Part 01
"omaygatt...tuh cewek emang cakep,kelas berapa?gue lihat kelasnya sih mungkin kelas sepuluh?..." Ujar zafar si ketua famous geng, yang isinya tiga cowok tampan dan suka bikin rusuh.
"Udah beribu ribu kali Lo tuh selalu bilang cakep cakep,tapi nggak ada yang Lo deketin broo..." Sahut Satya setelah menyeruput kopi, mereka selalu santai di kantin meskipun jam pelajaran, terdengar teklikan sepatu guru mereka buru buru ke kelas,dan lari sering menjadi jalan pintas.
Mereka mengendap endap melewati beberapa kelas sebelum sampai di depan kelas. Tertera tulisan duabelas IPS tanpa banyak bicara mereka segera masuk,tapi aksi saling dorong mendorong ketika masuk kelas selalu menjadi style famous geng.
"Zafar, Satya,Dika..." Ucap pak Galang yang sadar ada keributan kecil di antara mereka.
"Hehee...iya pak maaf banget...si Dika nih,berak minta di temenin, jadinya ketinggalan pelajaran kan." Sahut Zafar berusaha menegapkan badan nya sambil terkekeh geli.
Pak Galang berdiri dan menghampiri mereka, "apa itu benar Dika?"
"Ti..." satya menginjak kaki Dika,sontak ia diam dan melebarkan kelopak matanya.
"I...iya pak, soalnya saya takut,takut...di gondol Wewe pak." Sambung Dika lagi yang disambut tawa seluruh teman sekelasnya.
"Iya Wewe nya kamu sendiri..."balas pak Galang memasang muka kereng nya.
Dengan entengnya kedua tangan pak Galang menjewer kuping Zafar dan Satya, "ayo keluar..." Tegas pak Galang, sementara mereka langsung keluar.
Zafar memegangi telinga nya yang merah akibat jeweran pak Galang, "yaelah pak, dihukum lagi nih kita?" Desis Satya merengek.
"Berdiri dengan satu kaki diangkat sambil kedua tangan menjewer telinga kalian,ayoo.." pinta pak Galang tegas, mereka berdiri berjejer didepan kelas melakukan apa yang diperintahkan pak Galang.
"Jangan lepaskan sampai jam saya ngajar selesai,kalau ada yang melanggarnya saya akan beri hukuman lagi, mengerti!"
"Ngerti pak." Lalu pak Galang kembali ke dalam mengajar semua murid.
Lima belas menit berlalu kemudian pak Galang kembali keluar kelas,"waktu saya ngajar tersisa lima belas menit lagi, sekarang...ayo bersihkan taman ini." Ucap pak Galang meminta mereka untuk membersihkan taman kecil di depan kelas,dan langsung melakukannya.
Tak berselang lama, seorang cewek yang tampaknya murid baru,datang memakai tas ransel dan menenteng tas tangan di tangan kirinya,ia terlihat clingak clinguk sambil jalan pelan, sesekali melihat jam tangannya,ia melihat ruang kelas yang ada di depannya itu bertuliskan kelas duabelas IPS, setelah beberapa saat akhirnya ia menemukan kelas yang dituju, dengan excited ia segera jalan menuju ruang itu, tapi langkahnya terhenti saat sebuah batu terlempar dan mendarat tepat di depan kakinya,ia melihat batu itu langsung melihat ke arah lemparan batu tadi yang ternyata Dika yang melempar batu itu tidak sengaja berhenti didepannya.
Ia begitu terkejut mendapati tiga cowok yang sedang berdiri bengong memperhatikannya, sambil membawa rumput sampah di tangan mereka,yap...Zafar,Satya,dan Dika terpesona melihat kecantikan murid baru itu.
Cewek itu segera menghampiri famous geng,"permisi... apakah benar ini ruang kelas duabelas IPS?" Ujarnya pelan.
Dengan semangat Satya langsung maju selangkah,"perkenalkan...aku Satya si penyala hati yang tampan dan tidak sombong hati." Desis Satya seraya menyodorkan tangannya bermaksud untuk salaman.
"Zalina..." Respon zalina membalas salaman tangan Satya.
"Eyy...nona manis aku Dika si penyair jiwa." Sahut Dika sambil menyodorkan tangannya untuk salaman,zalina tersenyum kaku melihat tangannya masih di genggam nyaman oleh Satya,
"maaf... tangannya..." Lirih zalina pelan,Satya masih senyum senyum melihat zalina akhirnya Dika melepaskan tangan mereka.
Zalina tersenyum kecil lalu membalas salaman tangan Dika, "zalina..." Imbuhnya.
"Ehh ini benar kan,kelas duabelas IPS?"
"Iya,kamu murid baru ya?" Satya memasang muka ramah.
"Iya... kalaugitu aku masuk dulu..." Lalu mereka mengangguk sementara zalina langsung masuk ke dalam kelas.
Zafar yang sebelumnya banyak bicara karena hukuman ini tiba tiba menjadi pendiam,"eh far,Lo Napa? Kesambet? Tumben amat ada cewek cakep Lo nggak begaya,Jan sok kalem Lo." Dika terkekeh lebar melihat Zafar yang duduk dan diam.
"Malu aja,masa iya mau kenalan sama cewek kalem gitu,dalam keadaan kena hukuman gini."
"Alah sok jaim Lo,gue aja loss." Sahut Satya.
"Loss broo,fiks mulai hari ini zalina tujuan gue." Ujar Dika.
"Lah lah...apa apaan ini,nggak nggak,Lo nggak bisa menang sendiri gitu lah." Respon Satya sambil mencabuti rumput yang sedang menyapa nyapa didepannya.
"Jadi orang jan Maruk lah dik,Lo kan udah punya Nara,mau Lo embat juga tuh zalina,iya?"
"Sebenarnya gue tuh kecewa sama Nara,Lo tahu sendiri kan,dia statusnya pacar gue tapi nyatanya minta kebebasan untuk kapanpun jalan Ama kalian bedua,jadi gue sad lah bro... serasa punya jajan favorit yang terpaksa dibagi bagi." Mereka sibuk berdebat sementara Zafar diam dan tiba tiba dirinya sudah selesai menyelesaikan bagiannya.
"Tapi kan emang dia sendiri yang minta,yaa gue...gas aja lah." Zafar terlihat berdiri.
"Gue cabs,udah selesai." Ujarnya membuat Dika dan Satya sontak melirik bagian Zafar yang sudah bersih.
"Wehh...cepet amat,Lo nggak tungguin kita far?"
"Lagian kalian bedua asik berdebat,males gue ladenin,udah cepetan beresin,gue masuk dulu." Zafar langsung mencuci tangan nya lalu masuk ke kelas,ia mendapati zalina yang sedang memperkenalkan dirinya didepan semua murid.
"Permisi..." Ucapnya.
"Zafar...udah selesai?"
"Sudah pak."
"Kalaugitu cepetan masuk."
Zafar mengangguk berlalu masuk beberapa detik matanya bertatapan dengan zalina, sementara zalina sambil tersenyum.
"Baik zalina, silahkan duduk, tempat duduk kamu disana." Pak Galang menunjukkan tempat duduk zalina yang berada di samping Zoe.
Zoe saling menyapa dengan zalina,tapi tepat dibelakang zalina ada bangku Dinara dan Ella,lalu dibelakangnya lagi ada nada, mereka merupakan Cherry girl, semacam geng cewek cewek centil yang famous di sekolah.
Mereka menatap zalina dengan tatapan yang mengancam setelah melihat respon para cowok yang terpesona kepada zalina,tentu mereka tidak mau spotlight berpindah begitu saja.
"Ra... sumpah demi my baby Sehun,tuh murid baru sepertinya mengancam spotlight kita deh." Desis Ella berbisik.
"Nggak akan ada yang bisa ngalahin pesona Cherry girl,Lo percaya itu kan, sekalipun kedatangan dia tidak akan membuat kita redup." Balas Nara bernada centil.
"Kalian ngomongin apaan sih? Gue juga kepo loh." Sahut nada yang sedari tadi berusaha mendengar percakapan mereka.
Zalina sesekali tersenyum menoleh kebelakang tapi tatapan Nara dan Ella sinis kepadanya.
.
.
"Udah beribu ribu kali Lo tuh selalu bilang cakep cakep,tapi nggak ada yang Lo deketin broo..." Sahut Satya setelah menyeruput kopi, mereka selalu santai di kantin meskipun jam pelajaran, terdengar teklikan sepatu guru mereka buru buru ke kelas,dan lari sering menjadi jalan pintas.
Mereka mengendap endap melewati beberapa kelas sebelum sampai di depan kelas. Tertera tulisan duabelas IPS tanpa banyak bicara mereka segera masuk,tapi aksi saling dorong mendorong ketika masuk kelas selalu menjadi style famous geng.
"Zafar, Satya,Dika..." Ucap pak Galang yang sadar ada keributan kecil di antara mereka.
"Hehee...iya pak maaf banget...si Dika nih,berak minta di temenin, jadinya ketinggalan pelajaran kan." Sahut Zafar berusaha menegapkan badan nya sambil terkekeh geli.
Pak Galang berdiri dan menghampiri mereka, "apa itu benar Dika?"
"Ti..." satya menginjak kaki Dika,sontak ia diam dan melebarkan kelopak matanya.
"I...iya pak, soalnya saya takut,takut...di gondol Wewe pak." Sambung Dika lagi yang disambut tawa seluruh teman sekelasnya.
"Iya Wewe nya kamu sendiri..."balas pak Galang memasang muka kereng nya.
Dengan entengnya kedua tangan pak Galang menjewer kuping Zafar dan Satya, "ayo keluar..." Tegas pak Galang, sementara mereka langsung keluar.
Zafar memegangi telinga nya yang merah akibat jeweran pak Galang, "yaelah pak, dihukum lagi nih kita?" Desis Satya merengek.
"Berdiri dengan satu kaki diangkat sambil kedua tangan menjewer telinga kalian,ayoo.." pinta pak Galang tegas, mereka berdiri berjejer didepan kelas melakukan apa yang diperintahkan pak Galang.
"Jangan lepaskan sampai jam saya ngajar selesai,kalau ada yang melanggarnya saya akan beri hukuman lagi, mengerti!"
"Ngerti pak." Lalu pak Galang kembali ke dalam mengajar semua murid.
Lima belas menit berlalu kemudian pak Galang kembali keluar kelas,"waktu saya ngajar tersisa lima belas menit lagi, sekarang...ayo bersihkan taman ini." Ucap pak Galang meminta mereka untuk membersihkan taman kecil di depan kelas,dan langsung melakukannya.
Tak berselang lama, seorang cewek yang tampaknya murid baru,datang memakai tas ransel dan menenteng tas tangan di tangan kirinya,ia terlihat clingak clinguk sambil jalan pelan, sesekali melihat jam tangannya,ia melihat ruang kelas yang ada di depannya itu bertuliskan kelas duabelas IPS, setelah beberapa saat akhirnya ia menemukan kelas yang dituju, dengan excited ia segera jalan menuju ruang itu, tapi langkahnya terhenti saat sebuah batu terlempar dan mendarat tepat di depan kakinya,ia melihat batu itu langsung melihat ke arah lemparan batu tadi yang ternyata Dika yang melempar batu itu tidak sengaja berhenti didepannya.
Ia begitu terkejut mendapati tiga cowok yang sedang berdiri bengong memperhatikannya, sambil membawa rumput sampah di tangan mereka,yap...Zafar,Satya,dan Dika terpesona melihat kecantikan murid baru itu.
Cewek itu segera menghampiri famous geng,"permisi... apakah benar ini ruang kelas duabelas IPS?" Ujarnya pelan.
Dengan semangat Satya langsung maju selangkah,"perkenalkan...aku Satya si penyala hati yang tampan dan tidak sombong hati." Desis Satya seraya menyodorkan tangannya bermaksud untuk salaman.
"Zalina..." Respon zalina membalas salaman tangan Satya.
"Eyy...nona manis aku Dika si penyair jiwa." Sahut Dika sambil menyodorkan tangannya untuk salaman,zalina tersenyum kaku melihat tangannya masih di genggam nyaman oleh Satya,
"maaf... tangannya..." Lirih zalina pelan,Satya masih senyum senyum melihat zalina akhirnya Dika melepaskan tangan mereka.
Zalina tersenyum kecil lalu membalas salaman tangan Dika, "zalina..." Imbuhnya.
"Ehh ini benar kan,kelas duabelas IPS?"
"Iya,kamu murid baru ya?" Satya memasang muka ramah.
"Iya... kalaugitu aku masuk dulu..." Lalu mereka mengangguk sementara zalina langsung masuk ke dalam kelas.
Zafar yang sebelumnya banyak bicara karena hukuman ini tiba tiba menjadi pendiam,"eh far,Lo Napa? Kesambet? Tumben amat ada cewek cakep Lo nggak begaya,Jan sok kalem Lo." Dika terkekeh lebar melihat Zafar yang duduk dan diam.
"Malu aja,masa iya mau kenalan sama cewek kalem gitu,dalam keadaan kena hukuman gini."
"Alah sok jaim Lo,gue aja loss." Sahut Satya.
"Loss broo,fiks mulai hari ini zalina tujuan gue." Ujar Dika.
"Lah lah...apa apaan ini,nggak nggak,Lo nggak bisa menang sendiri gitu lah." Respon Satya sambil mencabuti rumput yang sedang menyapa nyapa didepannya.
"Jadi orang jan Maruk lah dik,Lo kan udah punya Nara,mau Lo embat juga tuh zalina,iya?"
"Sebenarnya gue tuh kecewa sama Nara,Lo tahu sendiri kan,dia statusnya pacar gue tapi nyatanya minta kebebasan untuk kapanpun jalan Ama kalian bedua,jadi gue sad lah bro... serasa punya jajan favorit yang terpaksa dibagi bagi." Mereka sibuk berdebat sementara Zafar diam dan tiba tiba dirinya sudah selesai menyelesaikan bagiannya.
"Tapi kan emang dia sendiri yang minta,yaa gue...gas aja lah." Zafar terlihat berdiri.
"Gue cabs,udah selesai." Ujarnya membuat Dika dan Satya sontak melirik bagian Zafar yang sudah bersih.
"Wehh...cepet amat,Lo nggak tungguin kita far?"
"Lagian kalian bedua asik berdebat,males gue ladenin,udah cepetan beresin,gue masuk dulu." Zafar langsung mencuci tangan nya lalu masuk ke kelas,ia mendapati zalina yang sedang memperkenalkan dirinya didepan semua murid.
"Permisi..." Ucapnya.
"Zafar...udah selesai?"
"Sudah pak."
"Kalaugitu cepetan masuk."
Zafar mengangguk berlalu masuk beberapa detik matanya bertatapan dengan zalina, sementara zalina sambil tersenyum.
"Baik zalina, silahkan duduk, tempat duduk kamu disana." Pak Galang menunjukkan tempat duduk zalina yang berada di samping Zoe.
Zoe saling menyapa dengan zalina,tapi tepat dibelakang zalina ada bangku Dinara dan Ella,lalu dibelakangnya lagi ada nada, mereka merupakan Cherry girl, semacam geng cewek cewek centil yang famous di sekolah.
Mereka menatap zalina dengan tatapan yang mengancam setelah melihat respon para cowok yang terpesona kepada zalina,tentu mereka tidak mau spotlight berpindah begitu saja.
"Ra... sumpah demi my baby Sehun,tuh murid baru sepertinya mengancam spotlight kita deh." Desis Ella berbisik.
"Nggak akan ada yang bisa ngalahin pesona Cherry girl,Lo percaya itu kan, sekalipun kedatangan dia tidak akan membuat kita redup." Balas Nara bernada centil.
"Kalian ngomongin apaan sih? Gue juga kepo loh." Sahut nada yang sedari tadi berusaha mendengar percakapan mereka.
Zalina sesekali tersenyum menoleh kebelakang tapi tatapan Nara dan Ella sinis kepadanya.
.
.
Other Stories
Yume Tourou (lentera Mimpi)
Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...
Gadis Loak & Dua Pelita
SEKAR. Gadis 16 tahun, penjual kue pasar yang dijuluki "gadis loak" karena sering menukar ...
Cinta Dua Rasa
Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...
Hikayat Cinta
Irna tumbuh dalam keyakinan bahwa cinta adalah sesuatu yang harus ditemukan—pada seseora ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
Langit Ungu
Cerita tentang Oc dari Penulis. karakter utama - Moon Light "Hidup cuma sekali? Lalu be ...