Lembar Ketujuh (100 Hal Tentang Bumi) 6
(51) Semenjak Bumi bisa merasakan sakit, Ia menjadi pemarah. Ia sering menurunkan badai dan petir.
(52) Namun, Ia akan kembali cerah dengan cepat layaknya pelangi yang datang setelah hujan. Aku tak perlu khawatir untuk itu.
(53) Hari hariku sudah tidak terasa monoton, Bumi sangat menghiburku, aku hanya tertawa pada ladang ladang bunga yang rusak karena perbuatannya.
(54) Aku merubah peranku, aku adalah petani. Aku menanam bunga, aku menanam pohon, bahkan aku membersihkan ladang yang mati.
(55) Kadang peranku adalah doktor, aku bisa menyembuhkan kebiruan yang ada pada buah buah Bumi yang gagal untuk dipanen.
(56) Terkadang pula aku adalah penyihir jahat yang secara tiba tiba merusak keindahan Bumi walau aku yang mempercantik.
(57) Terkadang aku adalah seorang putri yang sangat beruntung mendapatkan rumah selayak dan seberharga Bumi.
(58) Aku sangat mencintainya, juga aku sangat menyayanginya.
(59) Bumi membiarkanku menjadikan semestanya sebagai panggung peranku. Ia menyukai apapun peran yang aku ambil didalam panggung itu.
(60) Ribuan langkah, ratusan hari, aku lewati dengan ambisi yang tidak akan pernah berhenti mengejar ayana yang tiada.
(52) Namun, Ia akan kembali cerah dengan cepat layaknya pelangi yang datang setelah hujan. Aku tak perlu khawatir untuk itu.
(53) Hari hariku sudah tidak terasa monoton, Bumi sangat menghiburku, aku hanya tertawa pada ladang ladang bunga yang rusak karena perbuatannya.
(54) Aku merubah peranku, aku adalah petani. Aku menanam bunga, aku menanam pohon, bahkan aku membersihkan ladang yang mati.
(55) Kadang peranku adalah doktor, aku bisa menyembuhkan kebiruan yang ada pada buah buah Bumi yang gagal untuk dipanen.
(56) Terkadang pula aku adalah penyihir jahat yang secara tiba tiba merusak keindahan Bumi walau aku yang mempercantik.
(57) Terkadang aku adalah seorang putri yang sangat beruntung mendapatkan rumah selayak dan seberharga Bumi.
(58) Aku sangat mencintainya, juga aku sangat menyayanginya.
(59) Bumi membiarkanku menjadikan semestanya sebagai panggung peranku. Ia menyukai apapun peran yang aku ambil didalam panggung itu.
(60) Ribuan langkah, ratusan hari, aku lewati dengan ambisi yang tidak akan pernah berhenti mengejar ayana yang tiada.
Other Stories
Kucing Emas
Kara Swandara, siswi cerdas, mendadak terjebak di panggung istana Kerajaan Kucing, terikat ...
Kepingan Hati Alisa
Menurut Ibu, dia adalah jodoh yang sudah menemani Alisa selama lebih dari lima tahun ini. ...
Free Mind
“Free Mind” bercerita tentang cinta yang tak bisa dimiliki di dunia nyata, hanya tersi ...
Hati Yang Beku
Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...
Reuni
Kutukan Kastil Piano membuat cinta Selina berbalik jadi kebencian, hingga akhirnya ia mema ...
Romance Reloaded
Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...