Lembar Kedua (100 Hal Tentang Bumi) 1
(1) Awalnya aku menganggap Bumi hanyalah gurauan belaka. Nyatanya hal itu membawaku kepada surga sementara, membuatku terpana bahwa Adiraja itu nyata.
(2) Aku memulai menggapai Bumi yang indah itu untuk kugenggam, tak peduli siang ataupun malam. Kalbu dalam diriku berubah menjadi rasa bahagia yang tak pernah kuduga.
(3) Bumi yang makmur ini memberiku apa itu arti menyayangi, ternyata Bumi memberiku jalan untuk mengutarakan bagaimana indahnya mencintai sesuatu hal.
(4) Bumi memberiku banyak cinta, entah itu hembusan angin tenang yang Ia berikan, entah itu pepohonan rindang yang menyegarkan, ataupun buah yang Ia hasilkan.
(5) Bumi tak hanya memberikanku cinta, Ia memberiku rumah ternyaman. Rumah yang tak pernah kutemukan di seluk beluk manapun.
(6) Bumi adalah rumah itu sendiri, Ia adalah tempat pulangku, tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri, tempat dimana aku bisa mengutarakan semua yang kurasakan.
(7) Bumi bagaikan pilau hidupku, menjadi penopangku diatas luasnya lautan bebas, dalam dan gelap. Pilau yang selalu membawaku pada alunan alunan gema indah di setiap pulaunya.
(8) Bumi menemani perjalananku, perjalanan hidupku. Ia menemani kalbu dalam hatiku, Ia menemaniku berjalan menuju cakrawala, Ia adalah ayanaku, tujuan yang tidak akan pernah tergapai.
(9) Bumi memberiku sinar, Ia membiarkan matahari menyinari hari hariku yang hujan. Ia membiarkan cahaya itu menyorot mataku dan membuat tampakku terlihat cerah.
(10) Bumi membiarkanku menjelajahi surganya, Ia memberiku kesempatan untuk memetik bunga bunga cantik yang tumbuh, Ia membiarkanku pula untuk menanam bunga bunga itu.
(2) Aku memulai menggapai Bumi yang indah itu untuk kugenggam, tak peduli siang ataupun malam. Kalbu dalam diriku berubah menjadi rasa bahagia yang tak pernah kuduga.
(3) Bumi yang makmur ini memberiku apa itu arti menyayangi, ternyata Bumi memberiku jalan untuk mengutarakan bagaimana indahnya mencintai sesuatu hal.
(4) Bumi memberiku banyak cinta, entah itu hembusan angin tenang yang Ia berikan, entah itu pepohonan rindang yang menyegarkan, ataupun buah yang Ia hasilkan.
(5) Bumi tak hanya memberikanku cinta, Ia memberiku rumah ternyaman. Rumah yang tak pernah kutemukan di seluk beluk manapun.
(6) Bumi adalah rumah itu sendiri, Ia adalah tempat pulangku, tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri, tempat dimana aku bisa mengutarakan semua yang kurasakan.
(7) Bumi bagaikan pilau hidupku, menjadi penopangku diatas luasnya lautan bebas, dalam dan gelap. Pilau yang selalu membawaku pada alunan alunan gema indah di setiap pulaunya.
(8) Bumi menemani perjalananku, perjalanan hidupku. Ia menemani kalbu dalam hatiku, Ia menemaniku berjalan menuju cakrawala, Ia adalah ayanaku, tujuan yang tidak akan pernah tergapai.
(9) Bumi memberiku sinar, Ia membiarkan matahari menyinari hari hariku yang hujan. Ia membiarkan cahaya itu menyorot mataku dan membuat tampakku terlihat cerah.
(10) Bumi membiarkanku menjelajahi surganya, Ia memberiku kesempatan untuk memetik bunga bunga cantik yang tumbuh, Ia membiarkanku pula untuk menanam bunga bunga itu.
Other Stories
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...
The Museum
Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...
Pintu Dunia Lain
Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...
DI BAWAH PANJI DIPONEGORO
Damar, seorang petani terpanggil jiwanya untuk berjuang mengusir penjajah Belanda di bawah ...
Pantaskah Aku Mencintainya?
Ika, seorang janda dengan putri pengidap kanker otak, terpaksa jadi kupu-kupu malam demi b ...
Melinda Dan Dunianya Yang Hilang
Melinda seorang gadis biasa menjalani hari-hari seperti biasa, hingga pada suatu saat ia b ...