Dua Tangkai Edelweis

Reads
86
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

TANGIS SEORANG KAKEK

Tangis Aki Lili akhirnya pecah. Rasa cemas yang sejak tadi ia tahan berubah menjadi lega saat melihat Rani—cucu kesayangannya—dan kedua anaknya berdiri di depannya dalam keadaan selamat.

Mereka baik-baik saja.

Hanya pergi tanpa pamit… dan pulang ketika langit sudah gelap.

Tapi alasan itu tak berarti apa-apa bagi Mimi dan Aki Lili.

Di mata mereka, anak-anak itu tampak seperti sekumpulan remaja bandel yang membuat jantung orang tua nyaris copot.

Meski begitu, satu hal tak pernah berubah:

rasa sayang Mimi dan Aki Lili pada mereka—

tak pernah berkurang, sedikit pun.

Aki Lili menangis sejadi-jadinya, seperti anak kecil yang kehilangan pegangan. Tubuhnya gemetar saat ia terduduk di lantai. Kedua kakinya bergerak maju-mundur, persis seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan mainan tapi tak dituruti orang tuanya.

Perasaannya berkecamuk.

Di dalam pikirannya, bayangan-bayangan buruk berkelebat tanpa ia undang—tentang Rani dan kedua anaknya. Semua kemungkinan yang menakutkan itu hanya ada di kepalanya, tapi terasa begitu nyata.

Dan lebih dari itu, ia takut pada satu hal lain: Ayah Rani.

Jika sesuatu sampai terjadi, Aki Lili tak tahu bagaimana harus mempertanggungjawabkannya.

Dengan suara parau dan mata basah, ia menatap Rani, Mang Acep, dan Bi Nadin.

“Jangan… jangan pernah ulangi lagi,” pintanya lirih.

Bukan dengan marah—

tapi dengan hati seorang kakek yang nyaris patah karena cemas.

Other Stories
Deru Suara Kagum

Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...

Aparar Keparat

aparat memang keparat ...

Adam & Hawa

Adam mencintai Hawa yang cantik, cerdas, dan sederhana, namun hubungan mereka terhalang ad ...

Kita Pantas Kan?

Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...

Melepasmu Untuk Sementara

Perjalanan meraih tujuan tidaklah mudah, penuh rintangan dan cobaan yang hampir membuat me ...

Hafidz Cerdik

Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...

Download Titik & Koma