ARAH YANG BERGESER
Rani melangkah pulang dengan botol minuman di tangannya, tapi pikirannya tertinggal di warung tadi.
Percakapan kecil dengan Kinkin terus berputar di kepalanya—cara ia tersenyum, nada suaranya yang lembut, dan tatapan matanya yang terasa jujur.
Setiap langkah terasa ringan, tapi hatinya justru penuh.
Ada Bagas, yang sejak awal sudah lebih dulu menarik perhatiannya.
Lalu ada Kinkin, yang datang tanpa banyak gaya, tapi diam-diam membuat ruang baru di pikirannya.
Rani menghela napas panjang.
“Kenapa jadi begini…” gumamnya pelan.
Liburan yang awalnya hanya tentang mengisi waktu, kini berubah menjadi sesuatu yang rumit.
Dan di antara jalan kecil, rumah-rumah sederhana, serta angin sore Cianjur, Rani sadar satu hal:
hatinya mulai belajar bingung.
✦ ✦ ✦
Rani akhirnya mengerti satu hal: cara Bagas memperlakukan Kinkin bukan semata soal kuasa, melainkan soal pamer. Itu caranya menarik perhatian—menunjukkan siapa dirinya, berharap Rani semakin terkesan.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Rani tidak suka melihatnya.
Ada sesuatu di sikap Bagas yang membuat dadanya terasa tidak nyaman. Ia mungkin tomboy, terbiasa terlihat kuat dan santai, tapi hatinya tidak pernah keras. Di balik caranya yang cuek, Rani menyimpan perasaan yang lembut.
Dan setiap kali Bagas bersikap semena-mena pada Kinkin, yang muncul di hati Rani bukan kagum…
melainkan iba.
Ia melihat Kinkin bukan sebagai bayangan Bagas, tapi sebagai seseorang yang sedang berusaha bertahan di dunia yang tidak selalu adil.
Sejak saat itu, arah perasaan Rani mulai bergeser—
pelan, nyaris tak terasa, tapi pasti.
Percakapan kecil dengan Kinkin terus berputar di kepalanya—cara ia tersenyum, nada suaranya yang lembut, dan tatapan matanya yang terasa jujur.
Setiap langkah terasa ringan, tapi hatinya justru penuh.
Ada Bagas, yang sejak awal sudah lebih dulu menarik perhatiannya.
Lalu ada Kinkin, yang datang tanpa banyak gaya, tapi diam-diam membuat ruang baru di pikirannya.
Rani menghela napas panjang.
“Kenapa jadi begini…” gumamnya pelan.
Liburan yang awalnya hanya tentang mengisi waktu, kini berubah menjadi sesuatu yang rumit.
Dan di antara jalan kecil, rumah-rumah sederhana, serta angin sore Cianjur, Rani sadar satu hal:
hatinya mulai belajar bingung.
✦ ✦ ✦
Rani akhirnya mengerti satu hal: cara Bagas memperlakukan Kinkin bukan semata soal kuasa, melainkan soal pamer. Itu caranya menarik perhatian—menunjukkan siapa dirinya, berharap Rani semakin terkesan.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Rani tidak suka melihatnya.
Ada sesuatu di sikap Bagas yang membuat dadanya terasa tidak nyaman. Ia mungkin tomboy, terbiasa terlihat kuat dan santai, tapi hatinya tidak pernah keras. Di balik caranya yang cuek, Rani menyimpan perasaan yang lembut.
Dan setiap kali Bagas bersikap semena-mena pada Kinkin, yang muncul di hati Rani bukan kagum…
melainkan iba.
Ia melihat Kinkin bukan sebagai bayangan Bagas, tapi sebagai seseorang yang sedang berusaha bertahan di dunia yang tidak selalu adil.
Sejak saat itu, arah perasaan Rani mulai bergeser—
pelan, nyaris tak terasa, tapi pasti.
Other Stories
Aku Pulang
Raina tumbuh di keluarga rapuh, dipaksa kuat tanpa pernah diterima. Kemudian, hadir sosok ...
Deru Suara Kagum
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...
Youtube In Love
Wahyu yang berani kenalan lewat komentar YouTube berhasil mengajak Yunita bertemu. Asep pe ...
Tajwid Cinta Di Tanah Tinggi
Fatimah (Fafa), seorang gadis kota yang lebih akrab dengan diskon skincare daripada kitab ...
The Labsky
Keyra Shifa, penggemar berat kisah detektif, membentuk tim bernama *The Labsky* bersama An ...
Melepasmu Dalam Senja
Cinta penuh makna, tak hanya bahagia tapi juga luka dan pengorbanan. Pada hari pernikahan ...