Dear Zalina

Reads
421
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Penulis Diahputri

Part 02

Beberapa hari zalina di sekolah barunya,ia masih dikejar kejar para cowok, banyak juga ketika di kantin maupun saat di kamar mandi yang kemudian membuatnya sedikit terganggu,tapi Bullyan demi Bullyan selalu datang kepadanya disetiap langkahnya saat bertemu anak cewek yang tidak suka dengannya.Bel istirahat berbunyi, bukannya keluar kelas malah banyak cowok yang mendekati zalina untuk minta kontak WhatsApp nya, "Bagi lah za..." Ujar salah satu dari mereka, famous geng tidak mau kalah, mereka ikut mendekat ke bangku zalina.

"Etss...zalina punya kita." Sahut Satya sambil duduk di bangku samping zalina yang tidak ada mendudukinya, respon Cherry girl yang melihat itu semakin membuat mereka tidak bisa tenang, karena memang famous geng yang terkenal rusuh dan penguasa, banyak dari mereka yang takut atau bisa dibilang tidak mau punya masalah dengan mereka.

"Sendirian aja nih ya neng?..." Tukas Dika sambil tertawa kecil,Nara yang masih diam semakin emosi saat melihat pacarnya ikut godain zalina.

"Heh jangan sok polos Lo ya,pergi nggak." Sahut Nara seraya berdiri mendekati zalina.

"Ayo pergi...jangan pernah membalas godaan dari mereka sedikitpun,kalau ada dari mereka yang kecantol sama Lo...siap siap aja Lo akan berhadapan dengan leader Cherry girl ini." Imbuhnya lagi memasang muka ngancamnya.

Sementara zalina hanya diam dan mengangguk sesekali,"jangan gitu lah Ra,zalina tuh murid baru, harusnya kamu temenin dia bukannya musuhin gini." Sambung Dika yang berusaha menenangkan Nara untuk kembali duduk.

"Aku tahu,kamu pasti udah naruh perasaan ke dia kan? Hahaa... apakah kalian juga sama,Satya...Zafar? Aku dah tahu sih, kedatangan cewek sok polos ini akan bikin semuanya kacau." Nara menggenggam tangan nya dan menaikkan sebelah alisnya.

Zalina yang semakin lama tidak tahan mendengar ocehan Nara, akhirnya memutuskan untuk keluar dari kelasnya.
"Dah bagus pergi Sono." Desis Ella melirik zalina.

"Za...mau kemana..." Ucap Satya berusaha mengejarnya tapi Zafar menghentikannya.

"Udah udah,duduk aja dulu." Ujarnya,lalu Satya kembali duduk.

"Nggak bisa gitu lah far,gue nggak tega lihat dia digituin,Lo kan tahu sendiri banyak yang nggak suka sama dia,ntar kalau diluar kelas ada apa apa gimana?"

"Biarin aja lah." Respon Zafar santai.

"Tumben Lo cuek far,kenapa tiba tiba Lo diem ada cewek cakep di giniin?" Ucap Dika.

"Udah biarin, banyak orang nggak suka bukan berarti semuanya nggak suka,pasti ada itu anak yang bantu dia,ada zoe juga kan yang selalu temenin dia." Setelah mendengar penjelasan Zafar,Satya bisa duduk tenang.

Zoe mencari cari keberadaan zalina,setiap sudut ruangan ia hampiri,tapi tidak ada juga, "ehh Lo lihat zalina nggak?" Tanyanya kepada salah satu murid cewek.

"OHH cewek perebut itu ya? Mungkin dia sembunyi kali,kan takut di labrak kakak kelas yang cowoknya sudah godain dia." Tidak meresponnya,Zoe mencari lagi, hanya satu ruangan yang belum ia datangi yaitu perpustakaan,dan benar saja zalina sedang berada di sana fokus membaca buku favoritnya.

"Za..." Bisiknya sedikit keras sambil menghampiri zalina.

"Gue udah cari Lo kemana mana, ternyata ada disini." Sambungnya lagi,Zoe ikut mengambil buku untuk membaca sambil menemani zalina, respon zalina hanya tersenyum lebar dan kembali fokus kepada buku nya.

Setelah beberapa saat membaca, mereka bermaksud untuk mengembalikan buku nya,tapi zalina dicegah petugas perpustakaan, "maaf mbak, untuk buku yang mbak bawa itu kumpulinnya di meja saya ya." Bergegas zalina ke depan untuk memberikan bukunya,lalu keluar bersama Zoe.

Karena bel masuk bunyi, mereka langsung menuju kelas,Zoe dan zalina melepaskan sepatu dan meletakkan ke rak,saat zalina selesai menaruh sepatunya, tangannya tidak sengaja menyenggol tempat tertutup juga satu tempat dengan tempat sepatunya, terdapat kertas yang ada catatan nya ia segera mengambilnya, "apaann za?" Ucap Zoe penasaran,zalina membacanya pelan, "gadis manis selembut senyumnya...hari ini cukup berat ya? Tapi jangan merasa sendiri."

"What? Apakah ini semacam surat pengagum rahasia?" Celetuk Zoe setelah mendengar nya.

"Aku tidak tahu zo,udah biarin aja, mungkin orang iseng." Zalina memasukkan kertasnya ke dalam sakunya dan berlalu masuk ke kelas.
...
Zalina bukan hanya gadis yang cantik dan tenang,tapi juga pintar,ia selalu menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan tepat, karena hal itu semakin membuat Cherry girl iri dengannya,dan celah untuk bullying semakin menjadi jadi menimpanya.

Disaat pulang sekolah ia dan Zoe duduk tenang di kelas menunggu semuanya untuk pulang,tapi kali ini famous geng ikut diam ditempat, "balik yuk gilrss..." Seru Nara kepada Ella dan nada.

Mereka berdiri dan lanjut jalan tapi melihat famous geng yang masih diam, "kalian tungguin apa?" Tanya Ella.

"Ya..gue tungguin zalina lah." Jawab Satya sambil menunjuk zalina.
Nara melirik zalina tajam lalu menghampirinya, "jangan sok kecantikan, mereka cuma kasian sama Lo." Tukasnya tegas sambil mencengkeram dagu zalina,Satya yang melihat itu langsung menghentikan paksa perbuatan Nara.

"Dinara...Lo udah kelewatan..." Sentaknya keras.

"Gue tahu lo udah kecintaan banget sama nih cewek,tapi hati hati...kalian semua itu cuma tersesat dalam muka polosnya dia." Balas Nara lantang melebarkan matanya.

"Sudah cukup Nara...aku tidak seperti apa yang kamu bicarakan." Sahut zalina pelan,ia tampak tidak berdaya untuk mengimbangi energi Nara.

Tanpa banyak basa basi lagi,Nara melirik zalina tajam lalu keluar kelas begitu saja.
"Sorry za,atas sikap Nara ke kamu." Pekik Dika yang tidak enak atas perbuatan pacarnnya terhadap zalina.

"Kalaugitu kita cabut dulu ya." Ujar Zoe kepada famous geng.
Zalina mengambil kotak bekalnya di laci meja,tapi tangannya merasa ada barang lain yang dipegangnya,ia mengeluarkan semuanya... beberapa kertas catatan,

"Hai cantik...bagi WhatsApp nya dong.."

"Zalina yang cantik membahana...maukah kamu menjadi pacarku?"

"Hai baby zaa...jika kamu pengen lihat mada depan, lihatlah di ruang kelas delapan IPA."

Begitulah isi beberapa surat yang dibaca zalina,tapi satu surat yang belum dibacanya, "setelah satu surat di lemari sepatu,aku datang lagi...kali ini tidak banyak,cuma mengingatkan, semangat...selalu rekah kan lengkungan dibibir mu itu." Ia merasa aneh dan penasaran dengan orang yang mengirimkan surat itu,dari kebanyakan anak yang menggodanya justru dia malah menyemangatinya,zalina tersenyum lalu memasukkan kertasnya ke kantong saku.

"Surat apaan za? Boleh lihat nggak?" Sahut Satya penasaran, semenjak Dika dan Zafar hanya diam memperhatikan.

"Nggak ada,cuman anak anak iseng." Balas zalina sambil tersenyum,lalu mereka pulang bersama.
.
.


Other Stories
Dua Bintang

Setelah lulus, Manda ikut Tante Yuni ke Jakarta untuk melupakan luka keluarga. Tapi dikhia ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

Mr. Perfectionist

Arman dan Audi sebenarnya tetangga dekat, namun baru akrab setelah satu sekolah. Meski ser ...

Yume Tourou (lentera Mimpi)

Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...

Dua Bintang

Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...

Cerita Guru Sarita

Sarita merasa berbeda dari keluarganya karena mata cokelatnya yang dianggap mirip serigala ...

Download Titik & Koma