Di Balik Bayang ( 17+)
Ketika cahaya abu-abu fajar mulai menyelinap masuk melalui jendela yang pecah, Aruna terbangun di sofa ruang tamu dengan selimut wol menyelimuti tubuhnya yang polos. Samudra tidak ada di sana.
Ia bangkit dengan tubuh yang terasa nyeri namun sekaligus ringan, seolah beban berat telah terangkat dari pundaknya. Namun, perasaan lega itu hanya bertahan sesaat. Di atas meja kopi, terdapat selembar kertas catatan kecil dengan tulisan tangan yang rapi—tulisan tangan yang sangat ia kenali.
"Aku sudah pulang sejak jam dua pagi tadi, Una. Aku melihat semuanya dari kegelapan. Ternyata benar, kau memang lebih cantik saat kau hancur. - Saka"
Darah Aruna terasa membeku. Ia menoleh ke arah tangga dan melihat Saka berdiri di sana, mengenakan kemeja putih bersih tanpa noda sedikit pun, menatapnya dengan senyum lembut yang paling mengerikan yang pernah ia lihat. Di sampingnya, Samudra berdiri dengan tangan terborgol ke pagar tangga, wajahnya lebam dan penuh kemarahan yang tertahan.
"Selamat pagi, Sayang," ujar Saka tenang. "Sekarang, mari kita bicara tentang bagaimana cara memperbaiki rumah kita yang rusak ini."
Other Stories
Filosofi Sampah (catatan Seorang Pemulung)
Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...
Hibur Libur
Aku (Byru) mencoba mencari nikmatnya sebuah "Liburan" dengan kesehariannya yang sangatlah ...
Cinta Di Balik Rasa
memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...
Deru Suara Kagum
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...