Sinopsis
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sekadar berbagi tawa di ruang guru—menjadi jejak kecil yang tak mudah terhapus. Dari hal-hal biasa itu, tumbuh sebuah kedekatan yang tak pernah benar-benar terucap, namun terus terasa.
Di balik canda dan percakapan singkat, ada getar yang menumbuhkan harapan, meski hati tahu ada batas yang tak bisa dilewati. Hingga akhirnya, bisikan perpisahan mulai terdengar. Kenangan sederhana menjelma menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan, meninggalkan ruang kosong yang perlahan dipenuhi rindu.
Other Stories
Hati Diatas Melati ( 17+ )
Melati adalah asisten pribadi yang perfeksionis dengan penampilan yang selalu tertutup dan ...
Arti Yang Tak Pernah Usai
Siapa sangka liburan akhir tahun beberapa mahasiswa ini membawa dua insan menyelesaikan se ...
Death Cafe
Sakti terdiam sejenak. Baginya hantu gentayangan tidak ada. Itu hanya ulah manusia usil ...
Kelabu
Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...
Seratus Juta Untuk Sebuah Restu
Sudah tiga tahun Nadia tidak pulang saat libur lebaran. Bukan karena sibuk. Bukan karena l ...
Lombok, Tempat Aku Belajar Melepaskan
Rara menghabiskan liburan sekolahnya di Lombok bersama kakak pertamanya yang telah menikah ...