Part 7
Hari demi hari telah berlalu, pesan dari Robet yang menyatakan perasaan belum pernah dibalas oleh Oliv. Hubungan mereka berdua sedikit merenggang.
Mereka tidak lagi saling bercanda, saling menyapa pun tidak. Seolah-olah mereka tidak kenal satu sama lain. Oliv yang sibuk dengan ketiga temannya. Robet yang kembali bercanda dengan ketiga temannya.
Suatu hari teman Robet ingat akan satu hal yang ingin dilakukan oleh Robet. Arelo ingat akan hal tersebut. Meskipun ia pendiam, namun dirinya mengingat itu dan langsung menanyakan kepada Robet saat berada di dalam kelas.
"Eh lu bukannya waktu itu mau nyatain perasaan ke Oliv ya? Gimana? Udah dilakuin belum? Cerita dong ke kita!"
"Owh iya itu gimana? Masa diem-diem aja sih ga mau cerita." Tanya Dijay penasaran yang teringat kembali akan hal itu.
Sementara itu, suasana yang tadinya sedang seru karena candaan mendadak berubah. Robet yang tadinya tertawa terbahak-bahak langsung diam tak berkutik ketika dilempar pertanyaan seperti itu oleh kedua temannya. Suasana menjadi sunyi di kelas, hanya ada teman-teman Robet dan juga teman-teman Oliv.
Reret yang menyadari akan perubahan temannya itu langsung melemparkan pertanyaan baru ke Robet.
"Kenapa lu? Kok tiba-Tiba diem?"
"Sebenernya gw udah nyatain perasaan ke Oliv waktu itu." Ucap Robet yang terdengar seperti sedang menahan sesuatu di dalam hatinya.
"Terus-terus!" Kata Dijay yang tak sabar ingin mendengar kelanjutan dari cerita temannya itu.
"Yaaaa gimana ya... Pesan gw yang nyatain perasaan belum di bales sama dia cuman sekedar dibaca aja."
Mendengar cerita itu, ketiga teman Robet tidak melanjutkan pertanyaan mengenai hal itu. Mereka takut Robet menjadi tambah galau. Akhirnya Reret, Dijay, dan Arelo langsung mengeluarkan candaan kembali dengan tujuan agar temannya yang sedang galau itu tidak larut dalam kesedihan.
Tanpa disadari oleh Robet, ternyata Oliv tak sengaja mendengar percakapan Robet dengan teman-temannya. Ia langsung merasa tak enak hati lantaran belum memberi jawaban atas perasaan Robet kepada dirinya.
Malam harinya saat Robet sedang bermain game, ada notifikasi masuk. Ternyata notifikasi itu dari Oliv.
---
Aplikasi Chat Online
Dari Oliv
Oliv : "Hai Robet, udah lama ya kita gak bercanda bareng di kelas."
Robet yang sedang asik bermain game pun langsung membuka pesan dari sang pujaan hatinya tersebut untuk membalasnya.
Robet : "Eh iya ya kita udah ga sedeket itu."
Oliv : "Maaf ya aku baru sempet bales pesan mu lagi."
Robet : "Iya gapapa kok."
Oliv : "Emm...Aku mau ngomong sesuatu ke kamu boleh ga?"
Robet : "Oh iya boleh dong, mau ngomong apa?"
Oliv : "Aku mau jujur ke kamu tentang satu hal."
Saat itu Robet langsung mengingat akan perasaannya yang belum dibalas oleh Oliv. Hatinya mendadak berdebar sangat kuat. Dirinya sangat menunggu jawaban dari Oliv.
Oliv : "Tapi kamu jangan marah ya."
Robet : "Kenapa emangnya?"
Oliv : "Kamu kan beberapa hari ke belakang udah nyatain perasaan ke aku, masih inget gak?"
Oliv : "Sebelumnya aku mau bilang terimakasih karna kamu udah berani ungkapin perasaan itu ke aku."
Oliv : "Tapi maaf... Kayaknya aku belum bisa nerima perasaan kamu deh."
Oliv : "Aku mau fokus sekolah dulu soalnya."
Robet yang telah membaca semua pesan itu dari Oliv mendadak tak berkutik. Harapannya kini hancur. Wanita yang menjadi sang pujaan hatinya gagal untuk di dapat. Kini Robet hanya bisa menahan rasa sakit dan sedih. Bingung untuk membalas pesan terbaru dari Oliv.
Oliv : "Robet?"
Oliv : "Kamu gapapa kan?"
Oliv : "Kita masih bisa kok untuk jadi temen."
Setelah mendapatkan spam pesan dari Oliv, akhirnya Robet memberanikan diri untuk membalas pesannya tersebut.
Robet : "Eh iya aku gapapa kok."
Robet : "Makasih ya udah mau ngejawab perasaan aku. Sekarang aku tenang karna udah tau jawabannya."
Robet : "Aku sadar sekarang, kamu bukan tercipta untuk ku."
Oliv : "Maaf ya Robet, aku minta maaf."
Robet : "Gapapa, kamu ga salah kok. Aku aja yang terlalu berharap tinggi."
Oliv : "Aku sebenernya ada saran lain untuk kamu."
Robet : "Saran apa itu?"
Oliv : "Coba deh kamu nyatain perasaan ke si Akira, kayaknya dia suka sama kamu."
Robet : "Kamu serius? Ga bohong kan?"
Oliv : "Iya aku serius, coba deh kalau kamu gak percaya."
Robet : "Yaudah nanti aku coba ya."
Setelah itu mereka berdua berhenti chatan, pesan terakir dari Robet hanya dibaca saja oleh Oliv. Robet yang sedih itu kembali bermain game berusaha untuk menghibur dirinya sendiri.
---
Alloowww teman-teman, ketemu lagi kita di part ini. Kasian ya takdir lagi gak berpihak ke Robet. Dirinya ditolak oleh sang pujaan hati.
Tapi dia dapet saran dari Oliv untuk nyatain perasaannya ke salah satu dari temannya itu. Kira-kira mau gak ya si Robet itu? Apakah dia ingin menyatakan perasaan ke wanita yang gak dia cintai?
Dari pada banyak nebak mending kita lets go-in aja gak siiee? Gass kali yeee. Sampai ketemu di next part gaiiss, Babaaayyyyy.
Mereka tidak lagi saling bercanda, saling menyapa pun tidak. Seolah-olah mereka tidak kenal satu sama lain. Oliv yang sibuk dengan ketiga temannya. Robet yang kembali bercanda dengan ketiga temannya.
Suatu hari teman Robet ingat akan satu hal yang ingin dilakukan oleh Robet. Arelo ingat akan hal tersebut. Meskipun ia pendiam, namun dirinya mengingat itu dan langsung menanyakan kepada Robet saat berada di dalam kelas.
"Eh lu bukannya waktu itu mau nyatain perasaan ke Oliv ya? Gimana? Udah dilakuin belum? Cerita dong ke kita!"
"Owh iya itu gimana? Masa diem-diem aja sih ga mau cerita." Tanya Dijay penasaran yang teringat kembali akan hal itu.
Sementara itu, suasana yang tadinya sedang seru karena candaan mendadak berubah. Robet yang tadinya tertawa terbahak-bahak langsung diam tak berkutik ketika dilempar pertanyaan seperti itu oleh kedua temannya. Suasana menjadi sunyi di kelas, hanya ada teman-teman Robet dan juga teman-teman Oliv.
Reret yang menyadari akan perubahan temannya itu langsung melemparkan pertanyaan baru ke Robet.
"Kenapa lu? Kok tiba-Tiba diem?"
"Sebenernya gw udah nyatain perasaan ke Oliv waktu itu." Ucap Robet yang terdengar seperti sedang menahan sesuatu di dalam hatinya.
"Terus-terus!" Kata Dijay yang tak sabar ingin mendengar kelanjutan dari cerita temannya itu.
"Yaaaa gimana ya... Pesan gw yang nyatain perasaan belum di bales sama dia cuman sekedar dibaca aja."
Mendengar cerita itu, ketiga teman Robet tidak melanjutkan pertanyaan mengenai hal itu. Mereka takut Robet menjadi tambah galau. Akhirnya Reret, Dijay, dan Arelo langsung mengeluarkan candaan kembali dengan tujuan agar temannya yang sedang galau itu tidak larut dalam kesedihan.
Tanpa disadari oleh Robet, ternyata Oliv tak sengaja mendengar percakapan Robet dengan teman-temannya. Ia langsung merasa tak enak hati lantaran belum memberi jawaban atas perasaan Robet kepada dirinya.
Malam harinya saat Robet sedang bermain game, ada notifikasi masuk. Ternyata notifikasi itu dari Oliv.
---
Aplikasi Chat Online
Dari Oliv
Oliv : "Hai Robet, udah lama ya kita gak bercanda bareng di kelas."
Robet yang sedang asik bermain game pun langsung membuka pesan dari sang pujaan hatinya tersebut untuk membalasnya.
Robet : "Eh iya ya kita udah ga sedeket itu."
Oliv : "Maaf ya aku baru sempet bales pesan mu lagi."
Robet : "Iya gapapa kok."
Oliv : "Emm...Aku mau ngomong sesuatu ke kamu boleh ga?"
Robet : "Oh iya boleh dong, mau ngomong apa?"
Oliv : "Aku mau jujur ke kamu tentang satu hal."
Saat itu Robet langsung mengingat akan perasaannya yang belum dibalas oleh Oliv. Hatinya mendadak berdebar sangat kuat. Dirinya sangat menunggu jawaban dari Oliv.
Oliv : "Tapi kamu jangan marah ya."
Robet : "Kenapa emangnya?"
Oliv : "Kamu kan beberapa hari ke belakang udah nyatain perasaan ke aku, masih inget gak?"
Oliv : "Sebelumnya aku mau bilang terimakasih karna kamu udah berani ungkapin perasaan itu ke aku."
Oliv : "Tapi maaf... Kayaknya aku belum bisa nerima perasaan kamu deh."
Oliv : "Aku mau fokus sekolah dulu soalnya."
Robet yang telah membaca semua pesan itu dari Oliv mendadak tak berkutik. Harapannya kini hancur. Wanita yang menjadi sang pujaan hatinya gagal untuk di dapat. Kini Robet hanya bisa menahan rasa sakit dan sedih. Bingung untuk membalas pesan terbaru dari Oliv.
Oliv : "Robet?"
Oliv : "Kamu gapapa kan?"
Oliv : "Kita masih bisa kok untuk jadi temen."
Setelah mendapatkan spam pesan dari Oliv, akhirnya Robet memberanikan diri untuk membalas pesannya tersebut.
Robet : "Eh iya aku gapapa kok."
Robet : "Makasih ya udah mau ngejawab perasaan aku. Sekarang aku tenang karna udah tau jawabannya."
Robet : "Aku sadar sekarang, kamu bukan tercipta untuk ku."
Oliv : "Maaf ya Robet, aku minta maaf."
Robet : "Gapapa, kamu ga salah kok. Aku aja yang terlalu berharap tinggi."
Oliv : "Aku sebenernya ada saran lain untuk kamu."
Robet : "Saran apa itu?"
Oliv : "Coba deh kamu nyatain perasaan ke si Akira, kayaknya dia suka sama kamu."
Robet : "Kamu serius? Ga bohong kan?"
Oliv : "Iya aku serius, coba deh kalau kamu gak percaya."
Robet : "Yaudah nanti aku coba ya."
Setelah itu mereka berdua berhenti chatan, pesan terakir dari Robet hanya dibaca saja oleh Oliv. Robet yang sedih itu kembali bermain game berusaha untuk menghibur dirinya sendiri.
---
Alloowww teman-teman, ketemu lagi kita di part ini. Kasian ya takdir lagi gak berpihak ke Robet. Dirinya ditolak oleh sang pujaan hati.
Tapi dia dapet saran dari Oliv untuk nyatain perasaannya ke salah satu dari temannya itu. Kira-kira mau gak ya si Robet itu? Apakah dia ingin menyatakan perasaan ke wanita yang gak dia cintai?
Dari pada banyak nebak mending kita lets go-in aja gak siiee? Gass kali yeee. Sampai ketemu di next part gaiiss, Babaaayyyyy.
Other Stories
Mauren, Lupakan Masa Lalu
“Nico bangun Sayang ... kita mulai semuanya dari awal anggap kita mengenal pribadi ya ...
Kala Kisah Menjadi Cahaya
seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...
Rembulan Di Mata Syua
Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek sep ...
Kacamata Kematian
Arsyil Langit Ramadhan naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia berpik ...
Saat Cinta Itu Hadir
Zita hancur karena gagal menikah setelah Fauzi ketahuan selingkuh. Saat masih terluka, ia ...
Cinta Dua Rasa
Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...