Sinopsis
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sekadar berbagi tawa di ruang guru—menjadi jejak kecil yang tak mudah terhapus. Dari hal-hal biasa itu, tumbuh sebuah kedekatan yang tak pernah benar-benar terucap, namun terus terasa.
Di balik canda dan percakapan singkat, ada getar yang menumbuhkan harapan, meski hati tahu ada batas yang tak bisa dilewati. Hingga akhirnya, bisikan perpisahan mulai terdengar. Kenangan sederhana menjelma menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan, meninggalkan ruang kosong yang perlahan dipenuhi rindu.
Other Stories
Nina Bobo ( Halusinada )
JAM DINDING menunjukkan pukul 12 lewat. Nina kini terlihat tidur sendiri. Suasana sunyi. S ...
Bunga Untuk Istriku (21+)
Laras merasa pernikahannya dengan Rendra telah mencapai titik jenuh yang aman namun hambar ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...
Zen Zen Sense (kehidupan Sebelumnya)
Aku pernah mengalami hal aneh seperti bertemu orang mati, kebetulan janggal, hingga melint ...
Cowok Hujan
Ia selalu terlihat tenang. Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang ...
Kumpulan Cerpen
cerpen yang unik unik aja tanpa ada batas ...