Sinopsis
Sang Ayah mencium kening putri semata wayangnya seraya mengusap rambut dan berlinang air mata. “Maafkan Ayah yang sudah gagal menjaga kamu.”
Cica hanya terdiam dengan tatapan kosong. Lalu, memejamkan mata.
Ayah mundur dari hadapan Cica. Lalu, Ayah mengambil pisau cincang. Ayah menatap tubuh Cica bagian lengan dan pinggang ditempel di dinding sedangkan kaki dan tangan Cica telah dipotong
Other Stories
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...
Cahaya Menembus Senesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...
Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap
Hidup Arka runtuh dalam sekejap. Pekerjaan yang ia banggakan hilang, ayahnya jatuh sakit p ...
32 Detik
Hanya 32 detik untuk menghancurkan cinta dan hidup Kirana. Saat video pribadinya bocor, du ...
Nyanyian Hati Seruni
Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...
Penulis Misterius
Risma, 24 tahun, masih sulit move on dari mantan kekasihnya, Bastian, yang kini dijodohkan ...