Cinta Kadang Kidding

Reads
1.1K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis R. Armopa

Part 8

Esok harinya, mereka bersekolah seperti biasa. Ada yang tak biasa dari salah satu mereka. Robet yang biasa datang lebih dulu dari ketiga temannya itu malah datang terakhir.

Reret, Dijay, Arelo sedikit terkejut saat melihat Robet yang baru saja datang terakhir dari mereka. Robet yang datang dengan muka datarnya hampir menipu ketiga temannya seolah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.

Tapi bukan teman namanya jika tidak mengetahui keadaan temannya sendiri meskipun ia terlihat baik-baik saja. Melihat hal itu, Arelo merasa ada yang tidak beres dengan temannya itu dan langsung bertanya kepadanya.

"Lu kenapa? Kok tumben dateng telat?"

Robet yang baru saja sampe di kelas tidak memberikan komentar apapun mengenai pertanyaan itu. Dijay seorang yang ceria akhirnya berusaha untuk mencairkan suasana. Sedangkan Arelo dan Reret masih bingung tidak tahu apa yang terjadi dengan Robet.

Saat mereka asik bercanda, Robet masih terlihat diam saja seolah sedang ada yang ditahan dalam dirinya. Lagi dan lagi, ketiga temannya semakin yakin bahwa Robet sedang tidak baik-baik aja. Reret yang sangat penasaran akhirnya melontarkan pertanyaan lagi.

"Lu kenapa? Kok diem dari tadi? Kalau ada apa-apa cerita lah ke kita!"

Akhirnya Robet pun menjawab pertanyaan itu.

"Dibilang baik engga, dibilang ga baik juga engga."

Saat itulah suasana berubah, awalnya mereka bercanda tertawa bersama namun seketika berubah setelah mendengar jawaban Robet. Dijay langsung bertanya ke Robet mengenai apa yang sedang terjadi dengan Robet.

"Hah? Maksudnya gimana?"

"Kalian inget kan kalau gw pernah nyatain perasaan ke Oliv?"

Seketika topik mereka langsung serius. Tidak ada yang bercanda. Perhatian dari Reret, Dijay, dan Arelo semuanya tertuju ke arah Robet.

"Iya gua inget." Ucap Reret.

"Inget lah! Kenapa emangnya?" Tanya Dijay penasaran.

Sedangkan Arelo? Dia hanya menyimak saja pembicaraan dari ketiga temannya itu tanpa bersuara.

"Oliv udah kasih jawabannya semalem."

Arelo yang tadinya hanya menyimak saja tanpa bersuara, saat dengar hal itu langsung bersemangat akan hal itu.

"GIMANA-GIMANA JAWABANNYA? DITERIMA GAK?"

"CERITAIN DONG KE KITA!" Ucap Arelo yang sangat bersemangat. Sedangkan Dijay dan juga Reret menunggu cerita dari Robet.

"Gw ditolak." Ucap Robet dengan nada sedikit sedih.

Arelo, Dijay, dan Reret terkejut mendengarnya. Mereka langsung mencari cara agar temannya itu tidak galau lagi.Tapi belum sempat rencana itu dilakukan oleh mereka, Robet langsung cerita lagi.

"Tapi Oliv ngasih gw saran semalem."

Ketiga temannya bingung dan penasaran tentang saran apa yang dikasih oleh Oliv ke Robet semalam.

"Saran apaan?" Tanya Reret penasaran.

"Ya gw disuruh nyatain perasaan ke Akira."

"Loh kok gitu? Kenapa emangnya?" Lanjut Reret bertanya kebingungan.

"Iya kenapa dah? Kok bisa-bisanya dia nyuruh lu nyatain perasaan ke si Akira itu?" Tanya Dijay.

"Gatau gw juga, katanya sih dia suka ke gw."

"Terus lu mau ikutin saran dari dia?" Tanya Reret ke Robet.

"Nah itu dia gw bingung. Gw takut kalau misalkan omongan itu bohong."

"Mending lu coba dulu dari pada penasaran." Ucap Reret memberikan semangat ke temannya itu.

"Oke nanti gw coba!"

Malam pun tiba, Robet berencana nge-chat Akira melalui aplikasi chat online. Tapi Robet sempat kebingungan harus mulai dari mana. Dirinya bingung harus bagaimana untuk mencobanya.

---

Aplikasi Chat Online

Dari Robet

Robet : "Hi Akira!"

Akira yang saat itu sedang bermain handphone pun langsung membalas pesan dari Robet itu.

Akira : "Oh hai Robet! Ada apa ya?"

Robet : "Hmm...Aku mau jujur sesuatu ke kamu boleh ga?"

Akira : "Boleh, kenapa?"

Robet : "Aku sebenernya suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?"

Akira yang memang suka kepada Robet itu langsung senang rasanya. Ia sempat terdiam sejenak saking senangnya. Dia lupa bahwa pesan itu telah dibaca.

Robet : "Akira? Kok cuman dibaca doang?"

Akira yang gugup itu langsung mencari alasan agar Robet tidak curiga.

Akira : "Eh iya maaf tadi aku dipanggil sebentar oleh bunda."

Robet : "Owh gitu, gimana soal tadi?"

Robet : "Jadi kamu mau gak jadi pacar aku?"

Akira : "Emm... Gimana ya? Kasih aku waktu dua hari dulu ya?"

Robet : "Owh oke deh gapapa."

Chat-an mereka pun berhenti di situ saja. Akira yang masih senang itu mencoba chat teman dekatnya untuk meminta saran. Teman dekatnya itu adalah Oiv. Akira sangat dekat sekali dengan Oliv.

---

Allooww teman-teman, ternyata saran dari Oliv beneran dilakuin ya sama si Robet ini, padahal kan dia gak ada perasaan ke si Akira ini. Kok mau ya dia dikasih saran gitu?

Ini antara Robet yang butuh banget pasangan atau cuman nyoba peruntungan dia aja ya? wkwkwk.

Kita langsung lets go-in aja kali ye ke next part? Gass kali yeee. Sampai ketemu di part selanjutnya gaiss, Babaayyyyy.


Other Stories
Perpustakaan Berdarah

Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...

Ada Apa Dengan Rasi

Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Mozarella Bukan Cinderella

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseo ...

Bisikan Lada

Tiga pemuda nekat melanggar larangan sesepuh demi membuktikan mitos, namun justru mengalam ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...

Download Titik & Koma