Part 3
Hari pun telah berganti, mereka sudah berada di dalam kelas untuk mengikuti semua pelajaran pada hari itu.
Ting-ting-ting, bel sekolah pun telah berbunyi di waktu yang sama seperti kemarin, menandakan waktu istirahat telah tiba. Robet, Reret, Dijay, dan juga Arelo tidak ada seorang pun yang ke luar kelas.
"Udah, kita semua di dalam kelas aja biar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali!" Perintah Reret kepada ketiga temannya.
Mereka pun benar-benar berada di dalam kelas pada saat waktu istirahat telah tiba. Sambil menunggu jam masuk, mereka akhirnya bercanda bersama di dalam kelas.
Saat itu mereka hanya bercanda bersama. Namun, sikap Dijay yang tidak mau diam dan mudah akrab membuat semua itu berubah seketika.
Entah mengapa secara tiba-tiba Dijay bercanda ke teman yang memang kebetulan duduknya berada di depan mereka. Seorang Dijay yang jahil itu bercanda dengan perempuan yang duduk tepat di barisan paling depan.
Perempuan itu memiliki jumlah personil yang sama dengannya, yaitu berjumlah empat orang. Mereka bernama Emily Olivia atau biasa dipanggil Oliv, Akira Minji atau Akira, Yuna Sofia atau Yuna, dan yang terakhir Nala Isabella atau Isabel.
Awalnya Dijay hanya menjahili Olivia saja, namun ke tiga teman Oliv itu ikut bercanda juga. Akhirnya Dijay, Oliv, Akira, Yuna, dan juga Isabel bercanda bersama. Sementara teman Dijay? ya mereka tidak diperdulikan olehnya.
Fyi, Oliv memiliki paras yang paling cantik di kelas itu. Kulitnya putih, matanya cantik, rambut lurusnya yang panjang sepunggung membuat ia menjadi wanita paling cantik di kelas.
Memiliki paras yang cantik di kelas, banyak laki-laki yang ingin menjadikan Oliv sebagai pasangan.
Awalnya Robet, Reret, dan juga Arelo hanya memperhatikan saja tingkah laku dari seorang Dijay yang jahil itu. Robet yang melihatnya tertawa dan sedikit ada hasrat ingin diajak bercanda oleh mereka.
"Hahaha, awas itu si Dijay cari perhatian ke kalian!" Ledek Robet kepada Dijay dan ingin mencoba ikut masuk ke dalam candaan Dijay, Oliv, Akira, Yuna dan juga Isabel.
"Tau nih dia ngeselin banget!" Oliv merespon perkataan Robet itu.
"Udah Dijay sini aja jangan ganggu mereka!" Ajak Reret kepada Dijay.
Akhirya Dijay pun kembali bercanda dengan Robet, Reret, dan juga Arelo. Semenjak itulah pertemanan Dijay dengan pertemanan Oliv mulai dekat.
Jam sudah menunjukkan bahwa pembelajaran akan segera dimulai kembali. Mereka pun akhirnya duduk kembali ke tempatnya masing-masing.
"Eh pelajaran udah mau dimulai lagi, cepet duduk di bangku masing-masing!" Perintah Reret kepada mereka semua yang lagi bercanda bersama.
"Oke siap boss! Santai aja..." Saut Dijay yang masih tertawa karena candaan sebelumnya sambil berjalan ke arah bangku tempat dimana ia duduk.
Tak begitu lama, guru pun masuk ke kelas dan pembelajaran dimulai kembali. Suasana kelas yang tadinya ramai jadi terkondisikan. Tidak ada suara lain kecuali suara guru tersebut yang sedang menjelaskan pelajaran.
Materi masih dijelaskan oleh guru, Robet berbisik menanyakan suatu hal ke Dijay yang duduknya tepat dibelakang dia.
"Eh kok lu bisa langsung deket gitu sama mereka?"
Dijay yang sedang memainkan alat tulisnya ditengah-tengah pembelajaran karena bosan itu merespon pertanyaan dari Robet.
"Ya bisa doonnnggg, gua gitu loh..." Ucap kecil Dijay yang sedikit menyombongkan diri.
"Dih gaya banget lu diliat-liat."
Dijay akhirnya memberitahu kenapa dirinya bisa langsung dekat dengan mereka ke si Robet.
"Hahahaha bercanda doang, ya bisa aja kan tinggal samperin orangnya terus udah deh bercanda bareng."
"Kenapa emang?"
"Ya gpp pengen tau aja." Jawab Robet ke Dijay.
"Owh pengen tau aja."
Tanpa diduga saat mereka sedang asik ngobrol ditengah-tengah pelajaran yang sedang berlangsung, ternyata ada yang sadar akan obrolan mereka.
"Hey! Suara siapa itu dibelakang?! Jangan berisik! Saya sedang menjelaskan materi hari ini!"
Ternyata suara mereka berdua terdengar sampai ke guru yang sedang menjelaskan materi di depan. Mereka berdua pun langsung terdiam dan kembali memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan.
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya pembelajaran telah usai dan waktunya untuk pulang. Sebelum keluar kelas Robet sempat menghampiri Oliv sejenak.
"Hei Oliv nanti aku chat kamu ya setelah sampai di rumah, boleh tidak?" Tanya Robet.
"Oh iya Robet." Saut Oliv yang memperbolehkan Robet untuk menjalin komunikasi dengannya.
Setelah itu mereka berdua pun pulang ke rumah masing-masing. Pada saat malam harinya, Robet mulai menjalin komunikasi dengan Oliv lewat aplikasi chat online.
---
Ting-ting-ting, bel sekolah pun telah berbunyi di waktu yang sama seperti kemarin, menandakan waktu istirahat telah tiba. Robet, Reret, Dijay, dan juga Arelo tidak ada seorang pun yang ke luar kelas.
"Udah, kita semua di dalam kelas aja biar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali!" Perintah Reret kepada ketiga temannya.
Mereka pun benar-benar berada di dalam kelas pada saat waktu istirahat telah tiba. Sambil menunggu jam masuk, mereka akhirnya bercanda bersama di dalam kelas.
Saat itu mereka hanya bercanda bersama. Namun, sikap Dijay yang tidak mau diam dan mudah akrab membuat semua itu berubah seketika.
Entah mengapa secara tiba-tiba Dijay bercanda ke teman yang memang kebetulan duduknya berada di depan mereka. Seorang Dijay yang jahil itu bercanda dengan perempuan yang duduk tepat di barisan paling depan.
Perempuan itu memiliki jumlah personil yang sama dengannya, yaitu berjumlah empat orang. Mereka bernama Emily Olivia atau biasa dipanggil Oliv, Akira Minji atau Akira, Yuna Sofia atau Yuna, dan yang terakhir Nala Isabella atau Isabel.
Awalnya Dijay hanya menjahili Olivia saja, namun ke tiga teman Oliv itu ikut bercanda juga. Akhirnya Dijay, Oliv, Akira, Yuna, dan juga Isabel bercanda bersama. Sementara teman Dijay? ya mereka tidak diperdulikan olehnya.
Fyi, Oliv memiliki paras yang paling cantik di kelas itu. Kulitnya putih, matanya cantik, rambut lurusnya yang panjang sepunggung membuat ia menjadi wanita paling cantik di kelas.
Memiliki paras yang cantik di kelas, banyak laki-laki yang ingin menjadikan Oliv sebagai pasangan.
Awalnya Robet, Reret, dan juga Arelo hanya memperhatikan saja tingkah laku dari seorang Dijay yang jahil itu. Robet yang melihatnya tertawa dan sedikit ada hasrat ingin diajak bercanda oleh mereka.
"Hahaha, awas itu si Dijay cari perhatian ke kalian!" Ledek Robet kepada Dijay dan ingin mencoba ikut masuk ke dalam candaan Dijay, Oliv, Akira, Yuna dan juga Isabel.
"Tau nih dia ngeselin banget!" Oliv merespon perkataan Robet itu.
"Udah Dijay sini aja jangan ganggu mereka!" Ajak Reret kepada Dijay.
Akhirya Dijay pun kembali bercanda dengan Robet, Reret, dan juga Arelo. Semenjak itulah pertemanan Dijay dengan pertemanan Oliv mulai dekat.
Jam sudah menunjukkan bahwa pembelajaran akan segera dimulai kembali. Mereka pun akhirnya duduk kembali ke tempatnya masing-masing.
"Eh pelajaran udah mau dimulai lagi, cepet duduk di bangku masing-masing!" Perintah Reret kepada mereka semua yang lagi bercanda bersama.
"Oke siap boss! Santai aja..." Saut Dijay yang masih tertawa karena candaan sebelumnya sambil berjalan ke arah bangku tempat dimana ia duduk.
Tak begitu lama, guru pun masuk ke kelas dan pembelajaran dimulai kembali. Suasana kelas yang tadinya ramai jadi terkondisikan. Tidak ada suara lain kecuali suara guru tersebut yang sedang menjelaskan pelajaran.
Materi masih dijelaskan oleh guru, Robet berbisik menanyakan suatu hal ke Dijay yang duduknya tepat dibelakang dia.
"Eh kok lu bisa langsung deket gitu sama mereka?"
Dijay yang sedang memainkan alat tulisnya ditengah-tengah pembelajaran karena bosan itu merespon pertanyaan dari Robet.
"Ya bisa doonnnggg, gua gitu loh..." Ucap kecil Dijay yang sedikit menyombongkan diri.
"Dih gaya banget lu diliat-liat."
Dijay akhirnya memberitahu kenapa dirinya bisa langsung dekat dengan mereka ke si Robet.
"Hahahaha bercanda doang, ya bisa aja kan tinggal samperin orangnya terus udah deh bercanda bareng."
"Kenapa emang?"
"Ya gpp pengen tau aja." Jawab Robet ke Dijay.
"Owh pengen tau aja."
Tanpa diduga saat mereka sedang asik ngobrol ditengah-tengah pelajaran yang sedang berlangsung, ternyata ada yang sadar akan obrolan mereka.
"Hey! Suara siapa itu dibelakang?! Jangan berisik! Saya sedang menjelaskan materi hari ini!"
Ternyata suara mereka berdua terdengar sampai ke guru yang sedang menjelaskan materi di depan. Mereka berdua pun langsung terdiam dan kembali memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan.
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya pembelajaran telah usai dan waktunya untuk pulang. Sebelum keluar kelas Robet sempat menghampiri Oliv sejenak.
"Hei Oliv nanti aku chat kamu ya setelah sampai di rumah, boleh tidak?" Tanya Robet.
"Oh iya Robet." Saut Oliv yang memperbolehkan Robet untuk menjalin komunikasi dengannya.
Setelah itu mereka berdua pun pulang ke rumah masing-masing. Pada saat malam harinya, Robet mulai menjalin komunikasi dengan Oliv lewat aplikasi chat online.
---
Other Stories
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan ...
Menantimu
“Belum tidur Zani?” “Belum. Ngak bisa tidur.” “Hehe. Pasti ada yang dipikirin ...
Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster
Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...
First Love Fall
Rena mengira dengan mendapat beasiswa akan menjadi petualangan yang menyenangkan. Tapi sia ...
Osaka Meet You
Buat Nara, mama adalah segalanya.Sebagai anak tunggal, dirinya dekat dengan mama dibanding ...
Impianku
ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...