Cinta Kadang Kidding

Reads
1.1K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis R. Armopa

Part 2

Sementara itu, Reret dan Arelo lebih memilih untuk duduk di pinggir kali sambil melihat kedua teman mereka yang sedang bermain di kali.

Melihat Reret dan Arelo berada di pinggir kali, Robet mengajak mereka berdua untuk ikut turun ke kali.

"HEEIIII.... KALIAN NGAPAIN MASIH DI ATAS? AYO SINI TURUN! KITA CARI HEWAN KECIL BARENG." Teriak Robet mengajak kepada kedua temannya yang berada di pinggir kali.

"GAK AH GUA DI SINI AJA, TAKUT TIBA-TIBA AIR PASANG!" Teriak Reret.

"IYA SAMA! GUA JUGA DI SINI NEMENIN RERET." Teriak Arelo yang tidak ingin bermain di kali.

"HAHAHAHA YAUDAH GAPAPA, TAPI KALIAN JANGAN NYESEL YA KALAU TIDAK SEBAHAGIA KAMI!" Ejek Robet kepada kedua temannya yang tidak mau ikut turun ke kali dan lebih memilih duduk di pinggiran kali.

Mereka menikmati waktu istirahat bersama namun dengan cara yang berbeda. Dua orang bermain di tengah kali yang airnya sedang surut, sedangkan dua orang lagi hanya duduk di pinggir kali.

Mereka saling menikmati waktu yang ada untuk sejenak melepas jenuh seusai belajar di kelas tadi. Tanpa disadari, ternyata mereka sudah hampir kehabisan waktu istirahat.

"EH UDAH JAM SEGINI! KITA GA BALIK LAGI KE SEKOLAH?!" Tanya Reret yang cemas karena takut telat masuk kelas.

"AH TENANG AJA! JANGAN KHAWATIR! KITA MASIH ADA WAKTU CUKUP KOK!" Ucap Robet berusaha untuk menenangkan Reret.

"IYA BETUL ITU KATA SI ROBET! KITA MASIH ADA WAKTU JADI TENANG AJA." Kata Dijay membantu Robet untuk menenangkan Reret yang sedang cemas saat itu.

"OKE KALAU GITU." Balasan Reret kepada kedua temannya itu yang masih sibuk bermain di kali.

Menit demi menit telah berlalu, akhirnya mereka sudah benar-benar telat.

"EH KITA UDAH TELAT! PELAJARAN SELANJUTNYA UDAH MAU DIMULAI!" Teriak Reret mengingatkan temannya itu.

Mendengar teriakan Reret tersebut, Robert langsung melihat jam tangannya yang sedang dipakai saat itu olehnya.

"Oh iyaa kita udah telat! Ayo kita buru-buru balik ke sekolah!" Ucap Robet sambil menoleh ke Dijay.

Akhirnya mereka semua berlari menuju ke arah sekolah untuk masuk kembali ke kelas sambil berharap mereka belum benar-benar telat.

Sesampainya di sekolah, mereka semakin panik lantaran mata pelajaran selanjutnya adalah Matematika dan yang mengajar adalah kepala sekolah langsung.

Guru tersebut terkenal killer di sekolah, setiap murid pasti akan takut dan tegang ketika kelas tersebut telah di mulai.

"Eh gi-gimana ini?! Kita kan diajar sama kepala sekolah, apa masih boleh masuk?" Ucap Reret terbata-bata karena takut.

"Udah tenang! Kita coba aja dulu." Ucap Robet dengan santainya menenangkan Reret.

Sampailah mereka di depan kelas. "Eh lu buka dong pintunya!" Perintah Reret kepada Robet untuk membuka pintu kelas.

Robet yang kebingungan itu lantas bertanya kepada Reret. "Loh kok gw?"

"Ya lu kan yang paling santai dari tadi diantara kita!" Ucap Reret dengan nada sedikit kesal karena mereka sudah benar-benar telat.

"Ya gw juga takut sebenernya! Cuma gw berusaha tenang aja biar kalian ga ikut panik!" Timpal Robet yang ternyata menyembunyikan kepanikan dari ketiga temannya tersebut.

Situasi pun sedikit tegang, ada sedikit adu argumen antara Robet dan juga Reret. Tapi saat mereka adu argumen, akhirnya Arelo memberanikan diri untuk membuka pintu kelas.

"Udah-udah! Gua aja yang masuk duluan."

Tok-tok-tok, bunyi pintu diketuk oleh Arelo lalu membuka pintu perlahan dan berjalan masuk ke dalam kelas. Langkah itu diikuti oleh Dijay, Robet, dan juga Reret. Baru beberapa langkah masuk ke dalam kelas, yang awalnya suasana sudah mencekam sekarang makin mencekam dengan kehadiran mereka yang telat.

"Sudah jam berapa ini!? Kalian tau waktu tidak!?"

"Kalian sudah telat dan tidak boleh masuk pelajaran saya, keluar!!!" Marah guru Matematika yang tengah mengajar di kelas mereka berempat saat itu.

Suasana dalam kelas sangat hening sekali. Rasanya seperti sedang berada di ruang kosong yang hampa, tidak ada suara apapun. Mendapatkan hal itu, mereka berempat langsung tegang dan takut.

"Ba-baik ibu kami minta maaf." Ucap Arelo ketakutan dan berjalan perlahan menuju ke luar kelas yang diikuti oleh Dijay, Robet, dan juga Reret.

Akhirnya Robet, Reret, Dijay, dan Arelo tidak jadi masuk kelas. Saat itu mereka menunggu di depan kelas lain dan melakukan obrolan sambil menunggu waktu pulang sekolah.

"Kata gua juga apa! Harusnya kita di kelas aja istirahatnya. Sekarang kita jadi gini kan ga bisa masuk kelas." Ucap Arelo yang sedikit kesal karena tidak ada yang percaya dengan omongannya diawal.

"Udah ah kalau istirahat gua gamau lagi ke luar sekolah! Gua mau di dalam kelas aja!" Ucap Reret yang mengeluh dan turut kesal lantaran peringatan dia mengenai jam masuk kelas disepelekan oleh temannya.

"Iya gw juga sama, gamau pergi jauh kalau udah waktunya istirahat." Ucap Robet yang mengeluarkan sebuah pernyataan dengan santai dan hanya sebatas formalitas saja.

Walaupun tidak diperbolehkan masuk kelas oleh guru, Robet tidak menyesali apa yang sudah terjadi. Menurutnya, hal tersebut adalah pengalaman di hidupnya yang tak akan dilupakan.

Lagi dan lagi ada sedikit adu argumen diantara mereka dan saling menyayangkan kejadian tersebut. Dijay yang merasa bersalah karena sudah mengajak mereka pergi jauh ke luar sekolah akhirnya mencoba untuk menenangkan mereka yang sedang sedikit emosi.

"Ya udah mau gimana lagi atuh? Udah kejadian juga kan? Mau gimana pun kita tetap gak akan boleh masuk kelas sampai pelajaran itu berakhir."

Tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari, itu pertanda kegiatan sekolah mereka telah usai di hari itu. Akhirnya mereka pun dapat masuk ke dalam kelas karena pelajaran Matematika sudah selesai. Mereka bergegas masuk untuk mengambil tas dan pulang ke rumahnya masing-masing.

---


Other Stories
Bad Close Friend

Denta, siswa SMA 91 Cirebon yang urakan dan suka tawuran, tak pernah merasa cocok berteman ...

After Meet You

Sebagai seorang penembak jitu tak bersertifikat, kapabilitas dan kredibilitas Daniel Samal ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

O

o ...

The Unkindled Of The Broken Soil

Di dunia yang terpecah belah dan terkubur di bawah abu perang masa lalu, suara adalah keme ...

Saat Cinta Itu Hadir

Zita hancur karena gagal menikah setelah Fauzi ketahuan selingkuh. Saat masih terluka, ia ...

Download Titik & Koma