Dua Tangkai Edelweis

Reads
86
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

EDELWEIS DALAM PERJALANAN

Mobil melaju meninggalkan Cianjur saat matahari baru naik sepenggal. Kabut masih menggantung di udara, dan sawah-sawah basah oleh embun pagi.

Rani duduk di bangku belakang, memeluk tas kecil di pangkuannya. Di dalam tas itu—edelweis dari Kinkin.

Ia tidak banyak bicara.

Matanya menatap keluar jendela, mengikuti pepohonan, rumah-rumah, dan jalanan yang perlahan menjauh. Setiap kilometer terasa seperti menarik satu helai benang dari hatinya.

Dan satu per satu, semuanya tertarik… pergi.

Di kursi depan, Mimi dan Aki Lili berbincang ringan. Suara mereka terdengar biasa saja—seolah tak pernah ada tangis, tak pernah ada kecemasan.

Tapi Rani tahu, ada hal-hal yang tidak perlu diucapkan agar tetap tinggal. Sesekali, pikirannya kembali ke subuh tadi.

Ke jaket dingin.
Ke tangan yang gemetar.
Ke pelukan yang terlalu singkat.
Ke janji yang ditepati tepat sebelum ia pergi.
Rani memejamkan mata.

Ia menekan edelweis itu ke dadanya.

Dan untuk pertama kalinya, ia benar-benar mengerti arti satu hal:
perpisahan yang baik…
justru terasa paling menyakitkan.

Other Stories
Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Percobaan

percobaan ...

Liburan Ke Rumah Nenek

Affandi, remaja gaul berusia 18 tahun tak dapat berlibur ke lain tempat seperti biasa. Lib ...

Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

Kota Ini

Plak! Terdengar tamparan keras yang membuat Jesse terperanjat dari tempat tidurnya. "S ...

Download Titik & Koma