Coincidence Twist

Reads
137
Votes
10
Parts
4
Vote
Report
Coincidence twist
Coincidence Twist
Penulis Isnadee

Prolog


Sang gemintang di langit malam berkilau megah. Bersama dengan sang rembulan yang tak ragu menyembunyikan sinarnya, keduanya bersinar di tengah-tengah atmosfer yang temaram. Adzan isya' yang semula berkumandang dengan merdu, sayup-sayup tak lagi terdengar. Meski begitu, tak semua orang telah selesai dengan aktifitas mereka. Toko-toko, minimarket, kedai di pinggir jalan, apotek, dan berbagai tempat lainnya masih terlihat buka seolah akan ada banyak pengunjung yang datang.

Di sebuah sekolah swasta yang terletak di kota metropolitan, sebuah kegiatan ekstrakurikuler baru saja selesai. Lorong-lorong sekolah itu sunyi, dengan lampu koridor yang menyala remang, sebuah langkah kaki terdengar menggema, mengisi keheningan lorong sekolah yang kosong.

Seorang siswi dengan rok seragam dan kaos putihnya berjalan di lorong sunyi tersebut sembari merenggangkan otot-otot lengannya yang terasa kaku. Berlatih di ruang teater sepulang sekolah tiap akhir pekan terasa membuatnya begitu lelah dan ingin segera pulang, beristirahat. Ia menatap jam di pergelangan tangannya. Pukul 19.15, masih ada waktu 45 menit lagi sebelum gerbang sekolah ditutup.

Atensi gadis itu teralihkan pada sebuah ruang di lantai dasar. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu di sana, tidak, tepatnya, seseorang. Ia merasa demikian begitu melihat seberkas cahaya dari dalam ruang yang memantul melalui jendela. Terkadang, masih ada beberapa guru yang belum beranjak dari sekolah pada pukul segini, namun, ini akhir pekan. Bisa jadi itu adalah satpam yang berpatroli di sekitar sekolah.

Gadis itu mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Entah siapapun itu, tak ada urusannya dengan dirinya. Ia hanya perlu beranjak dan segera pulang, beristirahat.

"Brak!"

Namun, suara berdebam yang cukup keras itu berhasil menghentikan langkah kakinya. Ia kembali menatap ke arah ruang guru, tempat di mana suara itu berasal.

Instuisinya mengatakan ia harus segera beranjak pulang, namun, benaknya berkata sebaliknya. Sejenak, ia lantas melangkah menuju ruang tersebut untuk memastikan.

Sejurus kemudian, kedua matanya membelalak. Kedua tangannya terangkat menutupi mulutnya yang terbuka, setengah tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.

Seberkas sinar dari api menyala, berkilat sekilas menyapa gelapnya ruangan. Gadis itu menangkap sesosok laki-laki berpakaian hitam di ruang tersebut. Siapa dia? Apa yang barusan ia lakukan? Apakah membakar dokumen penting? Namun, apa motif ia melakukannya?

"Siapa dia?"

Other Stories
Padang Kuyang

Warga desa yakin jika Mariam lah hantu kuyang yang selama ini mengganggu desa mereka. Bany ...

Hellend (noni Belanda)

Pak Kasman berkali-kali bermimpi tentang hantu perempuan bergaun kolonial yang seolah memb ...

Osaka Meet You

Buat Nara, mama adalah segalanya.Sebagai anak tunggal, dirinya dekat dengan mama dibanding ...

Aku Ingin Kau Menjadi Ibu Dari Anak-anakku

Cerita ini mengisahkan perjalanan cinta dan perjuangan Maya, seorang desainer muda, dan Ra ...

Seratus Juta Untuk Sebuah Restu

Sudah tiga tahun Nadia tidak pulang saat libur lebaran. Bukan karena sibuk. Bukan karena l ...

Hati Diatas Melati ( 17+ )

Melati adalah asisten pribadi yang perfeksionis dengan penampilan yang selalu tertutup dan ...

Download Titik & Koma