Part 05
"semuanya berhenti...." Teriak Bu Ratna yang sedang menuju tempat itu.
Setelah mendengar suara guru BK itu, mereka semua Sontak berhenti,"bukan saya Bu, famous geng nih yang mulai..." Salah satu seorang murid membela diri.
"Iya Bu mereka yang mulai duluan...."
"Bukan begitu Bu, mereka sudah melakukan hal yang salah, karena itu Kita tidak bisa diam begitu saja." Ucap Satya.
"Jangan saling menyalahkan, semuanya saja yang terlibat ikut ibu ke ruang ibu, sekaran..." Ucap Bu Ratna,lalu semuanya berjalan menuju ruang BK hanya sisa famous geng.
"Zoe...kamu jaga zalina dulu ya,ibu akan urusin mereka dulu." Pinta bu Ratna berlalu pergi respon zoe mengangguk.
"Za...kamu nggak papa?" Ucap Satya khawatir mendekat ke zalina yang masih menunduk menutup muka nya.
"Za...kamu jangan khawatir, semuanya akan baik baik saja." Sahut Dika mengelus pelan tangan zalina.
Zalina merasa sedikit lega setelah semuanya mereda,ia memiliki setidaknya sedikit kekuatannya untuk menatap mereka, perlahan ia menurunkan tangannya, dengan jelas dirinya bisa melihat muka muka khawatir teman temannya itu, terutama zoe.
Zafar menatap zalina, tergambar rasa aneh dari tatapan Zafar,ia langsung memeluk zalina dan mengelus rambut zalina lembut,sontak air matanya keluar, sementara mereka yang menyaksikan itu merasa aneh,tiba tiba banget Zafar berikap seperti itu.
"Zafar...mmm..." Ujar zalina bingung,tapi ia terlihat nyaman dalam dekapan Zafar.
"Kamu nggak usah khawatir za,aku disini,aku tidak akan biarkan kamu jatuh begitu saja." Desis Zafar,lalu melepaskan pelukannya,ia baru sadar bahwa Satya dan Dika memperhatikan nya dengan begitu aneh.
"Far...ini beneran Lo?" Ujar satya seraya menempelnya punggung tangannya ke kening Zafar.
"Sejak kapan Lo,suka sama zalina?" Pertanyaannya itu terlontar begitu saja dari mulut dika.
"Enggak,mmm...gue cuma...dia kan temen kita,biar bagaimanapun kita harus selalu bersama nya,bener kan?" Jelas Zafar membuat teman temannya mengangguk angguk.
Zalina tersenyum.
"terimakasih ya..." Lirihnya.
Lalu zoe membawanya ke kelas.
...
Pulang sekolah,zalina langsung masuk ke rumahnya,ia sudah melihat mamanya yang sedang menangis,"ma..." Lirihnya seraya menjatuhkan tas nya,ia langsung berlari memeluk mamanya.
"Mama...sabar ma..." Ucapnya berusaha menenangkan mamanya,tanpa mama nya ketahuan zalina sendiri sekarang sangat rapuh tapi dirinya berusaha kuat untuk mamanya.
"Zalina...papa kamu..." Mamanya terus menangis sambil memeluknya.
Beberapa saat kemudian, mamanya bisa lebih tenang, mereka mulai bicara, "maafkan papa kamu zalina, beritanya sudah tersebar,kamu pasti malu menghadap teman teman kamu."
"Mama tidak perlu khawatir,za baik baik saja kok ma." Ucapnya sedikit tersenyum.
"Maafkan papa kamu ya nak,papa kamu memang salah,papa sudah melakukan hal itu demi keluarganya, ekonomi kita nyaris hancur akhir akhir ini, mungkin itu yang membuat papa gelap mata, seperti dulu yang pernah dilakukannya, setelah hari ini...kami jangan membenci apa yaa...." Jelas mamanya.
"Iya ma, zalina ngerti kok."
"Mama sudah kontak pihak sekolah,kita harus pindah ke kampung mama,kita disini tidak punya siapa siapa nak."baru sebulan sekolah disana zalina harus pindah lagi karena memang keadaan yang begitu tidak berpihak kepadanya.
"Kalau memang itu keputusan baik,zalina setuju ma."
...
Keesokan harinya zalina pergi sekolah tapi untuk mengucapkan perpisahan kepada teman teman baiknya, begitu banyak cacian cemooh dari semua nya,tapi ia berusaha tegar, "bagus deh si ratu drama nih mau cabut dari sekolah ini,jauh jauh deh." Ucap Nara,tapi zalina tidak menghiraukannya.
"Udah za,Lo jangan dengerin mereka." Sahut zoe,lalu zalina mengangguk.
"Zoe...ikut aku ke perpus yuk,aku mau kembaliin buku ini." Ajaknya sambil mengeluarkan sebuah buku yang judulnya, harapan diujung kisah.
Mereka menuju perpus dan segera mengembalikan buku nya, "ini mbak,atas nama zalina." Ucapnya kepada asisten guru yang bertugas di perpus itu seraya menyodorkan buku itu.
"Tunggu mbak,ada surat untuk mbak,dibaca ya."
Zalina menerima kertas nya,ia segera membuka kertas itu, "mungkin ini sudah waktunya untuk aku keluar dan tidak lagi bersembunyi di balik halaman halaman itu,buka lah buku yang kamu pinjam itu di halaman 7." Begitulah isi catatan yang zalina baca,ia mengajak Zoe untuk duduk.
Dengan penuh penasaran ia membuka halaman 7 buku itu, dan benar terdapat satu kertas, "kocak...hari pertama ketemu harus banget ya saat dihukum,buka halaman lima belas." Zalina berusaha mengingat nya,ia ingat bahwa hari pertama ia bertemu famous geng saat dihukum,tapi... mereka bertiga siapa yang menulisnya dari ketiga cowok itu,tapi yang terlihat cair sih Satya... ucapnya dalam hati.
Lalu ia membuka halaman 15, "apaan za?" Ujar zoe yang penasaran tapi,zalina tidak menjawabnya.
"Aku mulai tertarik padamu saat melihatmu membaca buku di perpus,saat itu lah,ide antimainstream ini menyapa,aku selalu meninggalkan kertas kertas konyol itu,di rak sepatu,di laci meja ,tapi entah kamu membacanya atau tidak,aku tahu aku sedikit rusuh tapi sisakan sedikit setidaknya seperempat hatimu untuk ku ya... lanjut halaman 35" Kertas kedua,zalina masih belum bisa menangkap siapa yang tulis ini.
Ia segera membuka halaman 35,"sampai kamu mendapat perlakuan tidak pantas dari mereka,itu membuat ku ikut merasakan,asal kamu tahu saat mereka semua sedang berbuat tidak pantas untuk mu,aku selalu punya cara untuk melerai mereka,ntah itu karena mereka takut padaku atau alasan lain, lanjut halaman 48." Disini...zalina mulai mengerti bahwa itu memang famous geng,tapi siapanya belum spesifik,tapi ia berpikir yang paling mendekati adalah Zafar.
apakah ini Zafar...tapi dia selalu terlihat cuek di depan ku... ucapnya dalam hati.
Zalina kembali membuka halaman 48, "hai zalina cantik... sampai sini apakah hatimu aman? Atau sedang salto girang? Haha... bercanda,aku tahu bahwa banyak yang tidak suka padamu,tapi aku akan selalu ada dibelakang mu, dititik ini aku benar benar bisa merasakan bahwa aku menyukaimu,aku tidak tahu apakah ini beneran atau bagaimana,tapi rasa ingin melindungi itu ada untuk kamu, apalagi saat melihat rambutmu dengan sengaja di potong Cherry girl,saat itu aku datang hanya diam, yang aku lakukan adalah merekam semua yang mereka lakukan terhadapmu,aku pergi begitu saja, kenapa aku seolah cuek? Karena sudah ada Satya dan Dika yang selalu mengkhawatirkan dirimu, sisanya aku yang berbuat,aku melaporkan perbuatan mereka ke guru, sambung di halaman 50." Setelah membaca itu,zalina tersenyum dengan air matanya yang perlahan menetes, dirinya tidak menyangka bahwa Zafar yang menulis itu untuknya,dia tidak akan mengira bahwa Zafar suka padanya mengingat sikapnya yang selama ini cuek tapi dibelakang diam diam menjaga.
"Sudah tidak perlu mengatakan apapun lagi,inti nya aku suka kamu za,maaf jika selama disini banyak yang jahat padamu,beribu maaf pun tidak bisa mengganti apa yang mereka lakukan,keep strong setelah persoalan kemarin, ikutilah bunga dari kertas yang tersebar di dekat perpus,aku ada disana....Zafar." zalina mengusap air matanya,ia memasukkan semua kertas itu ke saku nya, mengembalikan buku nya dan langsung berdiri bergegas mencari bunga kertas itu, sementara zoe yang tidak paham hanya mengikutinya saja dari belakang.
.
.
Setelah mendengar suara guru BK itu, mereka semua Sontak berhenti,"bukan saya Bu, famous geng nih yang mulai..." Salah satu seorang murid membela diri.
"Iya Bu mereka yang mulai duluan...."
"Bukan begitu Bu, mereka sudah melakukan hal yang salah, karena itu Kita tidak bisa diam begitu saja." Ucap Satya.
"Jangan saling menyalahkan, semuanya saja yang terlibat ikut ibu ke ruang ibu, sekaran..." Ucap Bu Ratna,lalu semuanya berjalan menuju ruang BK hanya sisa famous geng.
"Zoe...kamu jaga zalina dulu ya,ibu akan urusin mereka dulu." Pinta bu Ratna berlalu pergi respon zoe mengangguk.
"Za...kamu nggak papa?" Ucap Satya khawatir mendekat ke zalina yang masih menunduk menutup muka nya.
"Za...kamu jangan khawatir, semuanya akan baik baik saja." Sahut Dika mengelus pelan tangan zalina.
Zalina merasa sedikit lega setelah semuanya mereda,ia memiliki setidaknya sedikit kekuatannya untuk menatap mereka, perlahan ia menurunkan tangannya, dengan jelas dirinya bisa melihat muka muka khawatir teman temannya itu, terutama zoe.
Zafar menatap zalina, tergambar rasa aneh dari tatapan Zafar,ia langsung memeluk zalina dan mengelus rambut zalina lembut,sontak air matanya keluar, sementara mereka yang menyaksikan itu merasa aneh,tiba tiba banget Zafar berikap seperti itu.
"Zafar...mmm..." Ujar zalina bingung,tapi ia terlihat nyaman dalam dekapan Zafar.
"Kamu nggak usah khawatir za,aku disini,aku tidak akan biarkan kamu jatuh begitu saja." Desis Zafar,lalu melepaskan pelukannya,ia baru sadar bahwa Satya dan Dika memperhatikan nya dengan begitu aneh.
"Far...ini beneran Lo?" Ujar satya seraya menempelnya punggung tangannya ke kening Zafar.
"Sejak kapan Lo,suka sama zalina?" Pertanyaannya itu terlontar begitu saja dari mulut dika.
"Enggak,mmm...gue cuma...dia kan temen kita,biar bagaimanapun kita harus selalu bersama nya,bener kan?" Jelas Zafar membuat teman temannya mengangguk angguk.
Zalina tersenyum.
"terimakasih ya..." Lirihnya.
Lalu zoe membawanya ke kelas.
...
Pulang sekolah,zalina langsung masuk ke rumahnya,ia sudah melihat mamanya yang sedang menangis,"ma..." Lirihnya seraya menjatuhkan tas nya,ia langsung berlari memeluk mamanya.
"Mama...sabar ma..." Ucapnya berusaha menenangkan mamanya,tanpa mama nya ketahuan zalina sendiri sekarang sangat rapuh tapi dirinya berusaha kuat untuk mamanya.
"Zalina...papa kamu..." Mamanya terus menangis sambil memeluknya.
Beberapa saat kemudian, mamanya bisa lebih tenang, mereka mulai bicara, "maafkan papa kamu zalina, beritanya sudah tersebar,kamu pasti malu menghadap teman teman kamu."
"Mama tidak perlu khawatir,za baik baik saja kok ma." Ucapnya sedikit tersenyum.
"Maafkan papa kamu ya nak,papa kamu memang salah,papa sudah melakukan hal itu demi keluarganya, ekonomi kita nyaris hancur akhir akhir ini, mungkin itu yang membuat papa gelap mata, seperti dulu yang pernah dilakukannya, setelah hari ini...kami jangan membenci apa yaa...." Jelas mamanya.
"Iya ma, zalina ngerti kok."
"Mama sudah kontak pihak sekolah,kita harus pindah ke kampung mama,kita disini tidak punya siapa siapa nak."baru sebulan sekolah disana zalina harus pindah lagi karena memang keadaan yang begitu tidak berpihak kepadanya.
"Kalau memang itu keputusan baik,zalina setuju ma."
...
Keesokan harinya zalina pergi sekolah tapi untuk mengucapkan perpisahan kepada teman teman baiknya, begitu banyak cacian cemooh dari semua nya,tapi ia berusaha tegar, "bagus deh si ratu drama nih mau cabut dari sekolah ini,jauh jauh deh." Ucap Nara,tapi zalina tidak menghiraukannya.
"Udah za,Lo jangan dengerin mereka." Sahut zoe,lalu zalina mengangguk.
"Zoe...ikut aku ke perpus yuk,aku mau kembaliin buku ini." Ajaknya sambil mengeluarkan sebuah buku yang judulnya, harapan diujung kisah.
Mereka menuju perpus dan segera mengembalikan buku nya, "ini mbak,atas nama zalina." Ucapnya kepada asisten guru yang bertugas di perpus itu seraya menyodorkan buku itu.
"Tunggu mbak,ada surat untuk mbak,dibaca ya."
Zalina menerima kertas nya,ia segera membuka kertas itu, "mungkin ini sudah waktunya untuk aku keluar dan tidak lagi bersembunyi di balik halaman halaman itu,buka lah buku yang kamu pinjam itu di halaman 7." Begitulah isi catatan yang zalina baca,ia mengajak Zoe untuk duduk.
Dengan penuh penasaran ia membuka halaman 7 buku itu, dan benar terdapat satu kertas, "kocak...hari pertama ketemu harus banget ya saat dihukum,buka halaman lima belas." Zalina berusaha mengingat nya,ia ingat bahwa hari pertama ia bertemu famous geng saat dihukum,tapi... mereka bertiga siapa yang menulisnya dari ketiga cowok itu,tapi yang terlihat cair sih Satya... ucapnya dalam hati.
Lalu ia membuka halaman 15, "apaan za?" Ujar zoe yang penasaran tapi,zalina tidak menjawabnya.
"Aku mulai tertarik padamu saat melihatmu membaca buku di perpus,saat itu lah,ide antimainstream ini menyapa,aku selalu meninggalkan kertas kertas konyol itu,di rak sepatu,di laci meja ,tapi entah kamu membacanya atau tidak,aku tahu aku sedikit rusuh tapi sisakan sedikit setidaknya seperempat hatimu untuk ku ya... lanjut halaman 35" Kertas kedua,zalina masih belum bisa menangkap siapa yang tulis ini.
Ia segera membuka halaman 35,"sampai kamu mendapat perlakuan tidak pantas dari mereka,itu membuat ku ikut merasakan,asal kamu tahu saat mereka semua sedang berbuat tidak pantas untuk mu,aku selalu punya cara untuk melerai mereka,ntah itu karena mereka takut padaku atau alasan lain, lanjut halaman 48." Disini...zalina mulai mengerti bahwa itu memang famous geng,tapi siapanya belum spesifik,tapi ia berpikir yang paling mendekati adalah Zafar.
apakah ini Zafar...tapi dia selalu terlihat cuek di depan ku... ucapnya dalam hati.
Zalina kembali membuka halaman 48, "hai zalina cantik... sampai sini apakah hatimu aman? Atau sedang salto girang? Haha... bercanda,aku tahu bahwa banyak yang tidak suka padamu,tapi aku akan selalu ada dibelakang mu, dititik ini aku benar benar bisa merasakan bahwa aku menyukaimu,aku tidak tahu apakah ini beneran atau bagaimana,tapi rasa ingin melindungi itu ada untuk kamu, apalagi saat melihat rambutmu dengan sengaja di potong Cherry girl,saat itu aku datang hanya diam, yang aku lakukan adalah merekam semua yang mereka lakukan terhadapmu,aku pergi begitu saja, kenapa aku seolah cuek? Karena sudah ada Satya dan Dika yang selalu mengkhawatirkan dirimu, sisanya aku yang berbuat,aku melaporkan perbuatan mereka ke guru, sambung di halaman 50." Setelah membaca itu,zalina tersenyum dengan air matanya yang perlahan menetes, dirinya tidak menyangka bahwa Zafar yang menulis itu untuknya,dia tidak akan mengira bahwa Zafar suka padanya mengingat sikapnya yang selama ini cuek tapi dibelakang diam diam menjaga.
"Sudah tidak perlu mengatakan apapun lagi,inti nya aku suka kamu za,maaf jika selama disini banyak yang jahat padamu,beribu maaf pun tidak bisa mengganti apa yang mereka lakukan,keep strong setelah persoalan kemarin, ikutilah bunga dari kertas yang tersebar di dekat perpus,aku ada disana....Zafar." zalina mengusap air matanya,ia memasukkan semua kertas itu ke saku nya, mengembalikan buku nya dan langsung berdiri bergegas mencari bunga kertas itu, sementara zoe yang tidak paham hanya mengikutinya saja dari belakang.
.
.
Other Stories
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...
Makna Dibalik Kalimat (never Ending)
Rangkaian huruf yang menjadi kata. Rangkaian kata yang menjadi kalimat. Kalimat yang mungk ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Sebelum Ya
Hidup adalah proses menuju pencapaian, seperti alif menuju ya. Kesalahan wajar terjadi, na ...
Konselor
Musonif, 45 tahun, seorang pemilik kios tindik, hidup dalam penantian hampa dan duka yang ...
Lam Biru
Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...