Sinopsis
Sudah tiga tahun Nadia tidak pulang saat libur lebaran. Bukan karena sibuk. Bukan karena lupa keluarga. Tapi karena luka batin.
Sebagai anak yang merantau ke Jakarta, Nadia selalu menjadi tulang punggung keluarga. Gajinya tak pernah benar-benar untuk dirinya sendiri. Namun ketika ia tak mampu memenuhi permintaan tambahan uang untuk pernikahan kakaknya, ibunya menyumpahinya menjadi anak miskin dan tak tahu balas budi.
Puncaknya, saat Nadia sakit dan membutuhkan bantuan, keluarganya menolak dengan alasan keuangan rumah tangga.
Sejak itu, Nadia berhenti berharap.Dan memilih mandiri meski keadaannya susah.
Namun tahun ini berbeda. Daniel, pria yang baru beberapa bulan menjalin cinta dengannya, meminta bertemu keluarganya.
Nadia terpaksa pulang—menghadapi luka yang selama ini ia hindari.
Di rumah, tanpa diduga ibunya menodong mahar seratus juta rupiah sebagai “balas jasa membesarkan anak”.
Harga yang harus dibayar untuk cinta ternyata lebih mahal dari yang Nadia bayangkan.
Tapi Daniel punya cara sendiri untuk membuktikan bahwa Nadia tidak pernah salah karena ingin bahagia.
Other Stories
Persembahan Cinta
Rendra pria tampan dari keluarga kaya, sedangkan Fita gadis sederhana. Namun, Mama Fita ra ...
Pesan Dari Hati
Riri hanya ingin kejujuran. Melihat Jo dan Sara masih mesra meski katanya sudah putus, ia ...
Hafidz Cerdik
Jarum jam menunjuk di angka 4 kurang beberapa menit ketika Adnan terbangun dari tidurnya ...
Bumi
Seni mencintai terkadang memang menyenangkan, tetapi tak selamanya berada dalam titik mani ...
Dengan Ini Saya Terima Nikahnya
Hubungan Dara dan Erik diuji setelah Erik dipilih oleh perusahaannya sebagai perwakilan ma ...
Kidung Vanili
Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...