secepatnya kamu harus dapet kerja! Entar Bu Marbun
datang lagi tuh, nagih duit kontrakan. Jangan sampe kita diusir. Mamak gak mau pontang-panting nggak jelas di jalan.”

“Iya-iya, ah. Bawel banget. Jaki lagi makan juga. Bikin hilang selera aja,” ujarku sambil menyuap nasi bertempe ke mulut dengan tangan.

“Yeee, anak nggak tau diuntung ...!” Nyokap melotot sambil mengangkat gagang sapu itu, seolah
siap menghajarku—lagi.

Buru-buru aku kabur ke depan, lari sambil membawa piringku.

***

Other Stories
Di Luar Rencana

Hubungan Hening sedang tidak akur dengan Endaru, putri semata wayangnya, namun mereka haru ...

People Like Us

Setelah 2 tahun di Singapura,Diaz kembali ke Bandung dengan kenangan masa lalu & konflik k ...

Balon Kuning Di Ujung Jalan

Liburan ke rumah teman masa SD sangat menyenangkan apalagi diperkenalkan berbagai permaina ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

7 Misteri Di Korea

Untuk membuat acara spesial di ulang tahun ke lima majalah pariwisata Arsha Magazine, Om D ...

Cicak Di Dinding ( Halusinada )

Sang Ayah mencium kening putri semata wayangnya seraya mengusap rambut dan berlinang air m ...

Download Titik & Koma