Dear Zalina

Reads
423
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Penulis Diahputri

Part 04

Beberapa hari kemudian,zalina masuk sekolah meskipun selalu ada saja yang mem bully dirinya,kali ini ia memotong rambut nya pendek karena perbuatan Nara kemarin, seperti biasa ia selalu ke perpustakaan untuk membaca buku favoritnya.

Ia kembali menemukan sebuah kertas bercatatan, "teruslah berdiri meski dunia menyakiti,setiap orang memiliki masalahnya sendiri ada yang ditunjukkan ada juga yang tidak,kamu persis seperti mama ku, perempuan yang kuat perempuan tangguh,dan tenang,selalu yakinkan dirimu akan selalu berdiri kamu tidak sendiri ada banyak orang yang sayang dibelakangmu" setelah membaca itu,zalina semakin tenang dan bisa memahami betapa berharganya dirinya setelah dua hari kemarin ia terpuruk.

ia selalu menangis dikamarnya karena Bully an itu,ia sempat merasa bahwa dirinya tidak pantas, meskipun dirinya cantik tapi nyatanya tetap saja banyak yang tidak suka kepadanya terutama para cewek yang mungkin iri kepadanya,tapi setelah membaca kembali semua catatan yang ia simpan,zalina bisa lebih tenang dan menerima dirinya.

"Siapapun kamu...tanpa sadar sudah menjaga emosi ku agar tetap tenang,aku berharap suatu saat kita bisa bertemu." Gumam zalina tersenyum.
...

Seorang guru memanggilnya untuk datang ke kantor guru,"baik Bu,saya akan kesana." Responnya lanjut berdiri lalu pergi ke ruang guru ditemani zoe.

"Lo ada berbuat apa za,tiba tiba banget dipanggil ke ruang guru?" Ujar zoe.

"Nggak ada sih, mungkin masalah data diri atau apa ya nggak tahu juga." Balasnya, setelah sampai ia masuk sementara zoe menunggunya diluar.

"Permisi Bu...pak." ucapnya sembari masuk.

"Silahkan duduk zalina..." Sejenak guru itu mengijinkan zalina untuk rileks duduk, terlihat gelisah tapi berusaha tenang.

"Mm...ini masalah papa kamu zalina." Mendengar pernyataan guru,zalina tentu penasaran.

"Ada apa dengan papa saya Bu?"

"Setelah ibu beritahu tolong kamu jangan berfikir macam macam ya,tadi pihak keluarga mu mengabarkan bahwa papa kamu terlibat korupsi di tempat kerjanya,zalina tenang ya...ingat, jangan lihat papa kamu seperti musuh tapi dia sedang kehilangan sedikit nurani nya." Deg... seolah dunia terbalik,zalina langsung menangis, kenapa papa lakukan ini lagi? Bukankah za pindah sekolah karena perbuatan papa di tempat kerja yang dulu,tapi kenapa sekarang terulang lagi?
Ia terus bergumam dalam hati sambil membungkam mulutnya,guru itu segera memeluknya.

"Zalina yang sabar ya nak..."

Zalina terus menangis mungkin hatinya hancur,tapi biar bagaimanapun juga ayahnya tetap ayahnya, meskipun membuat kesalahan yang fatal sekalipun.

Setelah lima belas menit ia bisa tenang,tapi matanya terlihat membengkak kecil,dan terdapat sisa sisa air mata yang masih sedikit menggenang di matanya.ia keluar dengan langkah yang ragu,ia sudah mulai bisa menerima bully an dari teman temannya,tapi jika hal ini tersebar maka akan membuatnya tidak berdaya. "Za... kenapa Lo?" Ucap zoe seraya berdiri menghampiri zalina yang sudah keluar.

"Lo abis nangis ya? kenapa? Apakah Lo ada masalah?" Sambungnya,tapi zalina hanya diam sesekali menunduk.
Zalina menggandeng tangan zoe dengan erat.

"Hanya sedikit masalah,tapi tidak apa apa." Jelasnya sambil terpaksa melebarkan bibirnya.

Mereka buru buru untuk ke kelas tapi tiba tiba semua murid berlarian mengikutinya, "zalina... apakah bener ini papa Lo? Papa Lo koruptor ya?" Ucap salah satu murid sambil menunjukkan hp nya yang terdapat foto papanya zalina sedang diringkus polisi.

"Dasar anak koruptor..." Dan benar apa yang dikhawatirkan zalina, tidak seperti dulu yang bos nya baik,kali ini pihak perusahaan malah mem viralkan perbuatan papanya, perasaan nya sangat bercampur aduk.

Ia berdiam diri dengan badan yang gemetar,wajahnya tidak cukup berani untuk menahan rasa malu,kedua tangan dengan gemetar menutup wajahnya,"za...apa ini? Apa yang mereka katakan." Ujar zoe kebingungan yang situasinya saat ini,ia dan zalina dikelilingi banyak anak yang terus ngoceh melontarkan kata kata yang tidak pantas terhadap zalina.

"Anak koruptor tidak berhak sekolah disini..."

"Kita usir anak koruptor,pasti dia sudah bergaya pakai uang hasil papanya korupsi,dasar."

Ocehan demi ocehan yang kian bertubi tubi menghantam,membuat zalina lemah, sesekali ia menutup kedua telinganya sambil menangis, badannya terduduk lemas ditengah tengah ramainya hujatan, sementara zoe hanya berdiri melihat zalina,ia tidak bisa berbuat apapun.

"Anak koruptor pantesnya di permalukan gak sih?..." Sahut Dinara mendekat ke zalina sambil membawa kertas karton yang bertuliskan, "Aku anak koruptor." Nara menempelkan kertasnya ke punggung zalina,semua murid yang melihat itu malah tertawa.

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi,duniaku seolah hancur." Gumamnya dalam hati.

"Anak koruptor harus dilempari...kalau perlu diusir bikin malu...,betul apa betul!..." Seru Ella yang di setujui semua murid, mereka semua melempar zalina menggunakan kertas kertas kecil,zoe tidak tahan melihat teman nya diperlakukan seperti itu,ia memojok sambil menangis membungkam mulutnya,bukan hanya murid cewek... yang cowok pun ikut merapat menyerbu zalina...

Famous geng yang melihat itu langsung menghentikan aksi itu, "woi...woi..woi..." Ucap Satya lantang berlari melerai semua murid, mereka semua Sontak mereda karena melihat famous geng yang sudah turun tangan.

"Bubar nggak... semuanya bubar..."sahut Dika lantang mendorong dorong para cowok.

"Apa apaan ini...jadi kalian lebih belain anak koruptor ini?..." Ucap salah satu murid cowok.

"Iya...kalian tidak bisa gitu dong,kita harus usir anak koruptor ini..." Sambung murid cewek.
sementara Cherry girl tertawa memasang muka puas nya melihat zalina terduduk tidak berdaya.

Seorang salah satu murid cowok datang membawa pewarna hitam yang ingin mereka oserkan ke zalina,Zafar menatap tajam cowok itu,kedua matanya memerah menahan marah,kedua tangannya mengepal kuat semburat otot otot nya mencuat keras, rahangnya mengeras tajam,cowok itu semakin mendekat ke zalina yang masih menunduk, tangannya mengambil pewarna hitam bersiap menggoreskan tapi dengan sigap Zafar menepis itu,semua mata tertuju kepada nya,
"Zafar...apa yang Lo lakukan, biarkan dia mengoleskannya,anak koruptor pantas mendapatkan itu..." Ujar nada mengangkat alis kiri nya.

"Kalian tidak bisa lakukan itu.." sementara zoe membawa zalina untuk menepi,ia berusaha menenangkan zalina.

"Apa Lo...Lo mau belain dia?haha...itu tidak akan bisa,jaki... oleskan sekarang." Jaki mendekat lagi ke arah zalina,nyaris terkena tangan zalina... pukulan Zafar melayang tepat di pipi jaki Hingga ia terjatuh.

"OHH...jadi gini permainan Lo..." Balas jaki seraya memukul balik Zafar,dan saat ini lah perkelahian terjadi lagi.

mereka saling pukul memuku,Zafar dibantu Satya dan Dika,di sisi lain jaki dibantu sekitar tujuh murid cowok lainnya,aksi perkelahian itu terjadi cukup lama,zalina yang mendengar itu...ia berusaha menenangkan dirinya dan mencoba melihat apa yang terjadi.

Zafar, Satya,Dika.... kenapa mereka sangat peduli denganku... Lirihnya dalam hati,ia kembali menunduk.
Famous geng cukup lemah kali ini, beberapa kali terjatuh karena memang lawannya yang cukup banyak.
.
.

Other Stories
Kisah Cinta Super Hero

cahyo, harus merelakan masa mudanya untuk menjaga kotanya dari mutan saat dirinya menjadi ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...

Mission Escape

Apa yang akan lo lakukan jika Nyokap lo menjadikan lo sebagai ‘bahan gosip’ ke tetangg ...

Download Titik & Koma