Rumah Malaikat

Reads
980
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis Ariny Nh

Bab 6

Alexa menempel masing masing foto polaroid anak-anak penghuni panti asuhan besarta nama nama mereka di dinding kamarnya. Ia memperhatikan wajah mereka satu per satu. Lalu, meletakan post it label “sudah diadopsi”, di bawah foto Tito. Berikutnya, foto Seruling dan mobil-mobilan dengan nama Elia dan Ezra. Kemudian sebuah post-it label dengan tanda tanya disematkan di bawah foto itu. *
***
Anak anak sibuk dengan alat musik masing masing. Ada yang memegang seruling, ada yang memegang biola, harmonika dan sebagainya.
“Berhubung sebentar lagi bulan Desember, maka saya akan mengajarkan kalian lagu lagu Natal. Jadi kalian bisa bikin pertunjukan kecil ketika malam Natal. Seru kan?” ucap Alexa bersemangat. Namun, semua anak menatap Alexa dengan heran.
“Natal?” tanya Adella.
“Apa itu Natal, Kak?” Chicco ikut bertanya.
“Oh, aku tauu ... Natal!” celetuk Immanuel.
“Apa? Coba?” tanya Adella.
“Natal itu... nasi bantal. Hahaha.” Tawa Immanuel menggelegar.
Semua anak-anak tertawa. Alexa merasa aneh. Masa semua anak panti di sini tidak mengenal Natal?
“Kita engga merayakan Natal di sini , Kak.” Sarah ikut bersuara.
“Maksud kamu?” tanya Alexa heran.
“Iya, karena Ibu Maria enggak mengajarkan itu di sini. Emangnya Ibu Maria enggak cerita? “
Alexa mendekat ke arah Sarah. “Cerita tentang apa?”
Sarah tersenyum. “Enggak ada satupun dari kita yang boleh menginjakkkan kakinya keluar panti ini. Jadi mereka enggak tahu dunia luar dan segala perayaan keberagaman.”
“Tapi kamu tahu kan?”
“Banyak nanya deh, lo. Tanya aja aja langsung sama Ibu Maria. “
Alexa berbalik ke anak-anak. *
“Oh... baiklah. Kalau begitu kita belajar lagu yang lain saja kalau begitu.”
Alexa melihat tumpukan partitur yang ada di dekatnya. Ia menemukan sebuah partitur lagu yang berjudul “Rumah Abadi”.
Alexa mendekat ke Diandra. “Diandra..”
“Ya, Kak Alex.”
“Kamu tahu ini lagu apa?”
Diandra humming beberapa nada.
“Ini lagu yang dibuat oleh Ibu Maria. Semua anak di panti harus hafal lagu ini.”
“Ohh, begitu. Coba kamu nyanyiin buat Kakak.”
Diandra kemudian mulai bernyanyi. Tak lama kemudian anak-anak yang lain tiba meletakan alat musik mereka dan ikut bernyanyi satu per satu.
Aku tidak berayah ataupun ibu. Aku milik dia yang yang bersembunyi dalam gelap. Bersama orang tua angkatku, menjemputku menuju rumah abadi. Rumah malaikat mempersiapkanku menuju rumah abadi. Rumah abadi.
Alexa menatap anak-anak panti dengan horror. Nada yang dihasilkan begitu aneh. Hanya Arjanggi yang tidak ikut menyanyi. Alexa menatap Arjanggi.
***
Alexa sedang berjalan kemudian melihat Bibi Arum baru saja keluar dari pintu yang selama ini terkunci. Bibi Arum pergi. Ia penasaran dan memberanikan diri untuk mengintip ke ruangan itu melalui lubang kunci. Gelap. Lalu, tiba-tiba muncul hantu Elia.
“Kakak harus masuk kedalam untuk tahu apa yang ada di dalam.”
Alexa menoleh kebelakang dan kaget. Tidak ada siapa-siapa di belakangnya.
***
Alexa memperhatikan Ario yang sedang merawat tanaman bunga dari jauh. Terlihat ada sebuah pohon yang baru ditanam, ia menghampiri Ario.
“Lho, ada pohon yang baru ditanam yah?” *
Hingga Ario kaget dan tidak sengaja melukai tangannya. Alexa menyadari kalau Ario tegang, matanya merah seperti habis menangis.
“Kamu kenapa? “ tanya Alexa seraya mengeluarkan sapu tangannya. “Sakit ya?”
Ario menggeleng.
“Lalu, kamu kenapa?”
Ario menangis sesenggukan.
Dari kejauhan Ibu Maria memperhatikan Alexa dan Ario. Ario melihat ke arah Ibu Maria, Ario takut dengan Ibu Maria. Buru-buru Ario kemudian pergi.
***
Ario masuk ke kamarnya dan menangis. Ia kemudian melihat sebuah gambar seorang anak perempuan dengan tulisan Ario dan Lala. Ario menjenggut kepalanya kemudian memukul-mukulkan kepalanya.
“Enggak! Enggak! Engga! Engga boleh pergi! Engga boleh pergi!” *
Lala menghampiri Ario. “Kak Ario kenapa nangis?”
Ario segera mengusap air matanya.
“Engga kok. Kakak engga nangis. Kakak cuma...”
“Kakak sedih ya?”
“Kakak cuma engga mau kamu pergi.”
“Kak Ario...”
Tangan Lala yang diperban mengusap kepala Aryo.
***
Bibi Arum sedang memandikan Laura dengan susu. Alexa kemudian mengintip dibalik pintu. Bibi Arum melihat Alexa.
“Kamu bisa bantu saya?”
Alexa kaget aksi mengintipnya ketahuan. “Iya, Bi.”
Alexa kemudian masuk.
“Tolong ambilkan handuk yang ada di sana.”
Alexa kemudian mengambilkan handuk dari tumpukan handuk dan menyerahkan ke Bibi Arum.
“Terima kasih.”
Bibi Arum menghanduki Laura.
Alexa menemuka berisi cairan warna putih kekuningan. Dahinya mengernyit. “Cairan ini apa?”
“Menurut kamu?”
“Susu?”
“Susu yang sudah dicampur ramuan khusus yang akan menjaga kulit anak-anak.”
“Ramuan khusus?” Alexa semakin penasaran. *
“Ibu Maria sangat merawat kulit anak-anak dengan baik.”
“Apakah semua anak mendapatkan treatment ini, Bi?” *
“Ya. Semua anak, setiap hari.”
***
Alexa melihat jamnya, sudah pukul 6:45. Ia buru-buru mengunci pintu. Namun, saat berjalan ia berpapasan mendapati Sarah sedang menyelinap membuka pintu masuk.
“Sarah? Kamu mau ngapain?”
Sarah kaget dan ketakutan.
“Kamu dari mana? Bukankah seharusnya kamu izin dulu sama saya kalau mau pergi ke luar?”
“Bukan urusan lo.”
Sarah mau ngeloyor pergi.
“Saya akan melaporkan hal ini ke Ibu Maria.”
Sarah menghentikan langkahnya.
“Please, Kak Alexa jangan laporin aku. Aku minta maaf karena selama ini berlaku engga baik ke Kak Alexa.”
Sarah menatap Alexa dengan tatapan memelas.
Alexa celingak-celinguk untuk memastikan aman tidak ada Ibu Maria dan Bibi Arum. Setelah dirasa aman, ia menarik tangan Sarah dan membawanya ke ruang makan yang sepi.
“Oke, Kakak nggak akan laporin kamu ke Bu Maria. Kamu harus cerita kenapa pengen kabur dari panti ini?”
“Kakak kan tahu kalo aku sudah berumur 15 tahun. Dan aku pengen banget ngerasain diperhatikan sama orang lain.”
“Memangnya Ibu Maria kurang perhatian apa sama kamu?”
“Sedari kecil, kami engga pernah dipeluk sama Ibu Maria.”
“Terus kamu keluyuran keluar panti untuk bisa pelukan sama orang? Begitu?”
“Bukan gitu, Kak. Aku cuma pengen ngerasain kasih sayang. Aku cuma pengen dipeluk. Kadang aku mikir, apa aku sebaiknya kabur aja dari panti ini. Walaupun aku tahu pasti aku akan berdosa besar, karena aku adalah anak yatim dan ‘Rumah Abadi’ sudah menantikan aku. Mungkin aku sebaiknya sedikit bersabar untuk menunggu orang tua yang sempurna buat aku untuk mengadopsi aku dan mengantarku ke ‘Rumah Abadi’.”
Sarah menutup wajahnya dengan tangan. Lalu, ia menangis.
Alexa jadi ikut sedih. Ia memeluk Sarah.
“Makasih, Kak.”
Sarah kemudian pergi meninggalkan Alex.
***
Alexa sedang berjalan di koridor dan berpapasan dengan Tito.
“Tito?” *
Tito tampak diam saja.
“Lho, Tito bukannya kamu sudah dijemput sama orang tua asuh kamu seminggu yang lalu? Kenapa kamu ada di sini?”
Tito tidak menjawab pertanyaan Alexa. Ia malah merintih. “Sakit, Kak.”
“Sakit? Kamu kenapa?”
Tito mulai menggaruk seluruh tubuhnya.
“Perih... perih...”
Tito menggaruk mukanyaaaa. Kemudian, tiba-tiba kulit mukanya terjatuh. Alexa terkejut. Kini muka Tito tanpa kulit muka. Hanya otot. Tito berjalan ke arah Alexa.
Alexa berteriak. Bibi Arum muncul di belakang Alexa. *
“Ada apa Alexa?“
“Tadi... tadi saya melihat Tito.” *
“Jangan mengada-ada. Tito sudah dijemput oleh orang tua angkatnya seminggu yang lalu. Tidak mungkin dia berada di sini.”
“Ta.tapi ... Tadi saya melihat dia di sana.” Alexa masih menyakinkan Bibi Arum kalau dirinya tidak berbohong.
“Sudah jam 7. Sebaiknya kamu istirahat di kamar. Mungkin kamu terlalu capek menjaga anak anak.”
Alexa melihat ke arah Bibi Arum yang ekspresinya sedikit memaksanya untuk pergi ke kamar.

Other Stories
Di Bawah Atap Rumah Singgah

Vinna adalah anak orang kaya. Setelah lulus kuliah, setiap orang melihat dia akan hidup me ...

Di Bawah Langit Al-ihya

Meski jarak dan waktu memisahkan, Amri dan Vara tetap dikuatkan cinta dan doa di bawah lan ...

Metafora Diri

Cerita ini berkisah tentang seorang wanita yang mengalami metafora sejenak ia masih kanak- ...

Diary Anak Pertama

Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...

Cinta Koma

Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...

After Meet You

kacamata hitam milik pria itu berkilat tertimpa cahaya keemasan, sang mata dewa nyaris t ...

Download Titik & Koma