Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

HAMPIR KEHILANGAN

Malamnya, Rani kembali “nongkrong” seperti biasa.

Di sana sudah ada Kinkin, Bagas, Mang Acep, dan Bi Nadin. Suasananya hangat, penuh tawa—tapi di hati Rani, ada sesuatu yang berat ia bawa sejak pagi.

Ia melangkah mendekat ke arah Kinkin.

“Kayaknya… besok aku pulang,” ucapnya pelan. “Nenekku bilang begitu tadi pagi.”

Kinkin menoleh cepat.

Wajahnya langsung berubah.

Kabar itu datang terlalu mendadak.

Matanya membesar, lalu memerah. Bibirnya bergetar. Ada sesuatu yang ia tahan, tapi tak sepenuhnya berhasil.

“Besok…?” gumamnya lirih.

Rani mengangguk kecil.

Kinkin menunduk. Napasnya tersendat. Matanya mulai berkaca-kaca—seolah ia tidak ingin Rani pergi, seolah ia berharap waktu bisa diperpanjang sedikit saja.

Di dalam hatinya, satu kalimat terngiang—

Aku janji mau ambilin edelweis buat kamu.

Janji itu pernah ia ucapkan.

Dan sekarang, janji itu terasa seperti sesuatu yang belum sempat ia tepati.

Kinkin tetap diam.

Karena ada perasaan yang terlalu besar untuk diucapkan…

dan terlalu dalam untuk disembunyikan.


Other Stories
Membabi Buta

Mariatin dan putrinya tinggal di rumah dua kakak beradik tua yang makin menunjukkan perila ...

Melepasmu Untuk Sementara

Perjalanan meraih tujuan tidaklah mudah, penuh rintangan dan cobaan yang hampir membuat me ...

Tertipu Atau Terlalu Berharap

Seorang mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan di salah satu kampus ternama di wilayah ...

Cahaya Dari Menara Camlica

Fatimah, seorang gadis sederhana asal Jakarta, tidak pernah menyangka bahwa sujud-sujud pa ...

Cerita Guru Sarita

Sarita merasa berbeda dari keluarganya karena mata cokelatnya yang dianggap mirip serigala ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Download Titik & Koma